Peningkatan motif berprestasi melalui penerapan konseling kelompok pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 11 Bandung

Authors

  • Sumarni SMA Negeri 11 Bandung

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v18i3.15010

Keywords:

motif berprestasi, penerapan konseling kelompok

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan layanan konseling kelompok dapat meningkatkan motif berprestasi siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 11 Bandung dan memperoleh gambaran peningkatan motif berprestasi siswa XI IPS 4 setelah melaksanakan layanan konseling kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 11 Bandung dengan subjek siswa kelas XI IPS 4 terdiri dari 39 siswa dengan jumlah 18 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Para siswa ini menjadi siswa binaan karena memiliki motif berprestasi yang tergolong rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif untuk mengetahui tingkat motif berprestasi siswa. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa pada pra-penelitian rata-rata pencapaian motif berprestasi siswa yang diperoleh 57,74%, pada siklus I mengalami peningkatan rata-rata pencapaian motif berprestasinya menjadi 71,79% dan pada siklus II rata-rata pencapaian motif berprestasi mengalami peningkatan menjadi 78,45%. Dari data tersebut terdapat peningkatan motif berprestasi siswa yang cukup signifikan dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 5,62%. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok efektif untuk meningkatkan motif berprestasi yang dimiliki siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 11 Bandung. Sebagai upaya lebih lanjut, pemetaan masalah yang dilakukan konselor harus lebih spesifik, sehingga persoalan-persoalan yang dialami siswa dapat teratasi melalui layanan konseling kelompok.

References

Arifin, B. S. (2015). Dinamika kelompok. Pustaka Setia.

Bashiruddin, A. (2016). Education for development in northern Pakistan: Opportunities and constraints for rural households, by Andreas Johannes Benz. South Asia: Journal of South Asian Studies, 39(3), 709–711.

Djamarah, S. B. (2012). Psikologi belajar. Rineka Cipta.

Fiah, R. E., & Anggrilasa, I. (2016). Efektivitas layanan konseling kelompok dengan pendekatan realita untuk mengatasi kesulitan komunikasi interpersonal peserta didik kelas X MAN Kunci Lampung Barat T.P 2015/2016. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 47-62.

Irham, M., & Wiyani, N. A. (2014). Bimbingan & konseling: Teori dan aplikasi di sekolah dasar. Ar-Ruzz Media.

Kurnanto, M. E. (2013). Konseling kelompok. Alfabeta.

Makmun, A. S. (2013). Psikologi kependidikan. Rosda.

Muhibbin Syah. (2015). Psikologi perkembangan. Rosda.

Ngalimun. (2014). Bimbingan konseling di SD/MI suatu pendekatan proses. Aswaja Pressindo.

Prayitno, H., & Amti, E. (2004). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.

Rusmana, N. (2009). Bimbingan dan konseling kelompok di sekolah: Metode, teknik, dan aplikasi. Rizqi Press.

Sardiman. (2013). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Raja Grafindo Persada.

Sari, E. R., Giyono, & Mayasari, S. (2008). Faktor penghambat pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Jurnal Bimbingan Konseling. http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/ALIB/article/view/2876

Sukardi, D. K. (2000). Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Rineka Cipta.

Wibowo, M. E. (2005). Konseling kelompok perkembangan. UPT UNNES Press.

Wikarta, P. V. S. (2016). Pelaksanaan konseling kelompok dengan pendekatan person-centered therapy dalam menangani regulasi diri rendah empat mahasiswa angkatan 2014. Jurnal Psiko-Edukasi, 14, 125-142.

Wulandari, B. (2013). Hambatan pelaksanaan layanan konseling kelompok pada SMP Negeri se-Kabupaten Wonogiri (Skripsi). Universitas Negeri Semarang.

Published

2018-12-14

How to Cite

Sumarni, S. (2018). Peningkatan motif berprestasi melalui penerapan konseling kelompok pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 11 Bandung. Jurnal Penelitian Pendidikan, 18(3), 383-396. https://doi.org/10.17509/jpp.v18i3.15010