Upaya menurunkan perilaku agresif melalui pemberian layanan konseling kelompok pada siswa
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17135Keywords:
konseling kelompok, perilaku agresifAbstract
Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di kelas VIII/A SMP Negeri 2 Jatinangor Kabupaten Sumedang terutama masalah pertengkaran di antara anggota kelas tersebut maupun dengan kelas lain yang disebabkan karena rasa marah, sakit hati ataupun kesalahpahaman. Hal ini menyebabkan sering terganggunya kegiatan pembelajaran di kelas tersebut, sehingga penulis berusaha mengadakan penelitian tentang upaya penurunan perilaku agresif bertengkar di sekolah melalui pemberian layanan konseling kelompok. Perilaku agresif adalah suatu perilaku yang bertujuan untuk melukai orang lain baik secara verbal maupun nonverbal, secara fisik maupun psikis, langsung maupun tidak langsung. Untuk mengurangi frekuensi peserta didik VIII/A yang berperilaku agresif bertengkar di sekolah peneliti memberikan layanan konseling kelompok dengan kelompok besar dan kelompok kecil secara berkelanjutan. Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan permasalahan, pengalaman, uneg-uneg yang mereka alami ataupun mereka memberikan masukan, saran, pendapat ataupun sanggahan kepada kelompok atau teman yang lain. Dengan suasana kelompok yang terbuka dan penuh kekeluargaan mereka merasa senasib dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menyelesaikan permasalahan dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui layanan konseling kelompok dapat menurunkan perilaku agresif bertengkar di sekolah sebesar 65% dengan jumlah penurunan dari 11 peserta didik berperilaku agresif dalam satu minggu berkurang menjadi 4 peserta didik. Dengan penurunan jumlah peserta didik sebanyak 7 peserta didik merupakan penurunan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa melalui pemberian layanan konseling kelompok dapat menurunkan perilaku agresif bertengkar di sekolah pada peserta didik kelas VIII/A SMP Negeri 2 Jatinangor Kabupaten Sumedang.
References
Abidin, Z. M. (2019). Mengatasi agresif di sekolah. Diakses dari http://www.masbied.com
Aidha, H. P. N. (2013). Penerapan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII D SMP Negeri 1 Ngariboyo. Jurnal BK UNESA, 3(1), 1-9.
Anantasari. (2006). Psikologi sosial. Gramedia.
Astuti, P. R. (2008). Meredam bullying: 3 cara efektif mengatasi kekerasan pada anak. Grasindo.
Aulya, A., Ilyas, A., & Iftidil, I. (2016). Perbedaan perilaku agresif siswa laki-laki dan siswa perempuan. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(1), 91–97. https://doi.org/10.29210/12016239
Coloroso, B. (2007). Stop bullying! Serambi Ilmu Pustaka.
Damayanti, S. (2016). *Efektivitas pemberian layanan konseling kelompok menggunakan pendekatan realita untuk mengurangi perilaku agresif siswa kelas VII SMP Negeri 2 Grogol tahun 2015/2016* [Skripsi]. Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Dewi, L. L., Thalib, M. M., & Munifah. (2017). Konseling kelompok dalam mengurangi perilaku agresif verbal siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 5 Palu. Jurnal Konseling & Psikoedukasi, 2(2), 39–50.
Febriyanto, G. (2016). Konseling kelompok dalam menangani perilaku agresif anak di Panti Sosial Asuhan Anak Yogyakarta unit Bimomartani [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Hartini, S. (2018). Upaya penurunan tingkat perilaku agresif di madrasah dengan teknik konseling kelompok (Studi kasus pelanggaran disiplin aturan madrasah) pada siswa kelas 7 F semester genap tahun pelajaran 2016/2017 MTs N Prambanan Kabupaten Klaten. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), 8(1), 20-35. https://doi.org/10.21927/literasi.2017.8(1).20-35
Heriansyah, M. (2017). Strategi mengatasi trauma pada korban bullying melalui konseling eksistensial. Dalam Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Revitalisasi Laboratorium dan Jurnal Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum Bimbingan dan Konseling Berbasis KKNI (hlm. 122–131).
Latipun. (2011). Psikologi konseling (Cetakan ke-9). Erlangga.
Ma’ruf Hidayat. (2015). Perilaku agresi relasi siswa di sekolah: Mengenali dan menyelesaikan melalui mediasi sebagai. Aswaja Pressindo.
Nur Aini, D. F. (2018). Self esteem pada anak usia sekolah dasar untuk pencegahan kasus bullying. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD, 6(April), 36–46.
Puspitasari, D. N. (2014). Pelatihan keterampilan sosial untuk menurunkan perilaku agresif anak. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1), 45-56.
Rahmi, T. U. (2018). Studi komparasi perilaku agresi anak jalanan antara sebelum dan sesudah pembinaan (Studi kasus: Lembaga APIK Mandiri Lampung) [Skripsi]. Universitas Lampung.
Sari, Y. M. (2012). Penggunaan layanan konseling kelompok untuk mengurangi perilaku agresif pada siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, 1(1), 1–13.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Ondawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.