Program pelatihan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kompetensi profesional konselor di sekolah

Authors

  • Heriyanti SMP Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v13i2.3422

Keywords:

kompetensi, konselor, pelatihan, profesional, program

Abstract

Penelitian bertujuan menghasilkan program pelatihan bimbingan dan konseling yang efektif untuk meningkatkan kompetensi profesional konselor SMA Negeri Kota Pontianak. Dengan pendekatan studi kompetensi, pengembangan program pelatihan menggunakan model induktif. Model induktif ini digunakan berdasarkan pada kebutuhan pelatihan yang dilakukan pada studi pendahuluan. Populasi penelitian adalah seluruh konselor SMA Negeri Kota Pontianak yang berlatar belakang S1 Bimbingan dan Konseling. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen, penelitian melakukan penilaian program dan hasil pelatihan dari instrumen kompetensi profesional konselor berupa angket, pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan program pelatihan bimbingan dan konseling efektif untuk meningkatkan kompetensi profesional konselor SMA Negeri Kota Pontianak yang dilatihkan. Peningkatan kompetensi profesional konselor kelompok eksperimen lebih tinggi setelah diberikan penerapan program pelatihan bimbingan dan konseling secara signifikan daripada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan treatment. Rekomendasi kepada konselor adalah untuk lebih meningkatkan aspek-aspek kompetensi profesional konselor yang diteliti perlu peningkatan. Kepada peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan penelitian ini dengan metode yang berbeda dan lebih khusus pada aspek-aspek kompetensi profesional konselor.

References

Anni, C. T. (2012). Need assessment model penyusunan program bimbingan dan konseling bidang bimbingan belajar berbantuan sistem informasi manajemen di SMA Negeri Kota Semarang. Educational Management, 1(1).

Arikunto, S. (2006). Penelitian tindakan kelas. Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2009). Penelitian tindakan kelas. Rineka Cipta.

Asmani, J. M. (2009). Belajar efektif untuk SMP dan SMA. Diva Press.

Asrori. (1990). Unjuk kerja petugas bimbingan dalam melaksanakan konseling dikaji dari latar belakang pendidikan dan iklim organisasi sekolah [Tesis magister tidak diterbitkan]. Universitas Pendidikan Indonesia.

Aswan. (2013, 11 Juli). Metode pelatihan. Dedy Aswan Blog. http://dedy-aswan.blogspot.com/2013/05/bab-9-metode-pelatihan.html

Basuki, H. (2005). Pengembangan kreativitas. http://repository.gunadarma.ac.id:8000/kommit2004_psikologi_012_362.pdf

Bjorklund, D. F. (1989). Children’s thinking: Developmental function and individual differences. Brooks/Cole Publishing Company.

Bogdan, R. S. (1982). Qualitative research for education: An introduction to theory and methods. Allyn and Bacon.

Copi, I. M., & Cohen, C. (1994). Introduction to logic (9th ed.). Macmillan Publishing Company.

Davis, R. H., Alexander, L. T., & Yelon, S. L. (1974). Learning system design: An approach to the improvement of instruction. McGraw-Hill.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1993). Kurikulum pendidikan dasar: Garis-garis besar program pengajaran SLTP, mata pelajaran matematika.

Depdiknas. (2006). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Sekolah Menengah Atas.

Dimyati, & Mudjiono. (2002). Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta.

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. (2008). Kreativitas. Depdiknas.

Djamarah, S., & Zain, A. (2002). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.

Dolan, D. T., & Williamson, J. (1983). Teaching problem-solving strategies. Addison-Wesley Publishing Company.

Dowdy, S., & Wearden, S. (1991). Statistics for research (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Echols, J. M., & Shadily, H. (2000). Kamus Inggris Indonesia. Gramedia.

Emmet, E. R. (1980). Learning to think. Emerson Books, Inc.

Endarmoko, E. (2007). Tesaurus bahasa Indonesia. Gramedia.

Fasko, D. (2000). Education and creativity. Creativity Research Journal, 13(3 & 4), 317–327.

Febriyadi, H. (2010). Program pengembangan kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling SMA/SMK di Rangkasbitung [Tesis magister tidak diterbitkan]. Universitas Pendidikan Indonesia.

Furqon. (2011). Statistika terapan untuk penelitian. Alfabeta.

Galloway, C. (1976). Psychology for learning and teaching. McGraw-Hill.

Goodstein, L. D., Nolan, T. M., & Pfeiffer, J. W. (1993). Applied strategic planning: A comprehensive guide. McGraw-Hill.

Hardi. (2009). Model pelatihan untuk meningkatkan kompetensi konseling multikultural calon konselor: Studi pengembangan pada calon konselor di Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) [Tesis magister tidak diterbitkan]. Universitas Pendidikan Indonesia.

Hardianti, T. (2010, 18 November). Intelegensi dan kreativitas, adakah hubungan di antara keduanya? Kompasiana. http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/18/intelegensi-dan-kreativitas-adakah-hubungan-di-antara-keduanya/

Hidayanto, D. N. (2009). Pemikiran pendidikan: Dari filsafat ke ruang kelas. Penerbit LeKDiS.

Hudoyo, H. (2001). Pengembangan kurikulum dan pembelajaran matematika. Universitas Negeri Malang.

Ilfiandra, A. M., & Ipah, S. (2006). Peningkatan mutu tata kelola layanan bimbingan dan konseling pada sekolah menengah atas di Provinsi Jawa Barat. UPI.

Kamil, M. (2003, 11 Juli). Model-model pelatihan. http://kamilunkamil.blogspot.com/2010/03/model-model-pelatihan.html

Lindlof, T. R., & Taylor, B. C. (2002). Qualitative communication research methods. Sage Publications.

Livne, & Milgram. (2006). Academic versus creative abilities in mathematics: Two components of the same construct? Psychology Science, 2. http://www.psychologieaktuell.com/fileadmin/download/PsychologyScience/2-2008/13_Holling.pdf

Mappiare, A. (1992). Pengantar konseling dan psikoterapi. Rajawali.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Munandar, U. (2009). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Rineka Cipta.

Natawidjaja, R. (1998). Evaluasi dan pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah. Publikasi Jurusan PPB FIP UPI.

Nurihsan, A. J. (2007). Strategi layanan bimbingan & konseling. PT Refika Aditama.

Nurihsan, A. J. (2009). Bimbingan & konseling dalam berbagai latar kehidupan. PT Refika Aditama.

O’Daffer, P. G., & Thornquist, B. A. (1993). Critical thinking, mathematical reasoning, and proof. In S. Wilson (Ed.), Research ideas for the classroom: High school mathematics. Macmillan Publishing Company.

Polya, G. (1981). Mathematical discovery: On understanding, learning, and teaching problem solving. John Wiley & Sons.

Prayitno. (1997). Penyuluhan (Counselling). Pustaka Pelajar.

Prayitno, & Erman. (2004). Dasar-dasar bimbingan dan konseling (Cet. ke-2). PT Asdi Mahasatya.

Rahmat, M. (1997). Keterserapan materi geometri oleh siswa SLTP kelas 2 caturwulan 1 di Kotamadya Bandung [Laporan penelitian]. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Robinson, J. R. (2008). Webster’s dictionary definition of creativity. Online Journal of Workforce Education and Development, 3, 3–4.

Santoadi, F. (2010). Manajemen bimbingan dan konseling komprehensif. Universitas Sanata Dharma.

Sastradipoera, K. (2006). Pengembangan dan pelatihan: Suatu pendekatan manajemen sumber daya manusia. Kappa-Sigma.

Sastradipoera, K. (2007). Manajemen sumber daya manusia: Suatu pendekatan fungsi operatif. Kappa-Sigma.

Shadiq, F. (2004a). Pemecahan masalah, penalaran dan komunikasi. Pusat Pengembangan dan Penataran Guru.

Shadiq, F. (2004b). Psikologi pembelajaran. Pusat Pengembangan dan Penataran Guru.

Soedjadi, R., & Moesono, Dj. (1995). Matematika untuk SLTP (1a s.d. 2a). Balai Pustaka.

Solow, D. (1981). How to read and do proofs: An introduction to mathematical thought processes. John Wiley & Sons.

Sternberg, R. J. (2006). The nature of creativity. Creativity Research Journal, 18(1), 93–94.

Stoll, R. R. (1976). Set theory and logic. Eurasia Publishing House.

Sugiyono. (2009). Statistika untuk penelitian. Alfabeta.

Suherman, U. (2008, 11 Maret). Hakikat dan urgensi bimbingan dan konseling [Makalah seminar]. Seminar Sehari Bimbingan dan Konseling, Universitas Kuningan.

Suherman, U. (2011). Manajemen bimbingan dan konseling. Rizqi Press.

Suherman, U., & Budiman, N. (2011). Fungsi dan profesionalisasi bimbingan dan konseling dalam pendidikan. In Pendidikan dalam perspektif bimbingan dan konseling. UPI Press.

Supriadi, D. (2001). Kreativitas, kebudayaan, dan perkembangan iptek. ALFABETA.

Surya, M. (2009a). Optimalisasi dan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling [Makalah]. Kuliah Umum di FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor.

Surya, M. (2009b). Psikologi konseling. Maestro.

Surya, M. (2012, 8–10 November). Membangun konselor profesional dalam menghadapi tantangan abad 21 [Makalah]. Seminar dan Workshop KG & PKB, Bandung.

Trisnowati, E. (2009). Program pelatihan keterampilan konseling bagi konselor di sekolah [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.

Winkel, W. S. (1998). Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Yusuf, S. (2009). Program bimbingan & konseling di sekolah. Rizqi Press.

Yusuf, S., & Nurihsan, J. (2010). Landasan bimbingan & konseling. PT Remaja Rosdakarya.

Published

2013-12-27

How to Cite

Heriyanti, H. (2013). Program pelatihan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kompetensi profesional konselor di sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(2), 105-118. https://doi.org/10.17509/jpp.v13i2.3422