Fenomena kompetisi video dance melalui Instagram (studi fenomenologi pada komunitas dancer di Surabaya)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17132

Keywords:

Instagram, Interaksi, Kompetisi Online, Makna, Motif

Abstract

Instagram merupakan sebuah aplikasi yang digunakan oleh semua orang agar terhubung dengan pengguna lain dan dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan informasi dalam bentuk gambar atau foto, video, dan berbagi (share). Instagram digunakan oleh Telkomsel Area Jabotabek Jabar untuk membuat konten kontes atau kompetisi yang berlangsung saat Asian Games 2018, yaitu kompetisi video dance #YoAyoChallenge. Kompetisi online melalui Instagram ini diikuti oleh anggota Komunitas Valkyrie dan anggota Komunitas Fresh DC dari Surabaya serta berhasil menjadi pemenang harapan kedua. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motif, interaksi, makna dari keikutsertaan individu-individu yang berkolaborasi dan membentuk kelompok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dan paradigma konstruktivis. Teknik pemilihan informan yakni purposive sampling dengan informan utama dan informan pendukung sejumlah empat orang. Hasil penelitian ini adalah, pertama adanya because motives (motif sebab) yaitu motif kegiatan, motif afiliasi, motif kompetensi dan ada in-order-to motives (motif tujuan) yaitu motif berprestasi dan motif berkuasa. Kedua, interaksi antar anggota kelompok melalui komunikasi kelompok dengan melaksanakan fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan. Ketiga, makna terhadap keikutsertaan di kompetisi adalah memperkenalkan diri, memperkenalkan komunitas, menguji kemampuan diri, mendapatkan perhatian, mendapatkan pengakuan, dan mengekspresikan perasaan.

References

Ahmadi, D. (2008). Interaksi simbolik: Suatu pengantar. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(2), 301–316. https://doi.org/10.29313/MEDIATOR.V9I2.1115

Astiani, M. C. (2017). Instagram sebagai alat presentasi diri mahasiswa [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Daryanto, & Rahardjo, M. (2015). Teori komunikasi. Gava Media.

Ginitasasi, R. (2015). Motif sosial [Makalah?]. Bandung.

Guntaradewa, O. Y. (2011). Motif tindakan mahasiswa dalam gerakan mahasiswa mengajar [Skripsi]. Surabaya.

Hafiz, M. P. A. (2016, Agustus). Instagram (Korelasi antara bisnis dan konten). Marketeers: The Ultimate Guide to Social Media Marketing, 50-51.

Hambali, A., & Jaenudin, U. (2013). Psikologi kepribadian lanjutan studi atas teori dan tokoh psikologi kepribadian. Pustaka Setia.

Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi (Konsepsi, pedoman, dan contoh penelitian). Widya Padjajaran.

Miranti, V. A. (2015). Internet plagiarism di kalangan mahasiswa (Studi fenomenologi tentang motif internet plagiarism di kalangan mahasiswa ilmu informasi dan perpustakaan Universitas Airlangga) [Skripsi]. Universitas Airlangga.

Morrisan. (2017). Teori komunikasi individu hingga massa. Prenada Media.

Moustakas, C. E. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.

Ramadhanti, T. R. (2016). Fenomena pemanfaatan Instagram sebagai media personal branding [Skripsi]. Universitas Diponegoro.

Riswandhi. (2009). Ilmu komunikasi. Graha Ilmu.

Sari, R. F. (2018). Motif dan makna anggota komunitas ODOJ Bandar Lampung dalam tradisi fenomenologi Alfred Schutz [Skripsi]. Universitas Lampung.

Utami, M. R. (2018). Fenomena penggunaan Instagram stories (Studi fenomenologi pada mahasiswi di Bandung) [Skripsi]. Universitas Telkom.

West, R., & Turner, L. H. (2008). Pengantar teori komunikasi: Analisis dan aplikasi 2. Salemba Humanika.

Published

2019-04-26

How to Cite

Mutia, L., & Nurfebiaraning, S. (2019). Fenomena kompetisi video dance melalui Instagram (studi fenomenologi pada komunitas dancer di Surabaya). Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(1), 60-67. https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17132