Pengembangan kompetensi pedagogical content knowledge pada mahasiswa calon guru dalam kegiatan Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di Global Islamic Boarding School Yayasan Hasnur Centre
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v22i2.50036Keywords:
magang, mahasiswa calon guru, pedagogical content knowledgeAbstract
Pedagogical Content Knowledge (PCK) merupakan salah satu dari empat kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru. Penguasaan kompetensi PCK menjadi penting karena dapat mewujudkan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Dengan demikian, mahasiswa calon guru sebagai calon pendidik tentu harus mulai mengembangkan kompetensi ini sebelum berkarier sebagai seorang guru profesional. Magang Bersertifikat Kampus Merdeka merupakan program pengembangan kompetensi karier mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek RI. Berkolaborasi dengan Global Islamic Boarding School Yayasan Hasnur Centre, program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka mengadakan magang di bidang pengembangan kompetensi mahasiswa calon guru. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan pengembangan kompetensi mahasiswa calon guru dalam program magang bersertifikat di GIBS Yayasan Hasnur Centre. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari proses pengembangan kompetensi yang diselenggarakan, terdapat perkembangan kompetensi Pedagogical Content Knowledge pada mahasiswa calon guru setelah mengikuti program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di Global Islamic Boarding School, Yayasan Hasnur Centre.
References
Alimuddin, Z., & HAFECS. (2022). Materi training pedagogical content knowledge. https://hafecs.id/modul-pedagogical-content-knowledge/
Arsyad, A. (2002). Media pembelajaran. Raja Grafindo Persada.
Ayuningtyas, A. D., & Apriandi, D. (2020). Pedagogical content knowledge (PCK) pada mahasiswa calon guru matematika. NUMERICAL: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 3(2), 119–130. https://doi.org/10.25217/numerical.v3i2.616
Bradfield, R., Cairns, G., & Wright, G. (2015). Teaching scenario analysis: An action learning pedagogy. Technological Forecasting and Social Change, 100, 44–52. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2015.05.005
Creswell, J. W. (2013). Penelitian kualitatif & desain riset: Memilih di antara lima pendekatan (S. Z. Qudsy, Ed.). Pustaka Pelajar.
Käpylä, M., Heikkinen, J., & Asunta, T. (2009). Influence of content knowledge on pedagogical content knowledge: The case of teaching photosynthesis and plant growth. International Journal of Science Education, 31(10), 1395–1415.
Kemendikbud, & Tohir, M. (2020). Merdeka belajar: Kampus merdeka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://osf.io/sv8wq/
Kodrat, D. (2021). Industrial mindset of education in merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) policy. Islamic Research, 4(1), 9–14.
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.
Kristanto, V. H. (2017). Peningkatan prestasi belajar matematika melalui penerapan lesson plan berbasis multiple intelligence. Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 25–34. https://doi.org/10.24042/ajpm.v8i1.598
Loughran, J., Berry, A., & Mulhall, P. (2012). Understanding and developing science teachers’ pedagogical content knowledge (2nd ed.). Springer.
Loughran, J., Mulhall, P., & Berry, A. (2008). Exploring pedagogical content knowledge in science teacher education. International Journal of Science Education, 30(10), 1301–1320.
Mania, S. (2008). Observasi sebagai alat evaluasi dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 11(2), 220–233. https://doi.org/10.24252/lp.2008v11n2a7
Mufidah, C. I. (2014). Pengembangan modul pembelajaran pada kompetensi dasar hubungan masyarakat kelas X APK 2 di SMK N 10 Surabaya. Jurnal Administrasi Perkantoran (JPAP), 2(2), 1–17.
Munadi, Y. (2013). Media pembelajaran. GP Press Group.
Nadlir, N. (2013). Perencanaan pembelajaran berbasis karakter. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 2(2), 339–352.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. (2007).
Priatmoko, S., & Dzakiyyah, N. I. (2020). Relevansi kampus merdeka terhadap kompetensi guru era 4.0. At-Thullab: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4(1), 1–15.
Shulman, L. S. (1986). Those who understand: Knowledge growth in teaching. Educational Researcher, 15(2), 4–14.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D) (22nd ed.). Alfabeta.
Sukmawati, R. (2019). Analisis kesiapan mahasiswa menjadi calon guru profesional berdasarkan standar kompetensi pendidik. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 95–102.
Susilawati, N. (2021). Merdeka belajar dan kampus merdeka dalam pandangan filsafat pendidikan humanisme. Jurnal Sikola: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 203–219.
Thalib, S. B. (2010). Psikologi pendidikan berbasis analisis empiris aplikatif. Kencana Media Group.
Utomo, C. B. (2010). Implementasi TQM berorientasi hard skill dan soft skill dalam pembelajaran sejarah SMA di Kota Semarang. Paramita: Historical Studies Journal, 20(1), 67–78.
Van Driel, J. H., Verloop, N., & De Vos, W. (1998). Developing science teachers’ pedagogical content knowledge. Journal of Research in Science Teaching, 35(6), 673–695.
Yuniendel, R. K. (2018). Kontribusi soft skill dan hard skill dalam meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Islam di sekolah dan madrasah. Murabby: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 48–59. https://doi.org/10.15548/mrb.v1i1.286
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Dipa Suharto, Encep Syarief Nurdin, Bagja Waluya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.