Game simulasi manajemen produksi game dengan metode agile development

Authors

  • Irfan Dwi Rahadianto Universitas Telkom

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v21i2.37405

Keywords:

edukasi, game simulasi, manajemen produksi, produksi game

Abstract

Industri game berkembang sangat pesat pada akhir 2010 hingga 2019. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2017 industri game Indonesia memiliki nilai pasar sebesar $879 miliar dan diprediksikan akan terus berkembang setiap tahunnya. Namun dari fenomena yang terjadi pada industri game di dalam maupun di luar negeri menunjukkan indikasi kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang metode pengelolaan pengembangan game yang mengakibatkan gagal produksi, sehingga dapat menghambat perkembangan dan penyerapan ekonomi kreatif, khususnya pada sektor industri game di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan edukasi tentang metode manajemen produksi game kepada pengembang game pemula melalui game simulasi, agar gagal produksi dapat dihindari. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan edukasi first principles of instruction oleh Merrill (2002) dengan kerangka berpikir design thinking. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pengembang game pemula kurang memiliki pengalaman dalam mengelola pengembangan game sehingga memiliki risiko kegagalan yang tinggi dalam fase produksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa game simulasi yang menerapkan metode edukasi Merrill dapat secara efektif memberikan pengalaman dan edukasi pada pengembang game pemula mengenai metode manajemen produksi game, di mana pengembang pemula dapat mengetahui proses-proses yang harus dilakukan pada fase produksi game.

References

Adams, E., & Dormans, J. (2012). Game mechanics: Advanced game design. New Riders.

Adrianto. (2016). Perancangan game keselamatan kerja safety first di kilang minyak [Tesis, Institut Teknologi Bandung].

Bates, B. (2004). Game design (2nd ed.). Thomson Course Technology.

Bethke, E. (2003). Game development and production. Wordware Publishing.

Brathwaite, B., & Schreiber, I. (2009). Challenges for game designers. Course Technology/Cengage Learning.

Enah, C., Piper, K., & Moneyham, L. (2015). Qualitative evaluation of the relevance and acceptability of a web-based HIV prevention game for rural adolescents. Journal of Pediatric Nursing, 30(2), 321–328.

Fabricatore, C. (2007). Gameplay and game mechanics: A key to quality in videogames. http://www.cs.north-western.edu/~hunicke/MDA.pdf

Kapur, S. (2015). Adolescence: The stage of transition. Horizons of Holistic Education, 2, 233–250.

Matthews, J., & Wrigley, C. (2017). Design and design thinking in business and management higher education. Journal of Learning Design, 10(1), 41–53. https://doi.org/10.5204/jld.v9i3.294

Merrill, M. D. (2002). First principles of instruction. Educational Technology Research and Development, 50(3), 43–59.

Miller, C. T. (Ed.). (2008). Games: Purpose and potential in education. Springer.

Novak, J. (2012). Game development essentials: An introduction (3rd ed.). Delmar Cengage Learning.

Plattner, H. (2010). An introduction to design thinking process guide. Institute of Design at Stanford.

Sayogo, S. (2019). Perancangan crew management simulation video game sebagai media pembelajaran manajemen [Tesis, Institut Teknologi Bandung].

Schell, J. (2008). The art of game design. Morgan Kaufmann.

Tjandra, A. M. (2015). Perancangan simulasi digital pengenalan mitigasi erupsi untuk anak-anak menggunakan head-mounted display (HMD) [Tesis, Institut Teknologi Bandung].

Published

2021-08-27

How to Cite

Rahadianto, I. D. (2021). Game simulasi manajemen produksi game dengan metode agile development. Jurnal Penelitian Pendidikan, 21(2), 49-65. https://doi.org/10.17509/jpp.v21i2.37405

Most read articles by the same author(s)