Pengaruh kemampuan manajerial kepala sekolah dan manajemen berbasis sekolah terhadap mutu kinerja sekolah di SMP negeri se-Kabupaten Subang
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v16i2.4243Keywords:
kemampuan manajerial kepala sekolah, manajemen berbasis sekolah, mutu kinerja sekolahAbstract
Masalah yang menjadi kajian dari penelitian ini adalah mutu kinerja sekolah. Inti kajiannya difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi mutu kinerja sekolah, meliputi kemampuan manajerial kepala sekolah dan manajemen berbasis sekolah. Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh kemampuan manajerial kepala sekolah melalui pelaksanaan manajemen berbasis sekolah terhadap mutu kinerja sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitaf, dengan teknik pengumpulan data angket skala lima kategori Likert, terhadap 73 orang pembantu kepala sekolah (PKS) di SMP Negeri se-Kabupaten Subang. Terdapat tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap mutu kinerja sekolah; (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap pelaksanaan manajemen berbasis sekolah; dan (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan manajerial kepala sekolah, pelaksanaan manajemen berbasis sekolah terhadap mutu kinerja sekolah. Hasil penelitian memperoleh gambaran bahwa kemampuan manajerial kepala sekolah dan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri se-Kabupaten Subang berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu kinerja sekolah.
References
Aini, N. (2007). Peran seni dalam menumbuhkembangkan kreativitas siswa. Jurnal Pendidikan, 1(2).
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta.
Atmadibrata, E. (2003). Seni tari dalam pendidikan. Buletin Kebudayaan Jawa Barat.
Delphie, B. (2006). Gerak irama. Rizqi Press.
Lani, B., & Cecilia, S. (2000). Penguasaan bahasa anak tunarungu. Yayasan Santi Rama.
Mahendra, A. (2007). Modul teori belajar mengajar motorik. UPI Press.
Novianti, E. (2011). Pembelajaran seni tari jaipong dalam mengembangkan gerak dasar motorik kasar anak tunarungu [Skripsi]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Pangrazi, R. P., & Dauer, V. P. (1995). Dynamic physical education for elementary school children. Allyn and Bacon.
Somad, P. (2008). Definisi dan klasifikasi tunarungu. http://permanarian16.blogspot.com/definisi-dan-klasifikasi-tunarungu.html
Somantri, T. S. (2005). Psikologi anak luar biasa. Refika Aditama.
Sugirno, E. (2011). Peran pendidikan keterampilan motorik anak usia dini. www.zidu.com
Sunanto, J., Takeuchi, K., & Hideo, N. (2006). Penelitian dengan subjek tunggal. UPI Press.
Suriasumantri, J. S. (2003). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Total Grafika Indonesia.
Tim Bina Karya Guru. (2003). Kerajinan tangan dan kesenian untuk SD kelas 6. Erlangga.
Tim Penyusun. (2006). Standar kompetensi dan kompetensi dasar sekolah dasar luar biasa tunarungu. Departemen Pendidikan Nasional.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2016 Dody Wahyudi Purnama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.