Representasi makna demokrasi dalam pidato kampanye Presiden Jokowi

Authors

  • Muh. Rajib Silmi Universitas Brawijaya Malang
  • Esti Junining Universitas Brawijaya Malang
  • Nurul Chojimah Universitas Brawijaya Malang

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v19i3.22331

Keywords:

demokrasi pancasila, makna leksikal, pidato kampanye

Abstract

Bahasa adalah senjata paling tajam dan paling kuat dalam memengaruhi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi Demokrasi Pancasila dalam pidato Presiden Jokowi dan juga untuk memahami kontribusi wacana dan faktor sosial makna leksikal demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden Jokowi menggambarkan demokrasi dalam tiga tahap yakni denotasi (5 data) dan konotasi (3 data) dalam pidato kampanyenya. Ada beberapa topik yang mewakili demokrasi seperti tentang ekonomi, kesehatan, pendidikan. Data-data tersebut disampaikan secara denotatif dan konotatif. Penelitian ini membuktikan bahwa makna leksikal adalah aspek linguistik yang tepat untuk menemukan ideologi kandidat dalam wacana terutama dalam pidato kampanye politik. Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi peneliti selanjutnya yang bermaksud mengambil topik penelitiannya ini. Semoga peneliti selanjutnya melanjutkan penelitian topik ini dengan fokus pada bidang yang lebih luas daripada demokrasi karena dapat memberikan lebih banyak informasi kepada masyarakat.

References

Agustina, L. (2017). Pemikiran Presiden Joko Widodo dalam pidato sambutan. IAIN Antasari.

Asshiddiqie, J. (2011). Hukum tata negara & pilar-pilar demokrasi. Sinar Grafika.

Basrowi, & Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Rineka Cipta.

BPS.go.id. (2019). Badan Pusat Statistik Indonesia. https://www.bps.go.id

CNN News.com. (2018). Manuser Jokowi respons isu PKI, utang negara, dan bubar 2030. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180408151236-32-289240/manuser-jokowi-respons-isu-pki-utang-negara-dan-bubar-2030

Djajasudarma, F. (1999). Semantik 2: Pemahaman ilmu makna. Rafika Aditama.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis. Addison Wesley.

Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia.

Mohammadi, M., & Javadi, J. (2017). A critical discourse analysis of Donald Trump’s language use in US presidential campaign, 2016. International Journal of Applied Linguistics & English Literature, 6(5), 1–10.

Mukoyimah. (2018). Analisis retorika dalam pidato Soekarno perspektif dakwah [Tesis, Universitas Islam Walisongo].

Saharuna, H. (2016). Analisis bahasa kekuasaan dalam berita politik di Harian Fajar Makassar. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj1mo3uw9XmAhXT30KHRCoAlcQFjAHeqQICRAC&url=http%3A%2F%2Feprints.unm.ac.id%2F2645%2F1%2FFARTIKEL%2520HAMDANI.docx&usg=AOvVaw0Fm12Xi7NLRbSP11Lk4Fgu

Soyomukti, N. (2013). Komunikasi politik. Intrans Publishing.

Suwandi, S. (2008). Semantik pengantar kajian makna. Media Perkasa.

Walija. (1996). Bahasa Indonesia dalam perbincangan. IKIP Muhammadiyah Jakarta Press.

Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2009). Analisis wacana pragmatik: Kajian teori dan analisis. Yuma Pustaka.

Published

2019-12-13

How to Cite

Silmi, M. R., Junining, E., & Chojimah, N. (2019). Representasi makna demokrasi dalam pidato kampanye Presiden Jokowi. Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(3), 374-382. https://doi.org/10.17509/jpp.v19i3.22331