Kerangka analisis data fenomenologi (Contoh analisis teks sebuah catatan harian)
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.3475Keywords:
bracketing, horizonalization, initial code, intensionalitas, label, reduksi, temaAbstract
Setiap upaya penelitian senantiasa berangkat dari pikiran fundamental tentang realitas. Pada penelitian interpretatif, realitas itu intersubjektif yang merupakan konsepsi perilaku dan dikonstruksi dari kenyataan sosial. Konsepsi perilaku dalam kenyataan sosial dipahami sebagai ekspresi-ekspresi yang disuling menjadi makna. Makna itu merupakan kesadaran subjek (intensionalitas) terhadap realitas pengalaman hidupnya. Pemahaman terhadap makna dalam kajian fenomenologi dilakukan dengan cara mendeskripsikan, melakukan reduksi, dan menemukan esensi-esensi. Ekspresi-ekspresi pengalaman hidup harus diperlakukan secara sama (horizonalization), peneliti menunda prasangka-prasangkanya (bracketing), dan menemukan struktur esensial makna dalam wujud tekstur sebagaimana adanya. Implikasi dari pikiran fundamental fenomenologi tersebut adalah interpretasi merupakan modus operasi analisis data. Data adalah ekspresi pengalaman hidup seseorang di mana peneliti berusaha menunda prasangka dan kerangka analisisnya. Akhir analisis data ditandai dengan ditemukannya tekstur pengalaman hidup atau peristiwa dari suatu entitas sosial budaya.
References
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. SAGE Publications.
O’Donoghue, T., & Punch, K. (Eds.). (2003). Qualitative educational research in action: Doing and reflecting. RoutledgeFalmer.
Willig, C. (2008). Introducing qualitative research in psychology. Open University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2013 Asep Sudarsyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.