Gerakan Muhammadiyah dari perspektif pendidikan kewarganegaraan

Authors

  • Sadikin Universitas Pendidikan Indonesia
  • Idrus Affandi Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17137

Keywords:

demokrasi, kewarganegaraan, muhammadiyah, pemikiran politik

Abstract

Artikel ini memfokuskan kajiannya pada masalah pemikiran intelektual Muhammadiyah dari perspektif keilmuan pendidikan kewarganegaraan. Permasalahan yang dijawab dalam artikel ini mencakup kontribusi pemikiran politik intelektual Muhammadiyah dalam penguatan kewarganegaraan demokrasi dari perspektif pendidikan kewarganegaraan. Dengan demikian, untuk menjawab persoalan tersebut, artikel ini menggunakan rancangan penelitian etnografi. Dengan menggunakan rancangan kualitatif ini, para peneliti dapat mengidentifikasi sekelompok orang; mempelajari mereka di rumah atau di tempat kerjanya; dan mengembangkan gambaran umum tentang kelompok itu. Mencatat bagaimana mereka berperilaku, berpikir dan berbicara. Dalam kerangka epistemik, kajian artikel ini mempertimbangkan beberapa perspektif teoritis terhadap persoalan kewarganegaraan, seperti pembelaan terhadap kaum dhuafa dan mustadh'afin. Orientasi dakwah Muhammadiyah bersifat transformatif dalam memperkuat kewarganegaraan demokrasi di Indonesia yang meliputi masyarakat marjinal baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hal tersebut merupakan manifesto dari Teologi Al-Ma'un, sebagai logosentrisme Muhammadiyah dalam menegakkan dakwah amar makruf nahi mungkar kepada umat Islam, bangsa dan negara.

 

References

Anggara, S. (2014). Kebijakan publik. Pustaka Setia.

Benjamin, R. L. (2008). Assessing variation in civil society organizations: China’s homeowner associations in comparative perspective. Comparative Political Studies, 41(9), 1240-1265.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif dan desain riset: Memilih di antara lima pendekatan. Pustaka Pelajar.

Ghosh, B. (2009). NGOs, civil society and social reconstruction in contemporary India. Journal of Developing Societies, 25(2), 229-252.

Jung, E. (2014). Islamic organizations and electoral politics in Indonesia: The case of Muhammadiyah. South East Asia Research, 22(1), 73-86.

Latif, Y. (2016). Mata air keteladanan: Pancasila dalam perbuatan. Mizan Media Utama.

Muslih, M. (2010). Wacana masyarakat madani: Dialektika Islam dengan problem kebangsaan. Jurnal Tsaqafah, 6(1), 130-146.

Nashir, H. (2006). Dinamika politik Muhammadiyah. UMM Press.

Netanel, N. W. (1996). Copyright and a democratic civil society. Yale Law Journal, 106(2), 283-387. Diakses 26 Maret 2018, dari https://scholar.google.co.id/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=Netanel%2C+Neil+Weinstock.+%281996%29+Copyright+and+Democratic+Civil+Society38-41&btnG=

Newton, K., & Van Deth, J. W. (2016). Perbandingan sistem politik: Teori dan fakta. Nusa Media.

PPM. (2015). Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahada. Gramasurya.

Ramakrishna, K. (2015). Muting Manichean mindsets in Indonesia: A counter-ideological response. Dalam Countering violent extremism: A regional response (hlm. 65-82). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-287-194-7_5

Schneider, J., & Schneider, P. (2001). Civil society versus organized crime. Critique of Anthropology, 21(4), 427-446.

Suwarno. (2010). Relasi Muhammadiyah, Islam dan negara. Pustaka Pelajar.

Thohari, Y. H. (2005). Muhammadiyah dan pergulatan politik Islam modernis. PSAP Muhammadiyah.

Wasisto, J. R. (2017). Politik kelas menengah Muslim Indonesia. Pustaka LP3ES.

Zaprulkhan. (2013). Filsafat umum: Sebuah pendekatan tematik. RajaGrafindo Persada.

Published

2019-04-26

How to Cite

Sadikin, S., & Affandi, I. (2019). Gerakan Muhammadiyah dari perspektif pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(1), 106-115. https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17137