Analisis kebutuhan pelatihan kewirausahaan: sebuah upaya pengembangan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas

Authors

  • Imas Diana Aprilia Universitas Pendidikan Indonesia
  • Johar Permana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Liah Siti Syarifah Sekolah Tinggi Agama Islam Syamsul 'Ulum Sukabumi

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v19i3.22329

Keywords:

digital marketing, disabilitas, kemandirian ekonomi, wirausaha

Abstract

Melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 pemerintah berupaya mengakomodasi pemenuhan hak penyandang disabilitas di antaranya dalam hal pekerjaan. Dari hasil survei, wirausaha menjadi pilihan bidang usaha bagi sebagian besar responden dari penyandang disabilitas yang sudah bekerja maupun belum bekerja. Mengingat akan transisi kebutuhan penyandang disabilitas saat dewasa, dengan akses pendidikan dan pekerjaan yang masih sangat terbatas, penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kebutuhan pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif dengan metode deskriptif ex-post-facto. Populasi terdiri dari anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Subang dan sampel penelitian diambil dengan metode purposive sampling yaitu anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Subang pada usia kerja (15-64 tahun). Data penelitian didapat melalui angket yang dibagikan kepada responden, wawancara dengan ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Subang dan wawancara langsung dengan beberapa responden, serta beberapa dokumen yang relevan. Kemudian data dianalisis secara induktif, dan untuk membantu mendapatkan keakurasian kebutuhan pelatihan digunakan skema proses atau langkah analisis kebutuhan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidang dan jenis pelatihan yang dibutuhkan responden adalah keilmuan dasar wirausaha dan pemasaran digital (digital marketing). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemandirian penyandang disabilitas bisa diupayakan dengan pengembangan karier di antaranya melalui kegiatan pelatihan dalam pembekalan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan. Kegiatan ini diharapkan dapat mengakomodasi penyandang disabilitas baik yang baru mulai bisnis atau sedang mengembangkannya.

References

Agustina, D. (2019). Fungsi manajemen (POAC) dalam UMKM. https://www.academia.edu/9531603/Fungsi_Manajemen_POAC_dalam_UMKM

Aprilia, I. D. (2009). Pengembangan kemandirian remaja tunarungu. Jurnal Asesmen dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus, 8(2), 117–127.

Aprilia, I. D., & Johar, P. (2019). Pemberdayaan organisasi kemasyarakatan melalui usaha ekonomi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Subang. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Baker-Ericzen, M. J., Mueggenberg, M. G., & Shea, M. M. (2009). Impact of trainings on child care providers’ attitudes and perceived competence toward inclusion: What factors are associated with change? Topics in Early Childhood Special Education, 28(4), 196–208.

Bisnis UKM. (2019). Strategi pemasaran paling ampuh di era digital. https://bisnisukm.com/strategi-pemasaran-paling-ampuh-di-era-digital.html

Blanchflower, D. (2000). Self-employment in OECD countries. Labour Economics, 7, 471–505.

Caliendo, M., Fossen, F., & Kritikos, A. S. (2014). Personality characteristics and the decisions to become and stay self-employed. Small Business Economics, 42(4), 787–814.

Gouskova, E. (2012). Self-employment among people with disabilities: Evidence from the current population survey. SSRN 2175687.

International Labour Organization. (2013). Mewujudkan peluang kerja yang setara bagi para penyandang disabilitas melalui perundang-undangan: Petunjuk pelaksanaan. ILO.

Jones, M. K., & Latreille, P. L. (2011). Disability and self-employment: Evidence for the UK. Applied Economics, 43(27), 4161–4178.

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2012). Pedoman analisa kebutuhan diklat. Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Kerka, S. (2002). Learning disabilities and career development. ERIC Clearinghouse on Adult Career and Vocational Education.

Kerlinger, F. M. (1964). Foundations of behavioral research. Holt, Rinehart & Winston.

Kuštiani, R. (2019). Laninka Siamiyno, beauty vlogger gagas 2.000 lipstik tuk difabel. https://difabel.tempo.co/read/1234904/laninka-siamiyno-beauty-vlogger-gagas-2-000-lipstik-tuk-difabel

Mitchelmore, S., & Rowley, J. (2010). Entrepreneurial competencies: A literature review and development agenda. International Journal of Entrepreneurial Behavior & Research, 16(2), 92–111.

Myklebust, J. O., & Båtevik, F. O. (2005). Economic independence for adolescents with special educational needs. European Journal of Special Needs Education, 20(3), 271–286.

Natsir, M. (1999). Metode penelitian. Galia Indonesia.

Novalina, & Rusiadi. (2018). Confirmatory factor analysis terhadap kemandirian ekonomi wanita pesisir berbasis kesejahteraan keluarga nelayan desa Pahlawan Kecamatan Tanjung Tiram. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, 3(1), 65–74.

Pambudi, Z. R. (2017). Pengelolaan wirausaha oleh difabel daksa (Studi pada usaha sablon Munajat di Galeri Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas Pundong Yogyakarta) [Skripsi, UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta].

Permana, J., & Liah, S. S. (2018). Management of internship for special schools. IASTEM International Conference, Kuala Lumpur, Malaysia. https://worldresearchlibrary.org/proceeding.php?pid=2413

Permana, J., Eka, P., Imas, D. A., & Liah, S. S. (2019). School operation management in implement of life skill education for disability student. International Conference on Research of Educational Administration and Management 2019.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2010). Manajemen (Edisi ke-10). Erlangga.

Schriner, K. (2001). A disability studies perspective on employment issues and policies for disabled people: An international view. In G. Albrecht, K. Seelman, & M. Bury (Eds.), Handbook of disability studies. Sage.

Stokes, S. L. (1997). Developing a personal business plan. Information Systems Management, 14(2), 70–73.

Supriyanto. (2009). Business plan sebagai langkah awal memulai usaha. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 6(1), 73–83.

Tehrani, M. H. (2004). Kemandirian ekonomi solusi kesejahteraan. Governance Brief. http://www.cifor.cgiar.org

Triyudha, A. (2018, December 4). Pelibatan disabilitas di dunia kerja minim. Harian Nasional. http://www.harnas.co/2018/12/04/pelibatan-disabilitas-di-dunia-kerja-minim

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Wasita, A. (2019). Pemerintah dorong penyandang disabilitas mandiri secara ekonomi. https://jatenq.antarane.ws.com/berita/233237/pemerintah-dorong-penyandang-disabilitas-mandiri-secara-ekonomi

Zimmerer, T. W., & Scarborough, N. M. (2008). Kewirausahaan dan manajemen usaha kecil. Salemba Empat.

Published

2019-12-13

How to Cite

Aprilia, I. D., Permana, J., & Syarifah, L. S. (2019). Analisis kebutuhan pelatihan kewirausahaan: sebuah upaya pengembangan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas. Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(3), 356-365. https://doi.org/10.17509/jpp.v19i3.22329

Most read articles by the same author(s)