Sekolah menengah kejuruan berbasis potensi wilayah di Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Authors

  • Liah Siti Syarifah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Taufani Chusnul Kurniatun Universitas Pendidikan Indonesia
  • Johar Permana Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v18i2.12958

Keywords:

potensi wilayah, sekolah menengah kejuruan

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Ciamis dikaitkan dengan potensi unggulan wilayah di daerah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Adapun data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui wawancara dengan guru di SMKN 1 Cipaku dan data sekunder berupa dokumen SMK sekabupaten Ciamis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, laporan potensi ekonomi Kabupaten Ciamis tahun 2015 dari Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Ciamis dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Ciamis memiliki potensi unggulan wilayah pada sektor pertanian dan industri pengolahan, namun hanya ada 14 jurusan yang termasuk kelompok agribisnis dan agroteknologi di Sekolah Menengah Kejuruan dan jumlah siswanya hanya mencapai 4% dari keseluruhan jumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Ciamis. Dengan demikian pemerintah setempat perlu mengadakan evaluasi tentang relevansi bidang keahlian Sekolah Menengah Kejuruan dengan potensi unggulan wilayah (baik dari segi kualitas maupun kuantitas). Dan ke depannya perlu ada usaha yang tepat dari sekolah dan pemerintah untuk meyakinkan siswa dan masyarakat bahwa sekolah menengah kejuruan bidang agribisnis dan agroteknologi sangat penting dan memiliki prospek yang bagus di masa depan.

References

Alam, G. M. (2008). The role of technical and vocational education in the national development of Bangladesh. Asia Pacific Journal of Cooperative Education, 9(1), 25–44.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. (2016). Analisis potensi ekonomi Kabupaten Ciamis tahun 2016. BAPPEDA Kabupaten Ciamis.

Baum, T. (2002). Skills and training for the hospitality sector: A review of issues. Journal of Vocational Education and Training, 54(3), 343–364.

Bordeaux, C. (2017). The Bordeaux Communiqué on enhanced European cooperation in vocational education and training. Diakses dari http://ec.europa.eu/education/lifelonglearningpolicy/doc/vocational/bordeaux_en.pdf

Chen, K., & Papanyan, S. (2016). U.S. Economic Watch: Economic analysis in search of potential GDP. BBVA Research.

Comyn, P., & Barnaart, A. (2010). TVET reform in Chongqing: Big steps on a long march. Research in Post-Compulsory Education, 15(1), 49–65.

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2005). Rencana strategis Depdiknas 2005-2009. Depdiknas RI.

Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. (2016a). Data program keahlian di SMK se-Kabupaten Ciamis. Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis.

Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. (2016b). Data sekolah menengah di Kabupaten Ciamis. Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis.

Eilenberg, M. (2014). Frontier constellations: Agrarian expansion and sovereignty on the Indonesian-Malaysian border. The Journal of Peasant Studies, 1(3), 1–26.

European Centre for the Development of Vocational Training (Cedefop). (2011). The benefits of vocational education and training. Publications Office of the European Union.

Friedmann, J., & Douglass, M. (1978). Agropolitan development: Towards a new strategy for regional planning in Asia. In Growth pole strategy and regional development planning in Asia (pp. 333–387). United Nation Centre for Regional Development.

Habermeier, H.-U. (2007). Education and economy – An analysis of statistical data. Journal of Materials Education, 29(1-2), 55–70.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Revitalisasi pendidikan vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016. Kemendikbud Republik Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Strategi implementasi revitalisasi SMK (10 langkah revitalisasi SMK). Kemendikbud Republik Indonesia.

Loyalka, P., Huang, X., Zhang, L., Wei, Z., Yi, H., Song, Y., Ren, B., Shi, Y., Chu, Y., Aani, M., & Rozelle, S. (2013). The impact of vocational schooling on human capital development in developing countries: Evidence from China. Diakses dari https://reap.fsi.stanford.edu/sites/default/files/Impact_of_Vocational_Schooling.pdf

Nilsson, A. (2010). Vocational education and training – An engine for economic growth and a vehicle for social inclusion? International Journal of Training and Development, 251–272.

Pongi, Y. (2015). Superior commodities potential and the strategy development in Sigi District, Central Sulawesi Province. International Journal of Business and Management Invention, 4(11), 25–30.

Sakir, M., Tikson, D. T., Haning, T., & Susanti, G. (2017). The effect of agropolitan program to social economic conditions of the farmers. Scholars Journal of Economics, Business and Management (SJEBM), 4(5), 357–362.

Seyed, A. H. (2014). Farm corporations as agropolitan development in Iran. International Journal of Social Science (IJSS), 4(2), 51–67.

The International Bank for Reconstruction and Development. (2008). The road not traveled: Education reform in the Middle East and North Africa. The World Bank.

Tilak, J. B. G. (2003). Higher education and development in Asia. Journal of Educational Planning and Administration, 17(2), 151–173.

Wijaya, M. W. (2016). Strategic information system planning: Information systems required in vocational school models. In Advances in Economics, Business and Management Research (Vol. 14, pp. 67–71). Atlantis Press.

Published

2018-08-24

How to Cite

Syarifah, L. S., Kurniatun, T. C., & Permana, J. (2018). Sekolah menengah kejuruan berbasis potensi wilayah di Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan, 18(2), 171-177. https://doi.org/10.17509/jpp.v18i2.12958

Most read articles by the same author(s)