Art of therapy melalui proses kreatif menggambar untuk anak usia dini di Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v21i2.37407Keywords:
art, confidence, responsibility, therapyAbstract
Kemampuan anak-anak dalam bertanggung jawab dan meningkatkan kepercayaan diri di Yayasan An-Nur Bandung masih belum berkembang secara optimal oleh karena itu peneliti menerapkan metode AOT melalui pembelajaran menggambar. Masalah penelitian ini yaitu: 1) bagaimana konsep AOT dalam program seni rupa? 2) bagaimana prosedur belajar mengajar melalui konsep AOT? 3) hasil yang ingin dicapai dari konsep AOT dalam program seni rupa?. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana anak dapat merespon dan bertanggung jawab saat kegiatan pembelajaran, kalau tujuan ini tujuan penelitian sebaiknya dituliskan tujuan penelitian. Peneliti menggunakan metode kualitatif, memberikan stimulus selama 1 tahun pengajaran, wawancara, data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil data dari penelitian yaitu: a) perencanaan kegiatan AOT b) pelaksanaan AOT meningkatkan kreativitas, mengembangkan imajinasi anak dan kepercayaan diri bagi anak c) hasil yang diperoleh dari AOT menjadikan anak yang bertanggung jawab dan berkepribadian percaya diri. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa di dalam AOT dapat meningkatkan kreativitas, ide pada anak dan kepercayaan dirinya untuk menunjukkan pribadinya di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan data tersebut anak dapat merespon lawan bicara ketika anak diminta untuk membereskan tempat bermain, anak langsung sigap untuk membereskannya, serta bertanggung jawab dalam kegiatan yang ia mulai hingga selesai, ketika anak membuat kolase, ia akan menyelesaikannya hingga selesai dan menjadi suatu karya yang dapat ia pamerkan.
References
Fitra, A. (2016). Pembelajaran menggunakan metode think-pair-share pada pokok bahasan perpangkatan bilangan bulat untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa di kelas VII SMP Kemala Bhayangkari 1 Medan. Jurnal Mantik Penusa, 19(1).
Gilroy, A., Tipple, R., & Brown, C. (Eds.). (2012). Assessment in art therapy. Routledge.
Kurnia, S. D. (2015). Pengaruh kegiatan painting dan keterampilan motorik halus terhadap kreativitas anak usia dini dalam seni lukis. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(2), 285–302.
Malchiodi, C. A. (2003). Expressive arts therapy and multimodal approaches. In C. A. Malchiodi (Ed.), Handbook of art therapy (pp. 106–117). Guilford Press.
Musyarofah, M. (2017). Pengembangan aspek sosial anak usia dini di taman kanak-kanak ABA IV Mangli Jember tahun 2016. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 2(1), 99–122.
Ningrum, N. N. (2017). Pembelajaran menggambar melatih motorik halus dan sosial bagi anak. Irama: Jurnal Seni Desain dan Pembelajarannya, 2(2), 18–22.
Rodiya, S. (2019). Efektivitas kegiatan bermain finger painting terhadap pengembangan kreativitas anak kelompok B di TK Franthikah [Skripsi].
Sugiyono. (2006). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Wijayanti, E. M. (2010). Penggunaan metode al-barqy untuk membaca huruf hijaiyah pada anak tunarungu wicara kelas VIII SMP di SLB B YRTRW Surakarta tahun ajaran 2009/2010 [Skripsi].
Wong, A., & Kurnianingrum, W. (2018). Penerapan art therapy untuk meningkatkan self-esteem anak usia middle childhood. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 2(1), 198–204.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Nina Nursetia Ningrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.