Penerapan pembelajaran tari gantar untuk meningkatkan motorik kasar anak usia dini dengan menggunakan konsep Developmentally Appropriate Practice (DAP) di TK Kartika V-66 Balikpapan tahun pelajaran 2014-2015

Authors

  • Euis Yuniastuti Universitas Tridharma Balikpapan

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v15i3.1418

Keywords:

anak usia dini, developmentally appropriate practice, motorik kasar, penelitian tindakan kelas, tari gantar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan motorik kasar anak usia dini kelompok B melalui pembelajaran tari gantar di TK Kartika V-66 Balikpapan dengan menggunakan konsep developmentally appropriate practice (DAP) tahun pelajaran 2014-2015. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian tindakan kelas (classroom action research), yang dilaksanakan dalam tiga siklus pembelajaran. Setiap siklus terbagi dalam empat tahapan kegiatan yakni: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan dan evaluasi; dan (4) refleksi. Selama penelitian berlangsung, peneliti bertindak sebagai guru tari, dan selama kegiatan pengamatan di dalam kelas, peneliti dibantu oleh rekan–rekan sejawat. Pengumpulan data lapangan dilakukan melalui pengisian lembar observasi, wawancara, pembuatan catatan lapangan, pengambilan dokumentasi, dan pengadaan evaluasi fisik motorik kasar anak melalui pembelajaran tari gantar. Analisis data secara kualitatif dilakukan untuk menjelaskan peningkatan aktivitas guru dan siswa selama penelitian sedangkan analisis kuantitatif diperlukan untuk menjelaskan peningkatan fisik motorik kasar anak melalui pembelajaran tari gantar. Aspek yang diukur adalah gerak non-lokomotor, gerak lokomotor dan gerak manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan. Fisik motorik kasar anak menunjukkan kenaikan yang signifikan dari siklus awal hingga siklus akhir pembelajaran. Pada siklus I, nilai rata–rata fisik motorik kasar anak melalui pembelajaran tari gantar siswa diketahui sebesar 75,13, dengan rata–rata persentase ketuntasan baru mencapai 60,00%. Pada siklus II, terjadi kenaikan nilai rata–rata fisik motorik kasar anak menjadi 76,31, persentase ketuntasan mencapai 80,00%. Pada siklus III, nilai rata–rata hasil belajar siswa kembali mengalami kenaikan menjadi 77,68 dan persentase ketuntasan menjadi 92,0%. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 70,00%, pada siklus II menjadi 86,67% dan pada siklus III mencapai 100,00%. Dari data ini peningkatan aktivitas guru dari setiap siklus signifikan. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 46,67%, pada siklus II menjadi 73,33%, pada siklus III mencapai 86,67%. Dari data ini aktivitas siswa meningkat secara signifikan.

References

Amri, S., & Ahmadi, I. K. (2010). Proses pembelajaran inovatif dan kreatif dalam kelas: Metode, landasan teori-praktis, dan penerapannya. Prestasi Pustaka Publisher.

Aqib, Z. (2009). Penelitian tindakan kelas. Yrama Widya.

Maasawet, E. T. (2011). Meningkatkan kemampuan kerjasama belajar biologi melalui penerapan strategi PAKEM pada siswa kelas VII SMP Negeri VI Kota Samarinda tahun pelajaran 2010/2011. Jurnal Bioedukasi, 2(1).

Mahendra, A. (2007). Teori belajar mengajar motorik FPOK [Bahan ajar]. FPOK UPI.

Sugiarti, T. (1997, Mei). Penelitian tindakan kelas. Makalah disajikan pada Pelatihan Peningkatan Kualifikasi Guru S1 PGSD, Universitas Jember.

Trianto. (2011). Desain pengembangan pembelajaran tematik bagi anak usia dini TK/RA dan anak usia kelas awal SD/MI. Prenada Media Group.

Yamin, M., & Sanan, J. (2013). Panduan PAUD. Gaung Persada Group.

Yulianti. (2009). Pengantar seni tari. ISI Press.

Published

2015-12-18

How to Cite

Yuniastuti, E. (2015). Penerapan pembelajaran tari gantar untuk meningkatkan motorik kasar anak usia dini dengan menggunakan konsep Developmentally Appropriate Practice (DAP) di TK Kartika V-66 Balikpapan tahun pelajaran 2014-2015. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(3), 32-41. https://doi.org/10.17509/jpp.v15i3.1418

Most read articles by the same author(s)