Pengaruh psychomotor therapy pada siswa dengan gangguan spektrum autis dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah

Authors

  • Lilis Maesaroh Universitas Pendidikan Indonesia
  • Bambang Abduljabar Universitas Pendidikan Indonesia
  • Pipit Pitriani Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v20i1.24554

Keywords:

anak autis usia dini, masalah perilaku emosional sosial, pendidikan jasmani, psychomotor therapy

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh dari aktivitas program psychomotor therapy (PMT) untuk mengurangi kondisi masalah dalam aspek perilaku, emosi, dan sosial pada anak dengan gangguan spektrum autisme usia dini. Salah satu upaya penanganannya yaitu membuat anak banyak bermain dan bergerak lebih efisien melalui intervensi program psychomotor therapy. Hal tersebut menjadi alasan untuk digunakannya psychomotor therapy di mana aktivitas yang dilakukan menitikberatkan pada tubuh dan pikiran anak. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan pendekatan sequential exploratory. Metode tersebut dipilih karena peneliti harus mengolah data deskripsi yang menghasilkan penjelasan mengenai kondisi objektif subjek dan pengembangan program psychomotor therapy melalui data kualitatif serta memperoleh data untuk menguji dampak suatu treatment (atau suatu intervensi) melalui data kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan frekuensi pada masalah perilaku repetitif dan perilaku emosional anak, serta terdapat penurunan latensi pada masalah sosial anak.

References

Abduljabar, B. (2012). Pengajaran melalui aktivitas jasmani sebagai bentuk terapi gerak bagi siswa disabilitas di Sekolah Luar Biasa. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga FPKU UPI, 2(1), 82–92.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (DSM-5) (5th ed.). American Psychiatric Publishing.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Emck, C., Plouvier, M., & Van Der Lee-Snel, M. (2012). Body experience in children with intellectual disabilities with and without externalising disorders. Body, Movement and Dance in Psychotherapy, 7(4), 263–275. https://doi.org/10.1080/17432979.2012.713003

Hidayat. (2000). Identifikasi dan asesmen anak autis & layanan pendidikannya. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/19570711985031-HIDAYAT/IDENTIFIKASI_%2526_ASESMEN_ANAK_AUTISX.pdf

Houben, C. (2015). Psychomotor therapy at school. NVPMT: Amsterdam. European Forum of Psychomotricity Journal, 6, 12–20.

Jaja, S. (2014). Bentuk dan metode terapi terhadap anak autisme akibat bentukan perilaku sosial. Jurnal Edukesos, III(1), 119–133.

Kasari, C., & Sterling, L. (2013). Loneliness and social isolation in children with autism spectrum disorders. In R. J. Coplan & J. C. Bowker (Eds.), The handbook of solitude (pp. 409–426). Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781118427378.ch23

Kim, H. S. (2016). Psychosocial treatments for children with autism spectrum disorder. Hanyang Medical Reviews, 36(1), 27. https://doi.org/10.7599/hmr.2016.36.1.27

Kranowitz, C. S. (2005). The out-of-sync child: Recognizing and coping with sensory processing disorder (2nd ed.). A Skylight Press Book.

Leekam, S. R., Prior, M. R., & Uljarevic, M. (2011). Restricted and repetitive behaviors in autism spectrum disorders: A review of research in the last decade. Psychological Bulletin, 137(4), 562–593. https://doi.org/10.1037/a0023341

Liu, T., & ElGarthy, S. G. (2014). Psychomotor training program as a treatment intervention for children with autism spectrum disorder. In R. Todaro (Ed.), Physical education research: Role of school programs, children’s attitudes and health implications (pp. 73–89). Nova Science.

Locke, J., Ishijima, E. H., Kasari, C., & London, N. (2010). Loneliness, friendship quality and the social networks of adolescents with high-functioning autism in an inclusive school setting. Journal of Research in Special Educational Needs, 10(2), 74–81.

Loman, S. (1998). Employing a developmental model of movement patterns in dance/movement therapy with young children and their families. American Journal of Dance Therapy, 20, 101–115.

Martorell, G., Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2014). A child’s world: Infancy through adolescence (13th ed.). McGraw-Hill Education.

Pambudi, A. F. (2010). Target games: Sebuah pengembangan konsep diri melalui pembelajaran pendidikan jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 7(2). https://doi.org/10.21831/jpji.v7i2.418

Probst, M., Knapen, J., Poot, G., & Vancampfort, D. (2010). Psychomotor therapy and psychiatry: What’s in a name? The Open Complementary Medicine Journal, 2, 105–113.

Sugiarmin, M. (2012). Individu dengan gangguan autisme. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR_PEND_LUAR_BIASA/195405271987031-MOHAMAD_SUGIARMIN/INDIVIDU_DENGAN_GANGGUAN_AUTISME.pdf

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kombinasi (mixed methods) (Edisi ke-5). Alfabeta.

Sunanto, J. (2006). Pengantar penelitian dengan subjek tunggal. UPI Press.

Wijayakusuma, H. (2004). Psikoterapi untuk anak autisma: Teknik bermain kreatif non-verbal (Terapi khusus autisma ed. 1). Pustaka Populer Obor.

Yuniar, S. (2003). Masalah perilaku pada gangguan spektrum autism (GSA) [Makalah]. Konferensi Nasional Autisme-1.

Published

2020-04-24

How to Cite

Maesaroh, L., Abduljabar, B., & Pitriani, P. (2020). Pengaruh psychomotor therapy pada siswa dengan gangguan spektrum autis dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 20(1), 62-71. https://doi.org/10.17509/jpp.v20i1.24554