Pengaruh metode latihan interval training dan kebugaran jasmani terhadap peningkatan VO2max atlet sepak bola putri

Authors

  • Aditia Beny Subekti Universitas Pendidikan Indonesia
  • Nina Sutresna Universitas Pendidikan Indonesia
  • udha M Saputra Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v20i3.30348

Keywords:

interval ekstensif, interval intensif, kebugaran jasmani, vo2 maks

Abstract

Prestasi olahraga dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain berkaitan dengan karakteristik cabang olahraga, karakteristik atlet dan metode latihan. Tujuan penelitian mengkaji dampak latihan intensif training dan kebugaran jasmani terhadap peningkatan VO2max pada atlet sepak bola wanita. Metode adalah eksperimen, dengan rancangan faktorial 2 x 2. Desain faktorial. Sampel penelitian atlet sepak bola wanita kabupaten Subang berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes kebugaran jasmani dan VO2max. Hasil penelitian; Rata-rata hasil tes akhir siswa tertinggi adalah siswa yang diberikan metode interval ekstensif dan memiliki tingkat kebugaran tinggi dengan nilai tes akhir rata-rata sebesar 41.68, kemudian rata-rata hasil tes akhir tertinggi berikutnya adalah siswa yang diberikan metode interval intensif dengan tingkat kebugaran tinggi yaitu sebesar 37.80. Selanjutnya, rata-rata hasil tes akhir siswa dengan metode interval ekstensif dan tingkat kebugaran rendah adalah sebesar 37.00, sedangkan rata-rata hasil tes akhir siswa dengan metode interval intensif dan tingkat kebugaran rendah adalah sebesar 36.68. Rekomendasi: VO2max atlet harus diberikan pelatihan dengan tepat, dengan mempertimbangkan kemampuan kebugaran jasmani.

References

Askwith, R. (2016). Emil Zátopek: The greatest Olympian vanished from public life after he defied Russian tanks in 1968. https://www.independent.co.uk/sport/olympics/emil-zatopek-greatest-olympian-who-vanished-public-life-after-he-defied-russian-tanks-1968-a6951031.html

Faude, O., Schnittker, R., Schulte-Zurhausen, R., Müller, F., & Meyer, T. (2013). High intensity interval training vs. high-volume running training during pre-season conditioning in high-level youth football: A cross-over trial. Journal of Sports Sciences, 31(13), 1441–1450. https://doi.org/10.1080/02640414.2013.792953

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to design and evaluate research in education (8th ed.). McGraw-Hill.

Girijiyoyo, S., & Sidik, D. Z. (2012). Ilmu kesehatan olahraga. Remaja Rosdakarya.

Harsono. (1988). Coaching dan aspek-aspek psikologis dalam coaching. Tambak Kusuma.

Mackenzie, B. (2008). 101 tests d’évaluations test.

Moreira, A., Bilsborough, J. C., Sullivan, C. J., Cianciosi, M., Aoki, M. S., & Coutts, A. J. (2015). Training periodization of professional Australian football players during an entire Australian Football League season. International Journal of Sports Physiology and Performance, 10(5), 566–571.

Varley, M. C., Jaspers, A., Helsen, W. F., & Malone, J. J. (2017). Methodological considerations when quantifying high-intensity efforts in team sport using global positioning system technology. International Journal of Sports Physiology and Performance, 12(8), 1023–1028. https://doi.org/10.1123/ijspp.2016-0534.

Published

2020-12-18

How to Cite

Subekti, A. B., Sutresna, N., & Saputra, udha M. (2020). Pengaruh metode latihan interval training dan kebugaran jasmani terhadap peningkatan VO2max atlet sepak bola putri. Jurnal Penelitian Pendidikan, 20(3), 432-437. https://doi.org/10.17509/jpp.v20i3.30348

Most read articles by the same author(s)