Analisis penggunaan tes tertulis tentang keterampilan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah pada mata pelajaran IPA-Biologi SMP
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v20i2.24477Keywords:
keterampilan, mengevaluasi, merancang, penyelidikan ilmiahAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis yang digunakan untuk pokok uji tes menguji keterampilan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah pada pokok bahasan Biologi di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Subjek dari penelitian ini adalah enam sekolah menengah pertama (SMP) berkategori negeri dan swasta berdasarkan nilai Ujian Nasional (UN). Untuk mengungkap penggunaan tes mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, digunakan metode penelitian statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Pada perangkat soal Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) pada mata pelajaran IPA pokok bahasan Biologi yang dianalisis tentang keterampilan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah. Penelitian ini mengembangkan framework PISA yang terintegrasi dengan Kurikulum 2013 untuk menyusun test blueprint dan soal paralel. Soal paralel dikembangkan dengan konteks penyelidikan Biologi pada ekosistem (lingkungan), laboratorium IPA, dan kesehatan pada mata pelajaran IPA pokok bahasan Biologi di SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase soal PTS dan PAS yang digunakan di sekolah yang diteliti belum berbasis keterampilan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah hanya memiliki sebagian kecil (1,87%). Melalui penelitian ini, terungkap bahwa pokok uji tes di sekolah masih berfokus pada hafalan atau ingatan, pemahaman dasar, tidak berbasis penyelidikan ilmiah. Penelitian ini telah menghasilkan rekomendasi test blueprint dan tiga perangkat soal paralel untuk mengukur keterampilan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah. Soal yang direkomendasikan memiliki karakteristik ada data, terangkat dari penyelidikan ilmiah dan konteks kehidupan nyata.
References
Ainscow, M., Farrell, P., & Tweddle, D. (2000). Developing policies for inclusive education: A study of the role of local education authorities. International Journal of Inclusive Education, 4(3), 211–229. https://doi.org/10.1080/13603110050059150
Anagnostopoulou, K., Hatzinikita, V., & Christidou, V. (2012). PISA and biology school textbooks: The role of visual material. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 46, 1839–1845. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.05.389
Arikunto, S. (2006). Metode penelitian kualitatif. Bumi Aksara.
Bybee, R., McCrae, B., & Laurie, R. (2009). PISA 2006: An assessment of scientific literacy. Journal of Research in Science Teaching, 46(8), 865–883. https://doi.org/10.1002/tea.20333
Dirjen Dikdasmen. (2017). Panduan penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan untuk Sekolah Menengah Pertama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Earl, L. (2007). Assessment - A powerful lever for learning. Brock Education Journal, 16(1), 1–8. https://doi.org/10.26522/brocked.v16i1.29
Hernawan, A. H., Zaman, B., & Riyana, C. (2007). Media pembelajaran sekolah. UPI Press.
Hidayatulloh, S. (2017). Analisis kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian Kurikulum 2013 di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar tahun 2016/2017 [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta].
Kazempour, M., & Amirshokoohi, A. (2014). Transitioning to inquiry-based teaching: Exploring science teachers’ professional development experiences. International Journal of Environmental & Science Education, 9, 285–309. https://doi.org/10.12973/ijese.2014.216a
Koentjaraningrat. (1990). Metode-metode penelitian masyarakat. Gramedia.
Koimah, S., & Setiawan, A. R. (2019). Effective learning and teaching. Thesis Commons. https://www.researchgate.net/publication/335986880_Effective_Learning_and_Teaching
Marcharis, D. A. (2015). Beban kognitif siswa pada pembelajaran biologi di SMA berbasis pesantren [Tesis, Universitas Pendidikan Indonesia].
Marzano, R. J., Pickering, D., & McTighe, J. (1993). Assessing student outcomes: Performance assessment using the dimensions of learning model. Association for Supervision and Curriculum Development.
Musfiqon. (2015). Mendesain sekolah unggul. Nizamia Learning Center.
Nisa, M. K., & Rejeki, S. (2017). Analisis kesalahan siswa kelas VII dalam memecahkan soal matematika model PISA konten quantity. Prosiding SEMPOA (Seminar Nasional, Pameran Alat Peraga, dan Olimpiade Matematika), 1–17.
OECD. (2014). PISA 2012 results: What students know and can do. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264201118-en
OECD. (2018). PISA 2015: Results in focus. OECD Publishing.
Pellegrino, J. W., & Hilton, M. L. (Eds.). (2012). Education for life and work: Developing transferable knowledge and skills in the 21st century. The National Academies Press. http://www.nap.edu/catalog.php?record_id=13398
Rustaman, N. Y. (2005). Kemampuan dasar bekerja ilmiah dalam pendidikan sains dan asesmennya. Proceeding of the First International Seminar on Science Education, 1–18.
Ryder, J., & Banner, I. (2013). School teachers’ experiences of science curriculum reform. International Journal of Science Education, 35(3), 490–514. https://doi.org/10.1080/09500693.2012.665195
Schroeder, M., McKeough, A., Graham, S., Stock, H., & Bisanz, G. (2009). The contribution of trade books to early science literacy: In and out of school. Research in Science Education, 39(2), 231–250. https://doi.org/10.1007/s11165-008-9082-0
Scully, D. (2017). Constructing multiple-choice items to measure higher-order thinking. Practical Assessment, Research, and Evaluation, 22(4), 1–13. https://doi.org/10.7275/ca7y-mm27
Setiawan, A. R. (2019). Efektivitas pembelajaran biologi berorientasi literasi saintifik. Thabiea: Journal of Natural Science Teaching, 2(2), 83–94. https://doi.org/10.21043/thabiea.v2i2.5345
Sudarsana, I. K. (2016). Pemikiran tokoh pendidikan dalam buku Lifelong Learning: Policies, Practices, and Programs (perspektif peningkatan mutu pendidikan di Indonesia). Jurnal Penjaminan Mutu, 2(2), 53–64. https://doi.org/10.25078/jpm.v2i2.71
Sudibyo, E., Nurita, T., Qosyim, A., & Sabtiawan, W. B. (2020). Pendampingan pengembangan instrumen penilaian bersandar nasional bagi guru IPA SMP kabupaten Kediri. Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 127–133.
Trilling, B., & Fadel, C. (2012). 21st century skills: Learning for life in our times. John Wiley & Sons.
Wulan, A. R. (2017). Pengertian dan esensi konsep evaluasi, asesmen, tes, dan pengukuran. Jurnal FPMIPA, 1(1), 1–12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Melinda Yustiva Sumarra, Ana Ratna Wulan, Eni Nuraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.