Implementasi model synectics dalam pembelajaran ilustrasi berbasis internalisasi nilai-nilai kearifan lokal
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v15i3.1437Keywords:
ilustrasi, model synectic, nilai-nilai kearifan lokalAbstract
Salah satu kehadiran gambar ilustrasi adalah sebagai aspek visual yang mampu menjembatani komunikasi antarmanusia secara tidak langsung. Pembelajaran ilustrasi sangat dibutuhkan untuk menjawab ketersediaan komunikasi tidak langsung yang efektif. Pengembangan model synectics dalam pembelajaran ilustrasi merupakan salah satu upaya dalam pengembangan kemampuannya. Masalah yang muncul kemudian adalah mengenai implementasinya dalam pembelajaran ilustrasi dengan mengacu pada nilai-nilai kearifan lokal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan menggambar ilustrasi melalui implementasi model pembelajaran synectic berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bentuk pelestarian budaya. Hasil dari penerapannya ternyata menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengolah ide bernilai kearifan lokal berdasarkan hasil tahapan synectic. Secara teknis potensi yang didapat seiring dengan bertambahnya wawasan tersebut adalah kemampuan dalam menggambar ilustrasi bernilai kearifan lokal.
References
Dahlan, M. D. (1984). Model-model mengajar. Diponegoro.
Joyce, B., dkk. (2009). Models of teaching. Pustaka Pelajar.
Ratna, N. K. (2009). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).
Soeteja, Z. S., dkk. (2006). Pendidikan seni rupa. UPI Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2015 Dewi Munawwarah Sya’bani, Yulia Puspita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.