Pembelajaran nilai-nilai kearifan lokal sebagai penguat karakter bangsa melalui pendidikan informal

Authors

  • Novia Wahyu Wardhani Pendidikan Pancasila dan Kewarganeragaan FKIP UMS

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.3504

Keywords:

kearifan lokal, nilai, pembelajaran

Abstract

Penelitian ini bertolak dari keresahan peneliti terhadap banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia, sehingga membuat budaya atau nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Jawa di Keraton Kasunanan Surakarta semakin ditinggalkan dan nilai-nilai modern yang masuk ternyata belum dapat diadopsi secara sempurna oleh masyarakat sehingga mengakibatkan banyaknya manusia yang berkepribadian pecah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembelajaran nilai-nilai kearifan lokal pada tembang Asmarandana dalam Serat Wulang Reh melalui pendidikan informal pada masyarakat Keraton Kasunanan Surakarta sebagai penguat karakter bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak adanya desain pembelajaran yang terprogram dan tersistematis pada pembelajaran nilai-nilai kearifan dalam pendidikan informal karena desain pembelajaran itu sendiri sudah ada di pikiran masing-masing dan berjalan secara spontan, (2) pembelajaran nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan informal tidak terlepas dari tahap-tahap internalisasi nilai, (3) hasil yang diperoleh dari pembelajaran ini adalah terciptanya manusia yang ber-Ketuhanan, berperikemanusiaan, serta mampu berbuat baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan (4) solusi yang pertama adalah adanya dukungan dari orang tua, masyarakat, sekolah, dan pemerintah dalam pembelajaran nilai-nilai kearifan lokal khususnya tembang Asmarandana demi kelangsungan pembelajaran nilai yang baik dan berhasil. Kedua pemberian keteladanan dan pembiasaan berbuat setelah adanya pemahaman dari nilai-nilai tembang Asmarandana. Ketiga adanya keseimbangan antara kemampuan intelektual, kemampuan emosional dan kemampuan spiritual.

References

Abdullah, A. (2006, 15 November). Khasanah budaya karaton Yogyakarta [Makalah]. UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Banks, J. A. (1985). Teaching strategies for the social studies. Longman.

Bertens, K. (2004). Etika. Gramedia Pustaka Utama.

Chang, W. (2007, 14 Agustus). Merawat reputasi bangsa. Kompas, 6.

Djahiri, K. (1984). Strategi pengajaran afektif-nilai-moral VCT dan games dalam VCT. Laboratorium PMPKN IKIP Bandung.

Elias, J. L. (1989). Moral education: Secular and religious. Robert E. Krieger Publishing Co., Inc.

Fraenkel, J. R. (1977). How to teach about values: An analytic approach. Prentice-Hall, Inc.

Hersh, R. H., Miller, J. P., & Fielding, G. D. (1980). Models of moral education: An appraisal. Longman, Inc.

Kartini, K. (1982). Psikologi anak. Alumni.

Machfiroh, R. (2011). Revitalisasi karakter bangsa melalui pendidikan kewarganegaraan dengan pengembangan budaya lokal (Studi kasus budaya macapat di masyarakat Kota Surakarta Jawa Tengah) [Hasil Penelitian]. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Mack, D. (2001). Pendidikan musik antara harapan dan realita. UPI Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Mardiwarsito. (1978). Kamus Jawa kuno. Gramedia Pustaka Utama.

Muhaimin. (1996). Strategi belajar mengajar. Citra Media.

Narimo, S. (2009). Karakteristik psiko-sosio kultural manusia dalam Serat Wulang-Reh karya Pakoe Boewono IV (Tinjauan pendidikan informal masyarakat Jawa) [Hasil Penelitian]. Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Purwadi. (2007). Filsafat Jawa dan kearifan lokal. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Dr.%20Purwadi,%20SS.,M.Hum./2007%20FILSAFAT%20JAWA%20&%20KEARIFAN%20LOKAL.pdf

Rachmat, C. (2012). Menyemai pendidikan karakter berbasis budaya dalam menghadapi tantangan modernitas [Makalah]. Seminar Nasional di Institut Hindu Dharma Negeri, Bali.

Rahmawati, Y. (2009). Peranan musik dalam pembentukan budi pekerti. UPI.

Rest, J. R. (1992). Komponen-komponen utama moralitas. Dalam W. M. Kurtines & J. L. Gerwitz (Eds.), Moralitas, perilaku moral, dan perkembangan moral (M. I. Soelaeman & M. D. Dahlan, Penerj.). Universitas Indonesia.

Samani, M., & Hariyanto. (2011). Konsep dan model pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.

Supadjar, D. (2005). Wulang wuruk Jawa. Pustaka Dian.

Superka, D. P., Ahrens, C., Hedstrom, J. E., Ford, L. J., & Johnson, P. L. (1976). Values education sourcebook. Social Science Education Consortium, Inc.

Tim Pendidikan Karakter Kemendiknas. (2010). Pembinaan pendidikan karakter di sekolah menengah pertama.

Published

2013-06-28

How to Cite

Wardhani, N. W. (2013). Pembelajaran nilai-nilai kearifan lokal sebagai penguat karakter bangsa melalui pendidikan informal. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 56-66. https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.3504