Kemampuan kognitif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran ilmu sosial bagi siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v18i1.11054Keywords:
kemampuan kognitif, pembelajaran ilmu sosial, perkembangan kognitifAbstract
Kemampuan kognitif adalah keterampilan berbasis otak yang diperlukan untuk melakukan tugas apa pun dari yang sederhana hingga yang paling kompleks. Struktur kognitif yang ada pada seorang anak sangat cepat, seperti: mereka akan lebih cepat menangkap dan mengingat sesuatu yang nyata baginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang kemampuan kognitif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran ilmu sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang ditujukan pada pembelajaran Ilmu Sosial pada tingkat Sekolah Dasar. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piaget membagi perkembangan kognitif menjadi empat fase yaitu fase sensorimotor, fase pra-operasional, fase operasi konkret, dan fase operasi formal. Strategi untuk setiap fase adalah dengan menggunakan tindakan dan instruksi yang tepat dari guru. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teori kognitif Piaget telah menyumbangkan tema berkaitan dengan perkembangan kognitif seseorang dan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Ilmu Sosial. Peneliti merekomendasikan pada penelitian selanjutnya untuk mengkaji tahap-tahap perkembangan kognitif yang mempengaruhi kegiatan belajar anak di sekolah maupun di rumah.
References
Abidin, Y. (2009). Guru dan pembelajaran bermutu. Rizqi Press.
Anderson, J. R. (1994). Learning and memory: An integrated approach. Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics, 17(2), 125-126.
Andriana, D. (2011). Tumbuh kembang dan terapi bermain pada anak. Salemba Merdeka.
Atkinson, R. C., & Shiffrin, R. M. (1968). Human memory: A proposed system and its control processes. Academic Press.
Bogdan, R., & Taylor, S. J. (1992). Pengantar metode penelitian kualitatif (A. Rurchan, Trans.). Usaha Nasional.
Darouich, A., Khoukhi, F., & Douzi, K. (2017). Modelization of cognition, activity and motivation as indicators for interactive learning environment. Advances in Science, Technology and Engineering Systems Journal, 2(3), 520-531.
Desmita. (2010). Psikologi perkembangan peserta didik. Remaja Rosdakarya.
Hinde, E. R., & Nancy. (2007). Elementary teachers’ application of Jean Piaget’s theories of cognitive development during social studies curriculum debates in Arizona. The Elementary School Journal, 108(1), 63-79.
Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Ibda, F. (2015). Perkembangan kognitif: Teori Jean Piaget. Intelektual, 3(1), 28-38.
Makmun, A. S. (2012). Psikologi pendidikan perangkat sistem pengajaran modul. Remaja Rosdakarya.
Muslikah, M. (2018). Perkembangan individu [Online]. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/323028558
Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.
Santrock, J. W. (2007a). Child development (11th ed.). McGraw Hill International Editions.
Santrock, J. W. (2007b). Psikologi pendidikan (T. W. B. S., Trans.). Kencana.
Suparno, P. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Kanisius.
Susanto, A. (2011). Perkembangan anak usia dini pengantar dalam berbagai aspeknya. Kencana Prenada Media Group.
Thompson, C. L., & Henderson, D. A. (2007). Counseling children (7th ed.). Thomson.
Yusuf, S., & Juntika, N. (2012). Landasan bimbingan & konseling. Remaja Rosdakarya.
Zainiyati, H. S. (2017). Understanding the cognition process of the students using the internet as a learning resource. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 57-66.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Hasan Basri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.