Transformasi nilai-nilai budaya lokal sebagai upaya pembangunan karakter bangsa
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.3508Keywords:
budaya huyula, karakter bangsa, transformasi nilai-nilai budayaAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan dan keragaman nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia belum optimal dalam upaya pembangunan karakter bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali, mengkaji dan memperoleh gambaran secara deskriptif tentang proses transformasi nilai-nilai budaya Huyula sebagai upaya pembangunan karakter bangsa di Kota Gorontalo. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi, display dan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya Huyula mengandung nilai-nilai luhur Pancasila dapat dijadikan sebagai sarana pembangunan karakter bangsa di Kota Gorontalo.
References
Budimansyah, D., & Suryadi, K. (2008). PKn dan masyarakat multikultural. Sekolah Pascasarjana Program Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia.
Creswell, J. W. (2010). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (A. Fawaid, Penerj.). Pustaka Pelajar. (Karya asli diterbitkan 2009).
Daulima, F. (2004). Aspek-aspek budaya masyarakat Gorontalo. Fitrah.
Eddy. (2009). Kontinuitas sejarah dan pengembangan kebudayaan nasional dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa. Jurnal IPS, 17(32), 1–6.
Geertz, C. (1992). Tafsir kebudayaan (Refleksi budaya). Kanisius.
Hakam, A. K. (2007). Bunga rampai pendidikan nilai. Universitas Pendidikan Indonesia.
Hernandez, H. (1999). Multicultural education: A teacher’s guide to linking context, process, and content. Prentice Hall.
Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan mentalitas dan pembangunan. Gramedia.
Kuntowijoyo. (2006). Budaya dan masyarakat (Edisi Paripurna). Tiara Wacana.
Lickona, T. (1992). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Machfiroh, R. (2011). Revitalisasi karakter bangsa melalui pendidikan kewarganegaraan dengan pengembangan budaya lokal (Studi kasus budaya macapat di masyarakat Kota Surakarta Jawa Tengah) [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Maftuh, B. (2008). Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme melalui pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Educationist, 2(2), 134–144. http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/EDUCATIONIST/Vol._II_No._2-Juli_2008/7_Bunyamin_Maftuh_rev.pdf
Miles, M., & Huberman, A. M. (2007). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. Universitas Indonesia Press.
Mohammad, F., dkk. (2005). Menggagas masa depan Gorontalo. HPMIG Press.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. SAGE Publications.
O’Donoghue, T., & Punch, K. (Eds.). (2003). Qualitative educational research in action: Doing and reflecting. RoutledgeFalmer.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Desain induk pembangunan karakter bangsa tahun 2010-2025.
Pujileksono, S. (2009). Antropologi (Edisi Revisi). UMM Press.
Rahardjo, S. (2010). Sosiologi hukum. Genta Publishing.
Sapriya. (2007). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter warga negara. Jurnal Sekolah Dasar, 16(1), 22–34.
Sapriya. (2008). Perspektif pemikiran pakar tentang pendidikan kewarganegaraan dalam pembangunan karakter bangsa (Sebuah kajian konseptual-filosofis dalam pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan IPS). Jurnal Acta Civicus, 1(2).
Sartini. (2004). Menggali kearifan lokal. Jurnal Filsafat, 37(2).
Suryadi, A. (2012). Pendidikan, investasi SDM dan pembangunan: Isu, teori dan aplikasi untuk pembangunan pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia. Widya Iswara Press.
Syam, F. (2009). Renungan B.J. Habibie membangun peradaban Indonesia. Gema Insani.
Willig, C. (2008). Introducing qualitative research in psychology. Open University Press.
Wulansari, D. C. (2009). Sosiologi konsep dan teori. Rafika Aditama.
Yayasan 23 Januari 1942. (1982). Perjuangan rakyat di daerah Gorontalo, menentang kolonialisme dan mempertahankan negara proklamasi. Gobel Dharma Nusantara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2013 Rasid Yunus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.