Belajar otodidak untuk mencapai kompetensi improvisasi bagi pemain keyboard komunitas band di Bandung

Authors

  • Nindya Maya Kartika Universitas Pendidikan Indonesia
  • Diah Latifah Universistas Pendididkan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17133

Keywords:

belajar otodidak, improvisasi, kreativitas, pemain keyboard komunitas band in bandung

Abstract

Penelitian ini didasari atas kemampuan kreativitas improvisasi pemain keyboard pada band melalui belajar otodidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses belajar otodidak, meningkatkan kreativitas improvisasi pemain keyboard band dalam komunitas Band in Bandung. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif single case design karena menekankan pada sebuah unit kasus dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi untuk mendapatkan data hasil penelitian. Wawancara dilakukan dengan komunikasi mengenai proses awal bermain keyboard, cara untuk meningkatkan kreativitas improvisasi bermain keyboard. Observasi untuk mendapatkan data mengenai proses belajar otodidak guna meningkatkan kreativitas pemain keyboard. Hasil analisis data sebagai berikut: 1. Kreativitas pengembangan akor dengan menambahkan akor tambahan sebagai pemanis lagu, pengembangan melodi dengan menirukan nada-nada melodi tersebut, pengembangan kecepatan jari dengan latihan rutin melalui tangga nada dan nada-nada kromatik, 2. Proses awal mengenal lagu dan improvisasi memainkan keyboard dengan mendengarkan lagu dan memberi variasi nada secara spontan serta menambahkan sound effect keyboard, 3. Kekurangan terletak pada fingering yang tidak seharusnya dan keunggulan belajar keyboard secara otodidak adalah mempunyai rasa musikalitas yang tinggi. Kesimpulannya adalah belajar otodidak bisa untuk meningkatkan kreativitas improvisasi bermain keyboard.

 

References

Aidos, I., Jacobsen, C., Jensen, J. B., Luten, J. B., Padt, A. van der, & Boom, R. M. (2002). Volatile oxidation. Bartlett Publisher.

Armstrong, T. (2011). The best schools: Mendidik siswa menjadi insan cerdas seutuhnya. Kaifa.

Banoe, P. (2003). Kamus musik. Kanisius.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset. Pustaka.

Djohan. (2005). Pengaruh stimulasi elemen tempo dan timbre dalam gamelan Jawa terhadap respon emosi musikal [Skripsi?]. Yogyakarta.

Gibbons, M. (2002). The self-directed learning handbook: Challenging adolescent students to excel. John Wiley & Sons.

Hardjana, S. (2004). Esai dan kritik musik. Galang Press.

Hendro, S. D. (2005). Panduan praktis improvisasi piano rock & blues. Puspa Swara.

Hiemstra, R. (1994). Self-directed learning. Diakses dari http://home.twcny.rr.com/hiemstra/sdlhdbk.html

Maftukhah, S. (2010, November 4). Kreativitas musik dan seni. Kompasiana. https://edukasi.kompasiana.com/2010/11/04/kreativitas-musik-dan-seni-315194.html

Moleong, L. J. (2005). Metodologi kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Munandar, U. (1999). Kreativitas dan keberbakatan. Gramedia Pustaka.

Munandar, U. (2004). Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Gramedia Pustaka.

Samboedi. (1989). Jazz: Sejarah dan tokoh-tokohnya. Dahara Prize.

Sternberg, R. J., & Wagner, R. K. (1999). Readings in cognitive psychology. Thompson Learning.

Suparno, P. (1997). Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Kanisius.

Tellis, W. (1997). Application of a case study methodology. The Qualitative Report, 3(3), 1-19.

Tough, A. (1971). The adult’s learning projects. Ontario Institute for Studies in Education.

Published

2019-04-26

How to Cite

Kartika, N. M., & Latifah, D. (2019). Belajar otodidak untuk mencapai kompetensi improvisasi bagi pemain keyboard komunitas band di Bandung. Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(1), 74-83. https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17133

Most read articles by the same author(s)