Konstruksi relasi gender suku bugis pada karakter emma dalam film athirah (2016)
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v18i3.15007Keywords:
film athirah, konstruksi, relasi genderAbstract
Film yang mengangkat budaya suku Bugis dan kental tentang relasi gender adalah film Athirah yang menceritakan tentang ketegaran perempuan Bugis dalam keluarga sangat berharga. Isu perempuan tidak pernah habis dibicarakan terkait dengan kesetaraan maupun ketidakadilan gender dan paham patriarki di Indonesia bahwa kekuasaan laki-laki yang menentukan keputusan kehidupan perempuan. Pola relasi gender terdiri dari kekuasaan dan status, komunikasi nonverbal, serta pembagian kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi relasi gender dan mitos suku Bugis dalam karakter Emma pada mise en scene film Athirah. Penelitian ini menggunakan kualitatif, pendekatan cultural studies dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes untuk menganalisis objek yang diteliti. Adapun hasil dari penelitian ini ialah relasi gender dalam film Athirah dikonstruksi oleh budaya dari segi ideologi patriarki dan ideologi feminisme. Kesimpulannya adalah konstruksi relasi gender dalam film Athirah ini tersusun dari budaya, ekonomi, serta lingkungan fisik suatu tempat yang saling berkaitan.
References
Azra, A. (2008). Kajian tematik al-Qur’an tentang kemasyarakatan. Angkasa.
Barker, C. (2014). Kamus kajian budaya. Kanisius.
Barthes, R. (2007). Membedah mitos-mitos budaya massa: Semiotika atau sosiologi tanda, simbol dan representasi. Jalasutra.
Beaujot, R., Liu, J., & Ravanera, Z. (2017). Gender inequality in the family setting. Canadian Studies in Population, 44(1-2), 1–13.
Fakih, M. (1996). Analisis gender dan transformasi sosial. Pustaka Pelajar.
Firdaus, J. (2015). Relasi gender dalam keluarga: Islam dan feminisme. Kompasiana. https://www.kompasiana.com
Hasanah, U., & Musyafak, N. (2017). Gender and politics: Keterlibatan perempuan dalam pembangunan politik. SAWWA, 12(3), 409–432.
Hoed, B. H. (2014). Semiotik dan dinamika sosial budaya. Komunitas Bambu.
Kurnia, N. (2017). Consuming gender and disability in Indonesian film. https://www.researchgate.net/publication/326139992_CONSUMING_GENDER_AND_DISABILITY_IN_INDONESIAN_FILM
Murphy, J. N. (2015). The role of women in film: Supporting the men: An analysis of how culture influences the changing discourse on gender representations in film. Journalism Undergraduate Honors Theses, 2, 1–35.
Narwoko, J. D., & Suyanto, B. (2010). Sosiologi: Teks pengantar dan terapan. Pernada Media.
Oláh, L. S., Rudolf, R., & Irena, E. K. (2014). The new roles of men and women and implications for families and societies. European Union’s Seventh Framework Programme (Grant Agreement No. 320116), 1–61.
Parsons, T., & Bales, R. F. (1976). Family: Socialization and interaction process. Routledge, Kegan & Paul.
Rachmawati, A., & Nurrachmi, S. (2012). Cultural studies: Analisis kuasa atas kebudayaan. UPN Veteran.
Sobur, A. (2017). Semiotika komunikasi. Remaja Rosdakarya.
Umar, N. (1999). Argumen kesetaraan gender perspektif Alquran. Paramadina.
Umar, N. (2012). Relasi gender makrokosmos. Republika Online. https://www.republika.co.id
United Nations. (2014). The world survey on the role of women in development on the gender equality and sustainable development. United Nations publication.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Nurul Mutia Diansyah, Riksa Belasunda, Teddy Hendiawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.