Konstruksi sosial remaja Osing terhadap ritus Buyut Cili sebagai civic culture untuk pembentukan jati diri

Authors

  • Agus Suprijono Universitas Negeri Surabaya
  • Gurniwan Kamil Pasya Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v13i2.3431

Keywords:

civic culture, jati diri, konstruksi sosial, ritus buyut cili

Abstract

Fokus penelitian adalah eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi remaja Osing terhadap Buyut Cili serta kesadaran diri atau konstruksi diri. Tujuan penelitian mendeskripsikan pembentukan pengetahuan, internalisasi nilai, dan motif tindakan serta identifikasi kesadaran diri. Metode penelitian fenomenologi, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah remaja Osing dalam konstruksi sosial terhadap realitas sosial dan budaya masyarakatnya mampu mengembangkan domain psiko-sosial yakni kebiasaan berpikir dan bersikap yang menopang berkembangnya harmonisasi kehidupan sosial dan komitmen sebagai anggota masyarakat yang bernalar dan diterima dengan sadar terhadap nilai dan prinsip hidup berdemokrasi.

References

Adian, D. G. (2003). Martin Heidegger. Teraju.

Berger, P. L. (1994). Langit suci: Agama sebagai realitas sosial. LP3ES.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1990). Tafsir sosial atas kenyataan: Risalah tentang sosiologi pengetahuan (H. Basari, Terj.). LP3ES.

Danandjaja, J. (1994). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Grafiti Press.

Dhavamony, M. (1995). Fenomenologi agama (A. Sudiarja dkk., Terj.). Kanisius.

Eliade, M. (2002). The sacred and the profane (Nuwanto, Terj.). Fajar Pustaka Baru.

Endraswara, S. (2003). Falsafah hidup Jawa. Cakrawala.

Heidegger, M. (1996). Being and time (J. Stambaugh, Terj.). State University of New York Press.

Lukes, S. (1972). Emile Durkheim: His life and work. Harper & Row.

O’Dea, T. (1996). Sosiologi agama: Suatu pengenalan awal. Raja Grafindo Persada.

Ritzer, G. (1980). Sociology: A multiple paradigm science. Allyn and Bacon.

Riyanto, G. (2009). Peter L. Berger: Perspektif metateori pemikiran. LP3ES.

Saputra, H. S. P. (2008). Dimensi religiositas dan mekanisme mistis: Refleksi budaya lokal orang Using Banyuwangi. Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(2), 70–74.

Sartre, J. P. (1948). Being and nothingness (H. E. Barnes, Terj.). Philosophical Library.

Subaharianto, A. (1996). Mitologi Buyut Cili dalam pandangan orang Using di Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi [Laporan Penelitian]. Universitas Jember.

Sunarlan. (2008). Using: Masyarakat yang kaya kesenian, tetapi sering terbelit masalah politik. Dalam Pemetaan kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah upaya pencarian nilai-nilai positif. Pemerintah Propinsi Jawa Timur: Biro Mental Spiritual.

Suparno, P. (1997). Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Kanisius.

Thompson, M. (1990). Cultural theory. Westview Press.

Vera-Godoy, H. (1971). Marcel Mauss’ sociological system: An essay in method interpretation [Thesis]. University of Notre Dame.

Waters, M. (1994). Modern sociological theory. SAGE Publications.

Published

2013-12-27

How to Cite

Suprijono, A., & Pasya, G. K. (2013). Konstruksi sosial remaja Osing terhadap ritus Buyut Cili sebagai civic culture untuk pembentukan jati diri. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(2), 185-195. https://doi.org/10.17509/jpp.v13i2.3431