Kajian penciptaan “green jobs” melalui pengelolaan limbah biomassa menjadi arang dan asap cair dengan teknik pirolisis

Authors

  • Imas Aisyah Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v23i1.56991

Keywords:

biomassa, green jobs, pirolisis

Abstract

Teknik pirolisis merupakan salah satu teknik konversi yang bisa direkomendasikan untuk mengolah limbah biomassa. Teknik ini juga merupakan salah satu alternatif pengolahan limbah biomassa yang dipandang cukup prospektif untuk dikembangkan. Teknik pirolisis adalah teknik pengelolaan terpadu, di mana dalam satu alat pirolisis yang sama akan dihasilkan beberapa macam produk yaitu arang, asap cair, tar, dan gas-gas yang tidak terkondensasi yang semuanya memiliki multimanfaat dan dapat digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan di segala bidang. Pengelolaan limbah dengan teknik pirolisis termasuk ke dalam salah satu aktivitas “green jobs” atau pekerjaan yang layak dan memiliki kontribusi melestarikan atau memulihkan lingkungan, dapat membantu meningkatkan efisiensi energi, membatasi emisi gas rumah kaca, meminimalkan limbah dan polusi, melindungi serta memulihkan ekosistem serta mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim, juga menstimulasi perekonomian hijau, sehingga aktivitas ini perlu disupport oleh masyarakat lokal, pemerintah daerah/setempat dan pemerintah pusat.

References

Abdullah K., Irwanto Ak., Siregar N., Agustina E., Tambunan A. H., Yamin M., Hartulistyoso E., Purwanto Y. A., Wulandari D., & Nelwan L. O. (1998). Energi dan listrik pertanian. JICA–DGHE / IPB Project / ADAET.

Amrullah, A. (2020). Pabrik arang Cilincing sebabkan polusi udara Jakarta. Diakses pada 14 Februari 2023 dari https://www.republika.co.id/berita/qg18s6396/pabrik-arang-cilincing-sebabkan-polusi-udara-jakarta

Anonim. (2014). Metode-metode pembuatan arang. Diakses 26 Juni 2018 dari http://hutanbaubau.blogspot.com/2014/07/metode-metode-pembuatan-arang.html

Anonim. (2019a). Green jobs: Pekerjaan ramah lingkungan. Diakses 7 Januari 2022 dari https://coaction.id/green-jobs-pekerjaan-ramah-lingkungan/

Anonim. (2023). Green jobs. Diakses 2 Februari 2023 dari https://coaction.id/green-jobs/

Arif B. A., Budiyanto A., Diyono W., & Richana N. (2017). Optimasi waktu fermentasi produksi bioetanol dari dedak sorgum manis (Sorghum bicolor L) melalui proses enzimatis. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 14(2), 67-78.

Bertrand V., Dequiedt B., & Cadre E. L. (2014). Biomass for electricity in the EU-27: Potential demand CO₂ abatements and break even prices for co-firing. Journal of Energy Policy, 73, 631-644.

Choi G. G., Jung S. H., Oh S. J., & Kim J. S. (2014). Total utilization of waste tire rubber through pyrolysis to obtain oils and CO₂ activation of pyrolysis char. Fuel Processing Technology, 123, 57. https://doi.org/10.1016/j.fuproc.2014.02.007

Darmaji P. (2002). Optimasi proses pembuatan tepung asap. Agritech, 22(4), 172-177.

Dassapa S., Mukunda H. S., Paul P. J., & Rajan N. K. S. (2003). Biomass to energy. Indian Institute of Science.

Devi. (2019). Tentang pemanasan global dan fakta-fakta menariknya. Diakses 2 Februari 2023 dari https://news.detik.com/berita/d-4718212/tentang-pemanasan-global-dan-fakta-fakta-menariknya

Lehmann J., Gaunt J., & Rondon M. (2006). Bio-char sequestration in terrestrial ecosystem: A review. Mitigation and Adaptation Strategies for Global Change, 11, 403-427.

Mande S., & Kishore V. V. N. (2007). Towards cleaner technologies: A process story on biomass gasifiers for heat applications in small and micro enterprises. TERI Press.

Murtadho D., & Sa’id E. G. (1988). Penanganan dan pemanfaatan limbah padat. Mediyatama Sarana Perkasa.

Nasrun, Jalaluddin, & Mahfuddhah. (2015). Pengaruh jumlah ragi dan waktu fermentasi terhadap kadar bioethanol yang dihasilkan dari fermentasi kulit pepaya. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 4(2), 1-10.

Palit D., & Mande S. (2007). Biomass gasifier systems for thermal applications in rural areas. Boiling Point, 53.

Papilo P., Kunaifi, Hambali E., Nurmiati, & Pati R. F. (2015). Penilaian potensi biomassa sebagai alternatif energi kelistrikan. Jurnal PASTI, 2, 164-176.

Paris O., Zollfrank C., & Zickler A. G. (2005). Decomposition and carbonization of wood biopolymer: Microstructural study of wood pyrolysis. Carbon, 43, 53-66. https://doi.org/10.1016/j.carbon.2004.08.034

Pranoto B., Pandin M., Fithri S. R., & Nasution S. (2013). Peta potensi limbah biomassa pertanian dan kehutanan sebagai basis data pengembangan energi terbarukan. Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan, 12(2), 123-130.

Rajvanshi A. K., & Joshi M. S. (1989). Development and operational experience with topless wood gasifier running a 3.75 kW diesel engine pumpset. Biomass, 19, 47-56.

Setiyono. (2004). Pedoman teknis pengelolaan limbah industri kecil. Kementerian Lingkungan Hidup.

Soldera S., Sebastianutto N., & Bortokmenzzi R. (2008). Composition of phenolic compound and antioxidant activity of commercial aqueous smoke flavorings. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 56, 2727-2734. https://doi.org/10.1021/jf072117d

Syamsiro M. (2016). Peningkatan kualitas bahan bakar padat biomassa dengan proses densifikasi dan torrefaksi. Jurnal Mekanik Sistem Termal, 1(1), 7-13.

Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 21 Ayat (21).

Xingang Z., Zhongfu T., & Pingkuo L. (2013). Development goal of 30 GW for China’s biomass power generation: Will it be achieved? Journal of Renewable and Sustainable Energy Reviews, 25, 10-317.

Published

2023-04-28

How to Cite

Aisyah, I. (2023). Kajian penciptaan “green jobs” melalui pengelolaan limbah biomassa menjadi arang dan asap cair dengan teknik pirolisis. Jurnal Penelitian Pendidikan, 23(1), 83-91. https://doi.org/10.17509/jpp.v23i1.56991

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.