Penerapan model pembelajaran challenge inquiry untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar peserta didik pada kompetensi dasar merakit sistem kontrol membalik arah putaran motor induksi 3 fasa

Authors

  • Saul Samosir Pakpahan SMK Negeri 12 Bandung

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17138

Keywords:

hasil belajar peserta didik, model challenge inquiry, ptk

Abstract

Penerapan model pembelajaran challenge inquiry dilatarbelakangi hasil pengamatan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran Electric Machine and Motor Control pada kompetensi dasar Merakit Sistem Kontrol Membalik Arah Putaran Motor Induksi 3 Fasa di kelas XI KPU 2 memiliki beberapa kendala, seperti proses pembelajaran berpusat pada guru, kurangnya keaktifan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, kurangnya keterbukaan dan kegiatan interaksi antara guru-peserta didik dan interaksi peserta didik dengan peserta didik. Hal ini berdampak pada pencapaian hasil belajar peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) hanya 3,03% dari 33 peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan profil kegiatan pembelajaran, sehingga dari hasil gambaran tersebut peneliti dapat menyusun rencana perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus dan setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi aktivitas peserta didik, lembar evaluasi akhir pembelajaran, dan lembar penilaian praktikum. Hasil penelitian setelah dilakukan tindakan, observasi dan refleksi diperoleh jumlah peserta didik yang aktif sesuai dengan pengamatan di lapangan pada siklus I sebesar 55,72% (pada skala 100); pada siklus II sebesar 76,14% dan pada siklus III sebesar 80,59% dari seluruh peserta didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran challenge inquiry. Hasil belajar siswa pada setiap siklus diperoleh nilai rata-rata pada siklus I sebesar 67; pada siklus II sebesar 72 dan pada siklus III sebesar 78,8. Dengan jumlah peserta didik yang mendapatkan nilai ≥ 75 pada siklus I sebanyak 8 peserta didik, pada siklus II sebanyak 16 peserta didik, dan pada siklus III sebanyak 32 peserta didik. Dari hasil wawancara dengan observer dan peserta didik, pembelajaran challenge inquiry mampu membangkitkan motivasi, lebih fokus, terarah dalam mengikuti pembelajaran dan lebih efektif dalam memanfaatkan waktu belajar. Kegiatan interaksi guru-peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik lebih terbuka sehingga kesulitan peserta didik bisa teratasi. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan selama penerapan model pembelajaran challenge inquiry dapat meningkatkan aktivitas kegiatan pembelajaran peserta didik serta hasil belajar peserta didik.

 

References

Amelia, D. R. (2007). Kajian kemampuan siswa pada pemecahan masalah menggunakan model praktikum challenge inquiry pada sub konsep pencemaran air [Skripsi]. Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Bandung.

Arikunto, S. (2009). Penelitian tindakan kelas. Bumi Aksara.

Jatisunda, M. G. (2017). Hubungan self-efficacy siswa SMP dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics), 1(2), 24–30. http://www.unma.ac.id/jurnal/index.php/th/article/view/375/355

Kurniati, D., Harimukti, R., & Jamil, N. A. (2016). Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP di Kabupaten Jember dalam menyelesaikan soal berstandar PISA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 20(2), 142–155. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/view/8058/8444

Kusuma, W. (2009). Mengenal penelitian tindakan kelas. Indeks.

Masek, A., & Yamin, S. (2012). The impact of instructional methods on critical thinking: A comparison of problem-based learning and conventional approach in engineering education. International Scholarly Research Notices, 2012, 1-6. https://www.hindawi.com/journals/ismr/2012/759241/

Munaf, S. (2001). Evaluasi pendidikan fisika [Tidak diterbitkan]. UPI Bandung.

National Science Foundation. (1999). *Inquiry: Thoughts, views, and strategies for the K-5 classroom* (A Monograph for Professionals in Science, Mathematics, and Technology Education). Directorate for Education and Human Services.

Rahmawati, R. (2016). Desain didaktis dengan model inkuiri untuk mengembangkan kemampuan dan disposisi pemecahan masalah matematis [Skripsi]. Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/24809/

Sanjaya, W. (2009). Strategi pembelajaran. Kencana Prenada Media Grup.

Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Sudjana, N. (2003). Penilaian proses belajar mengajar. Tarsito.

Sulipan. (2010). Penelitian tindakan kelas. Pusat Penerbitan Universitas.

Suparno, P. (2008). Riset tindakan untuk pendidikan. Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Published

2019-04-26

How to Cite

Pakpahan, S. S. (2019). Penerapan model pembelajaran challenge inquiry untuk meningkatkan kemampuan dan hasil belajar peserta didik pada kompetensi dasar merakit sistem kontrol membalik arah putaran motor induksi 3 fasa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 19(1), 116-126. https://doi.org/10.17509/jpp.v19i1.17138

Most read articles by the same author(s)