Literasi numerasi di SDN Kota Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v24i3.77765Keywords:
literasi, numerasi, program, sekolah dasarAbstract
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan (1) rancangan program literasi numerasi, (2) pelaksanaan program literasi numerasi, (3) upaya mengatasi hambatan pelaksanaan program literasi numerasi, (4) faktor pendukung pelaksanaan program literasi numerasi, dan (5) faktor penghambat pelaksanaan program literasi numerasi. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) rancangan literasi numerasi di SDN 1 Linggajaya Kota Tasikmalaya secara umum belum terprogram dan secara khusus menyesuaikan materi literasi numerasi pada pembelajaran matematika (kelas 4, 5, dan 6) dan tema (kelas 1, 2 dan 3) kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan program literasi numerasi sudah sesuai dengan tiga tahapan program literasi sekolah yaitu tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran, serta sesuai dengan lima indikator literasi numerasi. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan program literasi numerasi sudah berpedoman pada tujuan umum literasi di sekolah. (4) Faktor pendukung antara lain pemerintah dan sasaran program literasi numerasi. (5) Faktor penghambat berpedoman pada tiga sasaran literasi numerasi. Sasaran literasi numerasi yakni basis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat.
References
Abidin, Y., Mulyati, T., & Yunansah, H. (2017). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Bumi Aksara.
Byers, W. (2010). How mathematicians think: Using ambiguity, contradiction, and paradox to create mathematics. Princeton University Press.
Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. (2016). Menumbuhkan budaya literasi di sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ekowati, D. W., Astuti, Y. P., Utami, I. W. P., Mukhlishina, I., & Suwandayani, B. I. (2019). Literasi numerasi di SD Muhammadiyah. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 3(1), 93-103. http://dx.doi.org/10.30651/else.v3i1.2541
Faizah, U. D., Sufyadi, S., Anggraini, L., Waluyo, Dewayani, S., Muldian, W., & Roosaria, D. R. (2016). Panduan gerakan literasi sekolah di sekolah dasar. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Heruman. (2013). Model pembelajaran matematika di sekolah dasar. Remaja Rosdakarya.
Ibrahim, G. A., Ismaili, H. D., Zabadi, F., Ali, N. B. V., Alipi, M., Antoro, B., Hanifah, N., Miftahussururi, Noorthertya, M., Syahriana, Q., & Aziz, M. (2017). Peta jalan gerakan literasi nasional. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Gerakan literasi nasional: Materi pendukung literasi numerasi. Tim Gerakan Literasi Nasional.
Prihartini, F. W. (2017). Analisis pelaksanaan gerakan literasi sekolah (GLS) pada kelas rendah di SDN Punten 1 Batu [Skripsi]. FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.
Riadi, M. (2023). Literasi numerasi: Pengertian, indikator dan tingkatan. Kajian Pustaka. https://www.kajianpustaka.com/2023/09/literasi-numerasi.html
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Weilin, H., Susanto, D., Dewayani, S., Pandora, P., Hanifah, N., Miftahussururi, Noorthertya, M. (2017). Peta jalan gerakan literasi nasional. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Wiedarti, P., dkk. (2016). Desain induk gerakan literasi sekolah. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Rena Andriana, Karlimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.