Efektivitas penerapan model pembelajaran inquiry learning dan problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas IV SD
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v22i2.48959Keywords:
inquiry learning, kemampuan pemecahan masalah, problem based learningAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan keefektifan model pembelajaran Inquiry Learning dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning yang digunakan pada mata pelajaran matematika khususnya pada luas dan keliling bangun datar ditinjau dari kemampuan matematika siswa kelas IV. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasi-experimental atau sering dikenal sebagai penelitian semu. Dengan populasi seluruh peserta didik kelas IV di SD Negeri Wringinputih 02 dan SD Negeri Wringinputih 03. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik nontes berupa observasi dan tes berupa soal uraian. Desain penelitian yang digunakan adalah The Static-Group Comparison. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas sedangkan perbedaannya ditentukan dengan uji-t (Independent Samples T-test). Penelitian ini menemukan bahwa guru memilih model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dalam materi luas dan keliling bangun datar khususnya bangun datar (persegi, persegi panjang dan segitiga) karena model Problem Based Learning (PBL) mampu menciptakan lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Untuk merangsang proses berpikir, guru dapat menggunakan strategi Polya, di mana siswa diminta untuk memecahkan masalah secara runtut dimulai dari memahami masalah, menentukan rencana, melaksanakan rencana dan melihat kembali. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan uji-t kemampuan pemecahan masalah pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning secara signifikan lebih unggul dibandingkan model pembelajaran Inquiry Learning dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD khususnya pada luas dan keliling bangun datar persegi, persegi panjang dan segitiga.
References
Abbudin. (2013). Definisi PBL. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Anugraheni, I. (2017). Penerapan pembelajaran kolaboratif model learning together untuk meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung matematika mahasiswa Biak Papua. In JOINT INTERNATIONAL SEMINAR (pp. 148–154).
Asriningtyas, A. N. (2018). Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa kelas 5 SD. Jurnal Basicedu, 2(2), 23–31. https://doi.org/10.31004/basicedu.v2i2.137
Astari, F. A., Suroso, S., & Yustinus, Y. (2018). Efektifitas penggunaan model discovery learning dan model problem based learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 3 SD. Jurnal Basicedu, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.31004/basicedu.v2i1.20
Emmy Natsir, & Jamila. (2021). Problematika guru dan siswa dalam proses pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di UPTD SMP Negeri 1 Parepare. L Ma’ Arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 3(2), 101–110.
Fauza, A., Napitupulu, E., & Khairani, N. (2020). Perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan motivasi belajar siswa menggunakan pembelajaran penemuan terbimbing dan pembelajaran ekspositori. Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 61–67. https://doi.org/10.24114/paradikma.v13i3.22918
Gaol, D. K. L., & Makmur, S. (2014). Pengaruh model pembelajaran inquiry training menggunakan media powerpoint terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Impafi, 2(2), 30–39.
Gunantara, G., Suarjana, I. M., & Riastini, P. N. (2014). Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V. MIMBAR PGSD Undiksha, 2(1). https://doi.org/10.23887/jipgsd.v2i1.2058
Hafely, H., Bey, A., Jazuli, L. O. A., & Sumarna, N. (2019). Pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa SMP. Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 194–202. https://doi.org/10.36709/jpm.v9i2.5869
Indarwati, D., Wahyudi, W., & Ratu, N. (2014). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan problem based learning untuk siswa kelas V SD. Satya Widya, 30(1), 17–27. https://doi.org/10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p17-27
Laily, I. F. (2014). Hubungan kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan memahami soal cerita matematika sekolah dasar. Eduma: Mathematics Education Learning and Teaching, 3(1). https://doi.org/10.24235/eduma.v3i1.8
Mar’ah, N. K. (2020). Perubahan proses pembelajaran daring pada siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 111–122.
Suhada, H. (2017). Model pembelajaran inquiry dan kemampuan berpikir kritis terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V pada mata pelajaran IPA. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 63–68. http://doi.org/10.21009/JPD
Susilowati, R. D., & Wahyudi, W. (2020). Efektivitas model pembelajaran inquiry dan problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika kelas IV SD. Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, 8(1), 49–56. https://doi.org/10.25273/jems.v8i1.6084
Wahyudi, & Anugraheni, I. (2017). Strategi pemecahan masalah matematika. Satya Wacana University Press.
Wahyudi, S., & Anugraheni, I. (2020). Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV dalam pembelajaran tematik. Magistra: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 7(2), 73–82.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Risa Wijayanti, Indri Anugraheni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.