Pemecahan masalah spasial matematis calon guru matematika ditinjau dari langkah-langkah pemecahan masalah Polya

Authors

  • Fiki Alghadari STKIP Kusuma Negara jakarta

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v16i3.4816

Keywords:

analisis kualitatif, kemampuan visualisasi spasial, langkah-langkah polya, mahasiswa, pemecahan masalah spasial

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi subjek studi dalam menyelesaikan masalah spasial dengan mengaplikasikan langkah-langkah umum pemecahan masalah dari Polya. Objek studi yaitu tulisan jawaban penyelesaian tes kemampuan pemecahan masalah spasial matematis yang dibuat oleh subjek. Subjek studi ini adalah tiga orang mahasiswa tahun pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis difokuskan pada beberapa tulisan jawaban oleh subjek. Kelemahan subjek pada kemampuan pemecahan masalah spasial terlihat pada kekeliruan berimajinasi membentuk mental image membayangkan spatial imagery atau visual imagery dalam pemikirannya, sehingga subjek perempuan gagal membuat transformasi spasial dengan benar. Kegagalan ini merupakan masalah pada kemampuan visualisasi spasial dan akan berdampak pula pada gagalnya memecahkan masalah spasial. Hasil analisis yang tidak konsisten ditemukan antara analisis tes pertama dan yang kedua, karena kualitas tes memang berbeda secara spasial.

References

Ehrlich, S. B., et al. (2006). The importance of gesture in children’s spatial reasoning. Developmental Psychology, 42(6), 1259–1268.

Garderen, D. V. (2006). Spatial visualization, visual imagery, and mathematical problem solving of students with varying abilities. Journal of Learning Disabilities, 39(6), 496–506.

Geary, D. C., et al. (2000). Sex differences in spatial cognition, computational fluency, and arithmetical reasoning. Journal of Experimental Child Psychology, 77(4), 337–353.

Guven, B., & Kosa, T. (2008). The effect of dynamic geometry software on student mathematics teachers’ spatial visualization skills. The Turkish Online Journal of Educational Technology, 7(4), 100–111.

Hegarty, M., & Kozhevnikov, M. (1999). Types of visual-spatial representations and mathematical problem solving. Journal of Educational Psychology, 91(4), 684–689.

National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and standards for school mathematics. NCTM.

Pohl, C. Q., & Lehmann, W. (2002). Girls’ spatial abilities: Charting the contributions of experiences and attitudes in different academic groups. British Journal of Educational Psychology, 72(2), 245–260.

Shadiq, F. (2004). Pemecahan masalah, penalaran dan komunikasi. DEPDIKNAS.

Shadiq, F. (2009). Kemahiran matematika. DEPDIKNAS.

Sipus, Z. M., & Cizmesija, A. (2012). Spatial ability of students of mathematics education in Croatia evaluated by the mental cutting test. Annals Mathematicae et Informaticae, 40, 203–216

Steedly, K., et al. (2008). Effective mathematics instruction. National Dissemination Center for Children with Disabilities, 1(1), 1–11.

Suherman, E. (2001). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Universitas Pendidikan Indonesia.

Sumarmo, U. (2013). Berpikir dan disposisi matematik serta pembelajarannya. FMIPA UPI.

Turgut, M., & Yilmaz, S. (2012). Relationships among preservice primary mathematics teachers’ gender, academic success and spatial ability. International Journal of Instruction, 5(2), 5–20.

Unal, H., et al. (2009). Differences in learning geometry among high and low spatial ability pre-service mathematics teachers. International Journal of Mathematical Education in Science and Technology, 40(8), 997–1012.

Yilmaz, H. B. (2009). On the development and measurement of spatial ability. International Electronic Journal of Elementary Education, 1(2), 83–96.

Published

2016-12-16

How to Cite

Alghadari, F. (2016). Pemecahan masalah spasial matematis calon guru matematika ditinjau dari langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Jurnal Penelitian Pendidikan, 16(3), 226-234. https://doi.org/10.17509/jpp.v16i3.4816

Most read articles by the same author(s)