Pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematik siswa SMA
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v13i2.3428Keywords:
disposisi berpikir kritis matematik, kemampuan berpikir kritis matematik, pembelajaran berbasis-masalahAbstract
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematik siswa, sedangkan tujuannya untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis-masalah dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol nonekivalen menggunakan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen mendapat pembelajaran matematika berbasis-masalah dan kelas kontrol mendapat pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis, dan skala disposisi berpikir kritis. Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolah menengah atas. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA dengan sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri di Tanjungpandan Bangka Belitung dengan responden penelitiannya adalah siswa kelas X sebanyak dua kelas yang dipilih secara acak dari enam kelas yang ada. Analisis data kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematik menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang mendapat pembelajaran matematika berbasis-masalah lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Analisis data skala memperlihatkan bahwa peningkatan disposisi berpikir kritis matematik siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis-masalah tidak lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Pembelajaran berbasis-masalah memungkinkan sebagai alternatif pembelajaran untuk diimplementasikan di SMA.
References
Duch, B. J., Groh, E., & Allen, D. E. (2001). The power of problem-based learning. Stylus Publishing, LLC.
Halpern, D. F. (1998). Teaching critical thinking for transfer across domains: Dispositions, abilities, structure training, and metacognitive monitoring. American Psychologist, 53(4).
Krismanto, A. (2003). Beberapa teknik, model, dan strategi dalam pembelajaran matematika. Depdiknas.
NCTM. (2000). Principles and standards for school mathematics. NCTM Inc.
Permana, Y., & Sumarmo, U. (2007). Mengembangkan kemampuan penalaran dan koneksi matematik siswa SMA melalui pembelajaran berbasis masalah. Educationist, 1(2).
Prabawati, M. N. (2011). Pengaruh penggunaan pembelajaran kontekstual teknik SQ3R terhadap peningkatan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematik siswa [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Rimiene, V. (2002). Assessing and developing students’ critical thinking. Psychology Learning and Teaching, 2(1), 17–22.
Ruseffendi, E. T. (2010). Dasar-dasar penelitian pendidikan dan bidang noneksakta lainnya. Tarsito.
Sabandar, J. (2007). Berpikir reflektif dalam pembelajaran matematika [Makalah tidak diterbitkan]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Saurino, D. R. (2008). Concept journaling to increase critical thinking dispositions and problem solving abilities in adult education. The Journal of Human Resource and Adult Learning, 4(1).
Shadiq, F. (2008). Psikologi pembelajaran matematika di SMA. Depdiknas.
Shadiq, F. (2009). Kemahiran matematika. Depdiknas.
Stedman, N. L. P., & Andenoro, A. C. (2007). Identification of relationships between emotional intelligence ability and critical thinking disposition in undergraduate leadership students. Journal of Leadership Education, 6(1). http://www.journalofleadershiped.org/Resources/Documents/jole/2007_winter/Jole_6_1_Stedman_Andenoro.pdf
Sugandi, A. I. (2010). Pengaruh pembelajaran berbasis-masalah dengan setting kooperatif tipe jigsaw terhadap pencapaian kemampuan matematik tingkat tinggi dan kemandirian belajar siswa SMA [Disertasi]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Sumarmo, U. (2011). Pendidikan karakter dan pengembangan kemampuan berpikir dan disposisi matematik serta pembelajarannya. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UPI.
Sumarmo, U., Hidayat, W., Zulkarnaen, R., Hamidah, & Sariningsih, R. (2012). Kemampuan dan disposisi berpikir logis, kritis, dan kreatif matematik. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UPI.
Suryadi, D. (2001). Penggunaan pendekatan pembelajaran tidak langsung serta pendekatan gabungan langsung dan tidak langsung dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir matematik tingkat tinggi siswa SLTP [Disertasi]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Sutawidjaja, A., & Dahlan, J. A. (2011). Pembelajaran matematika. Universitas Terbuka.
Widdiharto, R. (2008). Diagnosis kesulitan belajar matematika SMP dan alternatif proses remidinya. Depdiknas.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2013 Fiki Alghadari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.