Pengembangan keterampilan gerak dasar motorik kasar melalui pembelajaran seni tari kipas pada anak tunarungu
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v16i1.2485Keywords:
gerak dasar motorik kasar, pembelajaran seni tari kipas, tunarunguAbstract
Pembelajaran seni tari merupakan pembelajaran yang dapat membantu anak dalam mencapai perkembangan potensi anak seperti: pembentukan fisik, emosional, sosialisasi, perubahan tingkah laku, dan daya pikir, sehingga diharapkan anak mampu berpikir kreatif, dengan kata lain belajar aktif untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pembelajaran seni tari pada anak tunarungu memerlukan suatu pendekatan yang dilakukan oleh pendidik, guna mengembangkan kreativitas gerak anak tunarungu, dalam penelitian ini mengembangkan gerak dasar motorik kasar anak tunarungu. Untuk mengembangkan gerak dasar motorik kasar anak tunarungu dibutuhkan pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya melalui pembelajaran seni tari kipas, karena pembelajaran seni tari kipas ini mengarahkan anak untuk aktif bergerak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A yang mana pada baseline-1 (A-1) dilakukan empat sesi, pada intervensi (B) delapan sesi, sedangkan pada baseline-2 (A-2) dilakukan empat sesi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada baseline-1, nilai persentase subjek berinisial RPS 37%. Setelah diberikan intervensi pada baseline-2 mengalami peningkatan yaitu 73%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran seni tari kipas dapat dijadikan salah satu cara untuk mengembangkan gerak dasar motorik kasar anak tunarungu.
References
Afifa, N. (2007). Peran seni dalam menumbuhkembangkan kreativitas siswa.
Alat Bantu Dengarku. (2011, 9 Oktober). Anak tunarungu. http://alatbantudengarku.wordpress.com/2011/10/09/anak-tunarungu
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta.
Atmadibrata, E. (2003). Seni tari dalam pendidikan. Buletin Kebudayaan Jawa Barat.
Delphie, B. (2006). Gerak irama. Rizqi Press.
Ilmu Kesehatan dan Keperawatan. (2010, November). Klasifikasi dan karakteristik tunarungu. http://ilmukesehatandankeperawatan.blogspot.com/2010/11/klasifikasi-dan-karakteristik-tunarungu.html
Lani, B., & Cecilia, S. (2000). Penguasaan bahasa anak tunarungu. Yayasan Santi Rama.
Lubis, L. (2012, Oktober). Karakteristik anak tunarungu. http://lylalubis.blogspot.com/2012/10/karakteristik-anak-tunarungu.html
Mahendra, A. (2007). Modul teori belajar mengajar motorik. UPI Press.
Muslim, dkk. (1996). http://repository.upi.edu/skripsilist.php?start=61
Novianti, E. (2011). Pembelajaran seni tari jaipong dalam mengembangkan gerak dasar motorik kasar anak tunarungu [Skripsi]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Pangrazi, R. P., & Dauer, V. P. (1995). Dynamic physical education for elementary school children. Allyn and Bacon.
Somad, P. (2008, 4 April). Definisi dan klasifikasi tunarungu. http://permanarian16.blogspot.com/definisi-dan-klasifikasi-tunarungu.html
Somantri, T. S. (2005). Psikologi anak luar biasa. Refika Aditama.
Sugirno, E. (2011). Peran pendidikan keterampilan motorik anak usia dini. www.Zidu.com
Sunanto, J., Takeuchi, K., & Nakata, H. (2006). Penelitian dengan subjek tunggal. UPI Press.
Suriasumantri, J. (2003). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Total Grafika Indonesia.
Tim Bina Karya Guru. (2003). Kerajinan tangan dan kesenian untuk SD kelas 6. Erlangga.
Tim Penyusun. (2006). Standar kompetensi dan kompetensi dasar sekolah dasar luar biasa tunarungu. Departemen Pendidikan Nasional.
Wikipedia. (2012, November). Gerakan motorik. http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_motorik
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2016 Dudi Gunawan, Marisyanti Indahsari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.