Analisis kebijakan dan implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan guru SMK

Authors

  • Henson Febri Wendi
  • Lilis Widaningsih
  • Mumu Komaro

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v25i1.81507

Keywords:

guru kejuruan, kebijakan dan implementasi, pengembangan keprofesian berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesenjangan antara kebijakan dan implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru SMK di Indonesia, dengan fokus pada bidang otomotif. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dan wawancara, studi ini mengidentifikasi bahwa meskipun Indonesia memiliki kerangka kebijakan PKB yang komprehensif, tercermin dalam Permenneg PAN-RB Nomor 16/2009, Inpres Nomor 9/2016, dan Perpres Nomor 68/2022, implementasinya di lapangan masih menghadapi tantangan signifikan. Program-program yang telah dijalankan (PPG, Induksi Guru Pemula, Platform Merdeka Mengajar, SMK Pusat Keunggulan, Upskilling dan Reskilling, MGMP, dan magang industri) belum efektif mengembangkan kompetensi guru kejuruan otomotif karena ketidaksesuaian konten dengan kebutuhan industri, dominasi pendekatan teoretis dibanding praktis, keterbatasan akses ke pengalaman industri, durasi program yang singkat, beban administratif berlebih, ketiadaan sistem transfer pengetahuan yang efektif, serta keterbatasan dukungan finansial. Temuan ini memperkuat penelitian terdahulu tentang pentingnya implementasi kebijakan yang konsisten, urgensi kerja sama berkelanjutan antara pendidikan kejuruan dan industri, serta kebutuhan diferensiasi dalam konten PKB. Penelitian merekomendasikan reformasi komprehensif untuk meningkatkan efektivitas program PKB guru SMK melalui penyelarasan konten dengan kebutuhan industri terkini, penguatan pengalaman praktis, perluasan akses magang industri, pengurangan beban administratif, pengembangan sistem transfer pengetahuan efektif, dan peningkatan dukungan finansial untuk inovasi pembelajaran kejuruan.

References

Asril, Jaenam, Syahrizal, Armalena, & Yuherman. (2023). Peningkatan nilai-nilai demokrasi dan nasionalisme pada mahasiswa melalui pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(3), 1300–1309. https://doi.org/10.24815/jimps.v8i3.25109

Casika, A., Lidia, A., & Absari, M. (2023). Pendidikan karakter dan dekadensi moral kaum milenial. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1, 13–19.

Khasyana, R. K., Parawansa, Z. I., & Wijayanto, Y. A. (2023, July 6). Systematic literature review: Implementasi pendidikan karakter pada sikap nasionalisme siswa di era society 5.0. Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian.

Lestari, R., Furnamasari, Y. F., & Dewi, D. A. (2024). Memahami bentuk-bentuk nasionalisme melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Edumaspul, 6, 673–677.

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. Harva Creative. http://repository.uinsu.ac.id/19091/1/buku%20metode%20penelitian%20kualitatif.Abdul%20Fattah.pdf

Presiden Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pusat Data dan Informasi Pendidikan, Balitbang - Depdiknas. https://jdih.kemdikbud.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/salinan/UU_tahun2003_nomor020.pdf

Purba, E. F., & Simanjuntak, P. (2011). Metode penelitian. Percetakan SADIA. https://repository.uhn.ac.id/bitstream/handle/123456789/3586/Buku%20Metode%20Penelitian.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Rahmawati, F., & Pujianto, W. E. (2024). Analisis pembentukan jiwa kepemimpinan siswa SMK Maarif Tanggulangin melalui pelatihan ekstrakurikuler paskir. JORAPI: Journal of Research and Publication Innovation, 2, 7–13.

Roni, Susanto, E., & Sanusi, A. R. (2024). Peran pelatih ekstrakurikuler paskir dalam mengembangkan profil pelajar pancasila pada elemen gotong royong. Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 4, 1–7. https://doi.org/10.56393/decive.v4i7.2103

Saputra, M., & Dina, L. N. A. B. (2023). Implementasi nilai-nilai moderasi beragama pada pembelajaran PAI dan budi pekerti siswa kelas X di SMAN 8 Malang. Jurnal Pendidikan Islam, 8, 125–136.

Saputri, S. A., & Najica, F. U. (2023). Pentingnya pemahaman wawasan nusantara bagi generasi Z untuk membangun rasa nasionalisme. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7, 231–239.

Sari, S. P., & Mariyani. (2024). Analisis nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme peserta didik melalui ekstrakurikuler paskir. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN, 11, 69–74.

Trisofirin, M., Mahardani, A. J., Cahyono, H., Shoenuddin, & Wiratmoko, B. R. (2023). Pandangan nasionalisme dari anak pekerja migran Indonesia non dokumen di Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia. Jurnal Mimbar PGSD Undiksha, 11, 64–70.

Wirawan, K., Hambali, & Primahardani, I. (2024). Pengaruh ekstrakurikuler paskir terhadap pengalaman nilai-nilai nasionalisme di SMKN 4 Pekanbaru. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9, 2330–2343.

Published

2025-04-25

How to Cite

Wendi, H. F., Widaningsih, L., & Komaro, M. (2025). Analisis kebijakan dan implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan guru SMK. Jurnal Penelitian Pendidikan, 25(1), 119-126. https://doi.org/10.17509/jpp.v25i1.81507