Karakter peduli lingkungan peserta didik dalam penerapan eco literacy untuk mendukung ESD di sekolah dasar
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v24i1.69282Keywords:
eco literacy, esd, karakter peduli lingkungan peserta didikAbstract
Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) mempunyai tujuan yang paling penting yaitu mengembangkan kemampuan dan keterampilan generasi penerus bumi ini agar mampu menjaga keberlanjutan dan kelestarian lingkungan hidup di masa depan. Lingkungan digambarkan sebagai segala hal yang ada di sekitar kita, termasuk udara, tanah, air, tumbuhan, hewan, manusia, serta interaksi antara semua komponen tersebut. Ini mencakup segala sesuatu yang memengaruhi kehidupan dan keseimbangan ekosistem di Bumi. Pendekatan ESD sangat penting dalam pendidikan untuk menanamkan ilmu pengetahuan dan menjadi langkah nyata mengatasi permasalahan khususnya lingkungan hidup. Saat ini hal tersebut kurang mendapat perhatian terutama di lingkungan sekolah dasar. Terdapat tiga perspektif utama dalam ESD yang muncul dalam beberapa penelitian, antara lain: 1) perspektif lingkungan hidup; 2) perspektif sosio-kultural dan lebih banyak keterlibatan dalam literatur tentang ESD yang mengidentifikasi keterampilan dan pemikiran sebagai cara untuk mempersiapkan dan memberdayakan diri sendiri untuk memulai dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Itu berarti dalam implementasinya memungkinkan peserta didik untuk mengukur ke peserta didik berdasarkan hasil tersebut. Terlihat kemampuan ESD dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran peserta didik di sekolah. Pendidikan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan memerlukan perubahan pola pikir dengan lebih memikirkan keadaan alam lingkungan, meningkatkan pengetahuan, kompetensi, nilai-nilai, dan meningkatkan kemampuan untuk berkontribusi pada karakter peduli lingkungan peserta didik, baik untuk saat ini maupun di masa yang akan datang atau dikenal dengan pendidikan eco literacy yang perlu dilaksanakan di lingkungan sekolah.
References
Arikunto, S. (2013). Metode penelitian: Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Bina Aksara.
Capra, F., & Stone, M. K. (2010). Smart by nature: Schooling for sustainability. The Journal of Sustainability Education. http://www.susted.com/wordpress/content/trial-author-change_2010_05/
DA Indrati, & PP Hariadi. (2016). ESD (Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan). Prosiding Seminar Nasional, 371–382.
Goleman, D., Bennett, L., & Barlow, Z. (2012). Ecoliterate: How educators are cultivating emotional, social, and ecological intelligence. Jossey-Bass.
Hyun, E. (2000). Otak ekologis manusia dan kecerdasan naturalis anak kecil perspektif perkembangan dan budaya. Prosiding Seminar Nasional dan Diskusi Pendidikan Dasar Tahun 2020.
Irawati, A., Djazilan, S., & Hartatik, S. (2021). Implementasi karakter pendidikan integritas sub nilai kejujuran melalui program kantin kejujuran sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 3565–3577.
Kementerian Lingkungan Hidup. (2013). Perilaku masyarakat peduli lingkungan. https://www.tagar.id/sandang-predikat-kota-terjoro-kampah-kota-medan-capai-2000-ton-sehari
Kristiawan, M., Maryanti, N., & Fitria, H. (2019). Membangun karakter peserta didik melalui sekolah hijau SMK Negeri 2 Muara Enim. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), 4(2), 210-225. https://doi.org/10.31851/jmksp.v4i2.2912
Kurniasari, R. (2019). Meningkatkan ekoliterasi peserta didik melalui kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pembelajaran IPS. Jurnal Tunas Bangsa, 6(1), 129-138.
Mohanty, A. (2018). Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan: Sebuah model konseptual.
Mulyadiprana, A., Rahman, T., Hamdu, G., & Yulianto, A. (2021). Kesadaran keberlanjutan mahapeserta didik dalam aspek pengetahuan melalui implementasi program Education for Sustainable Development (ESD) di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 5(1), 1-10. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i1.4283
Prastiwi, L., Sigit, D. V., & Ristanto, R. H. (2019). Literasi ekologi, kepedulian lingkungan, kemampuan akademik dan keterampilan pemecahan masalah lingkungan pada sekolah adiwiyata. Jurnal Sains dan Pendidikan Indonesia, 3(2), 82-92.
Priatna, A. (2020). Manajemen sekolah adiwiyata (sekolah hijau) (Praktik terbaik di SMPS Lampang Subang Terpadu). Insentif Jurnal Soshum, (3), 37–43.
Purnamaningsih, M. I. R. (2021). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(1), 1–7. https://doi.org/10.5281/zenodo.6370971
Sarmiasih, M. (2018). Gerakan literasi ekologi kritis (ecoliteracy) sebagai respons terhadap masalah pemanasan global. Gerbang Penelitian, 2(1), 45-56.
Segera, N. B. (2015). Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD) suatu upaya untuk mempertahankan kelestarian lingkungan. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 2(1), 22–30. https://doi.org/10.15408/sd.v2i1.1349
Supriatna, N. (2016). Ecopedagogy: Membangun kecerdasan ekologis dalam pembelajaran IPS. Remaja Rosdakarya.
Wibowo. (2012). Manajemen kinerja (Edisi ketiga, Cetakan keenam). Raja Grafindo Persada.
Yasa, I. W. (2020). Model ekoliterasi peserta didik dalam mengurangi sampah plastik (Narrative inquiry di SD Negeri Mekarjaya Kab. Panongan Tangerang, Banten) [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Siti Khoerunisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.