“Merdeka Belajar” sebagai konsep model pembelajaran seni rupa jenjang SMA

Authors

  • R. Moch. Rizal Hafiyan Universitas Pendidikan Indonesia
  • Deny Willy Junaidy Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v22i3.51071

Keywords:

jenjang sma, merdeka belajar, model pembelajaran, pembelajaran seni rupa

Abstract

Pembelajaran pada konsep Merdeka Belajar seharusnya membuat pembelajaran dapat diterima siswa tanpa penuh paksaan dan juga mudah digunakan guru dalam beragam kondisi. Mata pelajaran Seni Rupa di jenjang SMA sudah semestinya menerapkan konsep merdeka tersebut bahkan sebelum diterbitkannya kebijakan Merdeka Belajar oleh Kemendikbud. Seiring berjalannya kebijakan Merdeka Belajar, belum adanya model pembelajaran yang jelas baik tentang praktik hingga bentuk penilaiannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari model pembelajaran Merdeka Belajar yang akan diimplementasikan pada mata pelajaran seni rupa di jenjang SMA. Metode pengambilan data menggunakan studi literatur dan metode diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) yang dilakukan pada responden kelompok siswa dan guru. Merdeka Belajar dipandang sebagai suatu konsep pembelajaran yang tidak membebani dan membuat siswa dapat mengeksplorasi pengetahuannya dengan caranya sendiri. Merdeka Belajar memiliki kesamaan dengan model pembelajaran berbasis proyek dan jenis model ini berpusat pada siswa. Model pembelajaran ini dapat membantu siswa lebih mandiri dalam mencari informasi dan menemukan informasi melalui caranya namun tetap dengan arahan dan bimbingan dari guru. Pada penerapannya, guru mengarahkan bentuk pembelajaran agar dapat lebih fleksibel dan membuat siswa bisa lebih leluasa dalam berkarya dan tidak terkekang aturan-aturan yang dapat membatasi siswa.

References

ADM Hawari, & Noor, A. (2020). Project based learning pedagogical design in STEAM art education. Asian Journal of University Education, 16(4), 102–111.

Afiyati. (2008). Focus group discussion (diskusi kelompok terfokus) sebagai metode pengumpulan data penelitian kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(1), 58–62.

Ainia, D. K. (2020). Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 115–123.

Baidhowi, A. (2020). Inovasi pembelajaran seni pada era merdeka belajar. Seminar Nasional Seni dan Desain, 1–8.

Bedudise, N. (2020). Inovasi pembelajaran biologi pada era merdeka belajar. Prosiding Seminar Nasional Biologi FMIPA UNM, 2–11.

Christianna, A. (2020). Merdeka belajar melalui berkesenian (rupa). Repository Universitas Kristen Petra.

Costantino, T. (2018). STEAM by another name: Transdisciplinary practice in art and design education. Arts Education Policy Review, 119(2), 100–106. https://doi.org/10.1080/10632913.2017.1292973

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2020). Buku panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Edgerton, J. D., & Roberts, L. W. (2012). Education and quality of life. In K. C. Land, A. C. Michalos, & M. J. Sirgy (Eds.), Handbook of social indicators and quality of life research (pp. 265–296). Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-007-2421-1_12

Eny, V. I., & Jazuli, M. (2001). Mempertimbangkan konsep pendidikan seni (Considering the concept of art education). Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 2(2), 1–10. https://doi.org/10.15294/harmonia.v2i2.851

Faiz, A., & Kurniawaty, I. (2020). Konsep merdeka belajar pendidikan Indonesia dalam perspektif filsafat progresivisme. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(2), 155–167.

Fajri, Suryadi, & Trisuryanti, T. (2021). Gagasan sistem Among Ki Hajar Dewantara dalam membangun pendidikan di Indonesia sejak 1922 sampai dengan 2021. Tarikhuna: Journal of History and History Education, 3(1), 18–27.

Gibbons, M. (2002). The self-directed learning handbook: Challenging adolescent students to excel. Jossey-Bass.

Glynn, S. M., & Winter, L. K. (2004). Contextual teaching and learning of science in elementary schools. Journal of Elementary Science Education, 16(2), 51–63. https://doi.org/10.1007/BF03173645

Hadiwinarto. (2020). Best practice praktik bimbingan dan konseling di luar sekolah sebagai model merdeka belajar. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang, 1–8.

Haryanto, M. (2020). Menelaah pembelajaran sastra yang (kembali) belajar merdeka di era merdeka belajar. Konferensi Ilmiah Pendidikan Universitas Pekalongan, 63–65.

Istiq’faroh, N. (2020). Relevansi filosofi Ki Hajar Dewantara sebagai dasar kebijakan pendidikan nasional merdeka belajar di Indonesia. Lintang Songo: Jurnal Pendidikan, 3(2), 1–10.

Izza, A. Z., Falah, M., & Susilawati, S. (2020). Studi literatur: Problematika evaluasi pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan di era merdeka belajar. Konferensi Ilmiah Pendidikan Universitas Pekalongan, 11–15.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.

Keith, S. R. (2019). The role of failure in learning how to create in art and design. Thinking Skills and Creativity, 33, 100578.

Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. (2022).

Knight, L. E. (2014). Art education in Finland and the United States: A qualitative inquiry into teacher perceptions [Doctoral dissertation, University of North Texas].

Madden, M., Baxter, M., & Beauchamp, H. (2013). Rethinking STEM education: An interdisciplinary STEAM curriculum. Procedia Computer Science, 20, 541–546.

Mohamad, Isnawati, & Botutie, S. N. (2021). Pendidikan seni rupa sebagai media pembentuk karakter. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (PROSNAMPAS), 4(1), 021–025.

Mustaghfiroh, S. (2020). Konsep “Merdeka Belajar” perspektif aliran progresivisme John Dewey. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 3(1), 141–147.

Nayanika Singh. (2011). Student-centered learning (SCL) in classrooms—A comprehensive overview. Educational Quest, 22(2), 275–282.

Nurcahyo, L. (2020). Pendekatan konsep Merdeka Belajar dalam pembelajaran seni rupa di era industri 4.0. Seminar Nasional Seni dan Desain, 1–7.

Ozer, B. (2013). Students’ perceptions regarding freedom in classroom. Anthropologist, 16(3), 551–559. https://doi.org/10.1080/09720073.2013.11891381

Paramita, A., & Kristiana, L. (2013). Teknik focus group discussion dalam penelitian kualitatif. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16(2), 117–127.

Paramita, R. (2020). Merdeka belajar dalam pendidikan seni untuk meningkatkan kreativitas. Seminar Nasional Seni dan Desain, 1–7.

Perignat, E., & Katz-Buonincontro, J. (2019). STEAM in practice and research: An integrative literature review. Thinking Skills and Creativity, 31, 31–43.

RI, K. (2019a). Mendikbud tetapkan empat pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar.” Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

RI, K. (2019b). Merdeka belajar, guru penggerak - Pidato Mendikbud untuk Hari Guru Nasional 2019.

Rohmad, M. A. (2020). The authority of teacher in Merdeka Belajar discourse. Tarbiya Islamia: Jurnal Pendidikan, 9(1), 1–12.

Rolling, J. H. (2016). Reinventing the STEAM engine for art + design education. Art Education, 69(4), 4–7. https://doi.org/10.1080/00043125.2016.1176848

Shihab, N., & Komunitas Guru Belajar. (2018). Merdeka belajar di ruang kelas (B. Setiawan, R. Satria, & I. N. I. Manurung, Eds.). Literati.

Sholihah, D. A. (2021). Pendidikan merdeka dalam perspektif Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya terhadap merdeka belajar di Indonesia. Literasi (Jurnal Ilmu Pendidikan), 12(2), 115–122.

Stewart, C. (2019). The dangerous power of art education. Art Education, 72(6), 25–29. https://doi.org/10.1080/00043125.2019.1648144

Sudaryanto, S., Widayati, W., & Amalia, R. (2020). Konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan aplikasinya dalam pendidikan bahasa (dan sastra) Indonesia. Kode: Jurnal Bahasa, 9(2), 78–93.

Sugrah, N. (2019). Implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran sains. Humanika, 19(2), 121–138.

Supardan, H. D. (2016). Teori dan praktik pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran. Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 4(1), 1–12.

Suparlan, S. (2019). Teori konstruktivisme dalam pembelajaran. Islamika, 1(2), 79–88.

Tahir, M. (2019). Empat pokok kebijakan Merdeka Belajar.

Tahir, M. (2020). Buku panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

Tomljenovic, Z. (2015). An interactive approach to learning and teaching in visual arts education. CEPS Journal, 5(3), 73–93.

Waseso, H. P. (2018). Kurikulum 2013 dalam perspektif teori pembelajaran konstruktivis. Ta’lim: Jurnal Studi Pendidikan, 1(1), 59–72.

Yamin, M., & Syahrir, S. (2020). Pembangunan pendidikan merdeka belajar (telaah metode pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(1), 126–136.

Published

2022-12-16

How to Cite

Hafiyan, R. M. R., & Junaidy, D. W. (2022). “Merdeka Belajar” sebagai konsep model pembelajaran seni rupa jenjang SMA. Jurnal Penelitian Pendidikan, 22(3), 280-301. https://doi.org/10.17509/jpp.v22i3.51071