Pengembangan asesmen formatif pada materi sistem sirkulasi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Laboratorium UM

Authors

  • Ahmad Kamal Sudrajat Universitas Negeri Malang
  • Murni Saptasari Universitas Negeri Malang
  • Amy Tenzer Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v18i3.15291

Keywords:

asesmen formatif, kemampuan berpikir kritis, sistem sirkulasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan asesmen formatif yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem sirkulasi dan menguji validitas, kepraktisan, dan keefektifan produk asesmen formatif yang dikembangkan. Produk dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Produk yang dikembangkan berupa instrumen observasi diskusi kelas, instrumen observasi kegiatan praktikum, dan soal tes kognitif. Kesimpulan penelitian ini adalah asesmen formatif yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan dan dapat mengukur serta melatih kemampuan berpikir kritis siswa.

References

Arifin, B. S. (2015). Dinamika kelompok. Pustaka Setia.

Bashiruddin, A. (2016). Education for development in northern Pakistan: Opportunities and constraints for rural households, by Andreas Johannes Benz. South Asia: Journal of South Asian Studies, 39(3), 709–711.

Djamarah, S. B. (2012). Psikologi belajar. Rineka Cipta.

Fiah, R. E., & Anggrilasa, I. (2016). Efektivitas layanan konseling kelompok dengan pendekatan realita untuk mengatasi kesulitan komunikasi interpersonal peserta didik kelas X MAN Krei Lampung Barat T.P 2015/2016. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3(1), 47-62.

Irham, M., & Wiyani, N. A. (2014). Bimbingan & konseling: Teori dan aplikasi di sekolah dasar. Ar-Ruzz Media.

Kurnanto, M. E. (2013). Konseling kelompok. Alfabeta.

Makmun, A. S. (2013). Psikologi kependidikan. Rosda.

Muhibbin Syah. (2015). Psikologi perkembangan. Rosda.

Ngalimun. (2014). Bimbingan konseling di SD/MI suatu pendekatan proses. Aswaja Pressindo.

Prayitno, H., & Amti, E. (2004). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.

Rusmana, N. (2009). Bimbingan dan konseling kelompok di sekolah: Metode, teknik, dan aplikasi. Rizqi Press.

Sardiman. (2013). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. PT. Raja Grafindo Persada.

Sari, E. R., Giyono, & Mayasari, S. (2008). Faktor penghambat pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Jurnal Bimbingan Konseling. http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/ALIB/article/view/2876

Sukardi, D. K. (2000). Pengantar pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah. Rineka Cipta.

Wibowo, M. E. (2005). Konseling kelompok perkembangan. UPT UNNES Press.

Wikarta, P. V. S. (2016). Pelaksanaan konseling kelompok dengan pendekatan person-centered therapy dalam menangani regulasi diri rendah empat mahasiswa angkatan 2014. Jurnal Psiko-Edukasi, 14, 125-142.

Wulandari, B. (2013). Hambatan pelaksanaan layanan konseling kelompok pada SMP Negeri se-Kabupaten Wonogiri. Universitas Negeri Semarang.

Published

2018-12-14

How to Cite

Sudrajat, A. K., Saptasari, M., & Tenzer, A. (2018). Pengembangan asesmen formatif pada materi sistem sirkulasi untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Jurnal Penelitian Pendidikan, 18(3), 243-251. https://doi.org/10.17509/jpp.v18i3.15291