Efektivitas bimbingan keluarga Islam untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v18i1.11057Keywords:
bimbingan keluarga islam, komunikasi orang-tua dan anakAbstract
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang peranannya sangat besar karena fungsinya sangat penting bagi kelangsungan hidup bermasyarakat. Bimbingan keluarga adalah bantuan yang diberikan kepada keluarga untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab anggota keluarga demi kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan bimbingan keluarga Islam untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dengan anak pada mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2016 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain penelitian non-equivalent control group. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket Revised Family Communication Pattern yang dikembangkan oleh Ritchie & Fitzpatrick dan telah disesuaikan berdasarkan kebutuhan penelitian, kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek keterbukaan, nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak sedangkan pada aspek empati, sikap dukungan, sikap positif dan aspek kesetaraan bahwa nilai t hitung < t tabel sehingga Ho diterima. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bimbingan keluarga Islam hanya efektif untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak pada aspek keterbukaan, dan tidak efektif pada aspek empati, sikap dukungan, sikap positif, dan aspek kesetaraan. Dari kesimpulan penelitian tersebut, peneliti memberikan rekomendasi untuk beberapa pihak di antaranya mengintegrasikan konten dan struktur layanan bimbingan keluarga Islam dalam proses pembelajaran yang disesuaikan dengan aspek penunjang lainnya dan memperluas kajian bimbingan untuk mahasiswa berdasarkan bimbingan keluarga Islam khususnya bagi mahasiswa bimbingan penyuluhan Islam.
References
Caro, D. H. (2011). Parent-child communication and academic performance: Association at the within and between-country level. Journal of Educational Research, 3(2), 15-37.
De Los Reyes, A., Ohanessian, M. C., & Laird, D. R. (2016). Developmental changes in discrepancies between adolescents’ and their mothers’ views of family communication. Journal of Child and Family Studies, 25(3), 790-797.
Departemen Agama. (2005). Al-Qur’an dan terjemahannya. Syaamil Cipta Media.
Fahrudin. (2007). Keseimbangan hak dan kewajiban suami istri menurut Imam Al-Nawai dalam membentuk keluarga sakinah perspektif bimbingan dan konseling keluarga Islam [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Walisongo].
Fosco, G. M., & Grych, J. H. (2010). Adolescent triangulation into parental conflicts: Longitudinal implications for appraisals and adolescent-parent relations. Journal of Marriage and Family, 72(2), 254-266.
Geldard, K., & Geldard, D. (2011). Konseling remaja. Pustaka Pelajar.
Herbert, J. T. (1989). Assessing the need for family therapy: A primer for rehabilitation counselors. Journal of Rehabilitation, 55(1), 45-51.
Lestari, S. (2014). Psikologi keluarga: Penanaman nilai & penanganan konflik dalam keluarga. Kencana.
Makmun, A. S. (2012). Psikologi kependidikan perangkat sistem pengajaran modul. Remaja Rosdakarya Offset.
Mundakir. (2006). Komunikasi keperawatan aplikasi dalam pelayanan (Cet. I). Graha Ilmu.
Musnamar, T. (1992). Dasar-dasar konseptual bimbingan dan konseling Islam. UII Press.
Noor, M. N. (2014). Family counseling in Malaysia: Current issues and practices. Journal of Canadian Centre of Science and Education, 7(13), 33-39.
Prasetyani, N. (2016). Komunikasi bisa cegah kejahatan seksual. Pikiran Rakyat, hlm. 1.
Reader’s Digest Indonesia. (2018). The dad’s effects [Online].
Ritchie, L. D., & Fitzpatrick, M. A. (2017). Family communication pattern instrument. Diakses dari http://www.comm.umn.edu/~akoerner/RFCP-questionnaire.pdf
Rozman. (2003). The need of analysis for counseling approach to the divorce problem: Case study in Center of Religion Johor [Conference presentation]. National Islamic Counseling Conference, Universiti Utara Malaysia.
Setyowati, Y. (2005). Pola komunikasi keluarga perkembangan anak (Studi kasus penerapan pola komunikasi keluarga emosi anak pada keluarga Jawa). Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 67-68.
Shinta, R. (2000). Keluarga, kunci sukses anak. Kompas.
Steven, R. (2017). Kenakalan anak akibat kurang komunikasi [Online]. Diakses 10 Agustus 2016 dari http://metro.sindonews.com/read/-799850/31/kenakalan-anak-akibat-kurang-komunikasi.
Stinchfield, T. C. (2004). Clinical competencies specific to family based therapy. Counselor Education & Supervision, 43(4), 286-300.
Subhan, Z. (2004). Membina keluarga sakinah. Pustaka Pesantren.
Suranto. (2011). Komunikasi interpersonal (Edisi pertama). Graha Ilmu.
Wijayanti, Y. (2013). Proses komunikasi interpersonal ayah dan anak dalam menjaga hubungan. Jurnal E-Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra, 1(3), 127-136.
Willis, S. (2011). Konseling keluarga. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Muhammad Ubaidillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.