Peningkatan kinerja siswa melalui pendekatan saintifik pada pembelajaran IPA terpadu model webbed

Authors

  • Risdalina Universitas Pendidikan Indonesia
  • Siti Sriyari Universitas Pendidikan Indonesia
  • Setiya Utari Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v17i1.6640

Keywords:

IPA terpadu, kinerja siswa, pendekatan saintifik

Abstract

Penelitian dengan tujuan meningkatkan kinerja siswa melalui pendekatan saintifik dalam pembelajaran IPA terpadu model webbed dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung dengan menggunakan sampel 25 orang siswa yang dipilih secara cluster random sampling. Kinerja siswa adalah gambaran kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas spesifik yang diberikan oleh guru dan dapat diukur berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Untuk menilai kinerja siswa digunakan Lembar Kerja Siswa sebagai instrumen yang dinilai dengan rubrik gradasi penilaian kinerja. Penelitian ini menggunakan metode rancangan weak experimental dengan desain the one-shot case study. Kinerja rata-rata siswa berturut-turut dari pertemuan pertama, kedua dan ketiga adalah 66.52, 75.32 dan 82.68 dianalisis dengan paired t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000. Data temuan kinerja siswa tertinggi adalah mengajukan pertanyaan dan kinerja siswa terendah adalah merencanakan percobaan.

References

Brahmasari, I., & Suprayetno, A. (2013). Pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan serta dampaknya pada kinerja perusahaan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 10(2), 124–135.

Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kajian kebijakan kurikulum mata pelajaran IPA (hal. 699). Puskur Balitbang Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2010). Panduan pengembangan pembelajaran IPA secara terpadu. Puskur Balitbang Depdiknas.

Dewi, K., Sadia, W., & Ristiati, N. (2013). Pengembangan perangkat pembelajaran IPA terpadu dengan setting inkuiri terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kinerja ilmiah siswa. Jurnal Pendidikan IPA, 3(1), 1–11.

Fauziah, R., Abdullah, A., & Hakim, D. (2013). Pembelajaran saintifik elektronika dasar berorientasi pembelajaran berbasis masalah. Jurnal Invotec, 9(2), 165–178.

Fogarty, R. (2013). How to integrate the curricula. Skylight Publishing Inc.

Harlie, M. (2012). Pengaruh disiplin kerja, motivasi dan pengembangan karier terhadap kinerja pegawai negeri sipil pada Pemerintah Kabupaten Tabalong di Tanjung Kalimantan. Jurnal Aplikasi Manajemen, 11(2), 117–124.

Jack R. Fraenkel, & Norman E. Wallen. (2015). How to design and evaluate research in education (7th ed.). The McGraw-Hill Companies, Inc.

Kebudayaan, K. P. dan. (2013). Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang standar kompetensi lulusan. Kemendikbud.

Koesmono, H. (2013). Pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi dan kepuasan kerja serta kinerja karyawan pada sub sektor industri pengolahan kayu skala menengah di Jawa Timur. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 7(2), 171–188.

Lazim, M. (2013). Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan, 1(2), 13–22.

Marjan, J., Arnyana, I., & Si, M. (2014). Pengaruh pembelajaran pendekatan saintifik terhadap hasil belajar biologi dan keterampilan proses sains siswa MA Mu'allimat NW Pancor Selong Kabupaten. Jurnal Pendidikan, 3(1), 101–109.

Popham, J. (2015). Classroom assessment: What teachers need to know (6th ed.). Pearson.

Prabowo, S. (2015). The effectiveness of scientific based learning towards science process skill mastery of PGSD students. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 4(1), 15–19.

Rahayu, P., Mulyani, S., & Miswadi, S. (2012). Pengembangan pembelajaran IPA terpadu dengan menggunakan model pembelajaran problem base melalui lesson study. Jurnal Pendidikan IPA, 1(1), 63–70.

Riyadi, S. (2013). Pengaruh kompensasi finansial, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 13(1), 40–45.

Rustaman, N. (2012). Keterampilan proses sains. Jurnal Pendidikan, 1(1), 1–12.

Sartika, R. (2012). Faktor risiko obesitas pada anak 5-15 tahun di Indonesia. Makara Kesehatan, 15(1), 37–43.

Sofyan, D. (2013). Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja kerja pegawai BAPPEDA. Malikussaleh Industrial Engineering Journal, 2(1), 18–23.

Sudesti, R., Sudargo, F., & K, M. N. (2014). Penerapan pembelajaran berbasis praktikum untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP pada subkonsep difusi osmosis. Formica Education Online, 1(1), 13–23.

Trianto. (2012). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Bumi Aksara.

Usmeldi, U. (2016). The development of research-based physics learning model with scientific approach to develop students’ scientific processing. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 5(1), 134–139.

Wijayanti, A. (2014). Pengembangan authentic assessment berbasis proyek dengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan keterampilan berpikir ilmiah mahasiswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(2), 102–108.

Published

2017-04-21

How to Cite

Risdalina, R., Sriyari, S., & Utari, S. (2017). Peningkatan kinerja siswa melalui pendekatan saintifik pada pembelajaran IPA terpadu model webbed. Jurnal Penelitian Pendidikan, 17(1), 83-89. https://doi.org/10.17509/jpp.v17i1.6640