Perbandingan retensi siswa SMP pada pembelajaran IPA terpadu konsep cahaya antara model pembelajaran berbasis masalah dan metode pembelajaran inkuiri
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v17i1.6637Keywords:
metode pembelajaran inkuiri, model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran IPA terpadu, retensiAbstract
Tujuan penelitian ini adalah melihat perbandingan retensi siswa SMP pada pembelajaran IPA terpadu antara model pembelajaran berbasis masalah dan metode pembelajaran inkuiri. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain the static group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan kognitif dan tes retensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dan metode pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kemampuan kognitif dengan baik dengan n-gain 0,54 dan 0,53 (kategori sedang) dan kedua pembelajaran tidak berbeda secara signifikan dengan nilai 0,871 (t-test>0,05). Retensi siswa kedua kelas tidak berbeda secara signifikan dengan nilai 0,522 (t-test>0,05) dan berada pada kategori sangat baik.
References
Duch, B. J., Groh, S. E., & Allen, D. E. (2014). The power of problem-based learning: A practical "how to" for teaching undergraduate courses in any discipline. Stylus Publishing.
Fransiska, K. (2016). Pengaruh model pembelajaran inkuiri disertai media lingkungan terhadap hasil belajar IPA-fisika. Jurnal Pendidikan, 1(10), 90–98.
Gallagher, S. A., Stepien, W. J., & Rosenthal, H. (2012). The effects of problem-based learning on problem solving. Gifted Child Quarterly, 36(4), 195–200.
Hernani, Mudzakir, A., & Aisyah, S. (2015). Membelajarkan konsep sains kimia dari perspektif sosial untuk meningkatkan literasi sains siswa SMP, 152.
Hmelo-Silver, C. E. (2014). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266.
Kirschner, P. A., Sweller, J., & Clark, R. E. (2016). Why minimal guidance during instruction does not work: An analysis of the failure of constructivist, discovery, problem-based, experiential, and inquiry-based teaching. Educational Psychologist, 41(2), 75–86.
Kurniawan, A. (2016). Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan Camtools dalam pembelajaran fisika untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Jurnal Penelitian Pendidikan, 1(1), 10–13.
Madiniah, S. (2015). Model guided inquiry berbasis scientific approach terhadap hasil belajar IPA biologi siswa kelas VII SMP Negeri 14 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan, 2(1), 20–29.
Minner, D. D., Levy, A. J., & Century, J. (2016). Inquiry-based science instruction-what is it and does it matter? Results from a research synthesis years 1984 to 2002. Journal of Research in Science Teaching, 47(4), 474–496.
Novianti, M., & Tjalla, A. (2013). Perilaku asertif pada remaja awal. Jurnal Universitas Gunadarma, 3(2), 43–60.
Novrizal, F. (2012). Model pembelajaran sains teknologi masyarakat terhadap peningkatan penguasaan konsep fisika pada konsep usaha energi (Penelitian kuasi eksperimen di SMP). Jurnal Pendidikan, 1(3), 40–49.
Purwanti, L. (2013). Peningkatan aktivitas pembelajaran IPA dengan media benda konkret pada siswa kelas II SDN 01 Kaling Tasikmadu Karanganyar tahun 2009/2010. Jurnal Pendidikan, 3(1), 13–21.
Sanjaya, W. (2012). Pembelajaran dalam implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Kencana.
Sanjaya, W. (2014). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, 1(1), 1–99.
Slameto. (2015). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Trianto. (2012). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Bumi Aksara.
Wong, K. K. H., & Day, J. R. (2014). A comparative study of problem-based and lecture-based learning in junior secondary school science. Research in Science Education, 39(5), 625–642.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2017 Nina Yarana Silmiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.