Pengaruh persepsi dosen mengenai standar mutu proses pembelajaran terhadap pelaksanaan proses pembelajaran di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Authors

  • Aceng Lukman Institut Pertanian Bogor
  • Lukaman M Baga Institut Pertanian Bogor
  • Farit M Afendi Institut Pertanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v16i2.4242

Keywords:

implementasi, persepsi, standar mutu proses pembelajaran, Structural Equation Modeling (SEM)

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah perguruan tinggi di Indonesia telah membuat peta persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat. Perguruan tinggi yang ingin memenangkan persaingan dituntut untuk melakukan continuous quality improvement (CQI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dosen ISBI Bandung mengenai standar mutu proses pembelajaran dan mengetahui pengaruh persepsi dosen ISBI Bandung mengenai standar mutu proses pembelajaran terhadap pelaksanaan proses pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara melalui kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner dibuat dalam bentuk pernyataan yang diukur berdasarkan skala Likert. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dosen mengenai standar mutu proses pembelajaran memengaruhi pelaksanaan proses pembelajaran dengan kontribusi sebesar 29,6%.

References

Ahuja, V. (2013). Application of quality management systems in higher education. International Journal of Applied Services Marketing Perspective, 2(2), 417–421.

Azwar, S. (2004). Reliabilitas dan validitas. Pustaka Pelajar.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 19. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Irawan, A. (2015). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi [Tesis]. Institut Pertanian Bogor.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Kemendikbud.

Mergen, E., Grant, D., & Widrick, S. M. (2000). Quality management applied to higher education. Journal of Total Quality Management, 11(3), 345–352.

Narimawati, U. (2007). Riset manajemen sumber daya manusia: Aplikasi contoh dan perhitungannya. Agung Media.

Owlia, M. S., & Aspinwall, E. M. (2015). TQM in higher education - a review. Journal of Business and Economics—Management, 14(5), 527–543.

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Sekretariat Negara.

Richardson, S., Nwankwo, S., & Richardson, B. (1995). Strategic issues for higher education strategists in the U.K.: A political contingency perspective. International Journal of Public Sector Management, 8(6), 7–16.

Sugiarto, Siagian, D., Sunaryanto, L. T., & Oetomo, D. S. (2001). Teknik sampling. PT Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Penerbit Andi.

Yamin, S., & Kurniawan, H. (2009). SPSS complete: Teknik analisis statistik terlengkap dengan software SPSS. Salemba Infotek.

Published

2016-08-26

How to Cite

Lukman, A., Baga, L. M., & Afendi, F. M. (2016). Pengaruh persepsi dosen mengenai standar mutu proses pembelajaran terhadap pelaksanaan proses pembelajaran di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Jurnal Penelitian Pendidikan, 16(2), 177-186. https://doi.org/10.17509/jpp.v16i2.4242