Peningkatan kemampuan pemecahan masalah, komunikasi dan konsep diri matematik siswa SMP melalui pembelajaran kontekstual berbantuan GeoGebra
DOI:
https://doi.org/10.17509/jpp.v16i2.4240Keywords:
kemampuan komunikasi matematis, kemampuan konsep diri matematis, kemampuan pemecahan masalah matematis, pembelajaran kontekstual berbantuan geogebraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah (KPM), komunikasi (KKM) dan konsep diri (KDM) matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbantuan GeoGebra (PKG) sebagai kelas eksperimen dengan siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori (PE) sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP swasta di Kota Bandung dengan sampel dipilih dengan cara kelompok. Instrumen penelitian meliputi tes PKM, KKM dan KDM. Pengolahan data menggunakan uji t, uji t’. Hasil penelitian: (1) pencapaian KPM siswa yang memperoleh PKG lebih baik daripada siswa yang memperoleh PE, (2) pencapaian KKM siswa yang memperoleh PKG tidak lebih baik dari siswa yang memperoleh PE, (3) peningkatan KPM dan KKM siswa yang memperoleh PKG tidak lebih baik dari siswa yang memperoleh PE, (4) pencapaian KDM siswa yang memperoleh PKG tidak berbeda dengan siswa yang memperoleh PE.
References
Anggraeni, D. (2012). Meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik siswa SMK melalui pendekatan kontekstual dan strategi Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Choi, K. S. (2010). Motivating students in learning mathematics with GeoGebra. Annals. Computer Science Series, 8(2), 65–76.
Departemen Pendidikan Nasional RI. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Elliot, P. C., & Kenney, M. J. (1996). Communication in mathematics, K-12 and beyond. National Council of Teachers of Mathematics.
Githua, B. N., & Mwangi, J. G. (2003). Students’ mathematics self-concept and motivation to learn mathematics: Relationship and gender differences among Kenya’s secondary-school students in Nairobi and Rift Valley provinces. International Journal of Educational Development, 23(5), 487–499.
Jiang, X. (2000). A case study of high and low levels of self-concept in children. Collected Papers of the Inaugural Self-concept Enhancement and Learning Facilitation (SELF) Research Centre International Conference, 282–291.
Koswara, U., dkk. (2012). Mathematical reasoning and communication abilities: Experiment with grade-10 students by using Contextual teaching assisted with Autograph program. Educationist: Jurnal Kajian, Filosofi, Teori, Kualitas, dan Manajemen Pendidikan, 7(2), 125–131.
Lindawati, S. (2010). Pembelajaran matematika dengan pendekatan inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa sekolah menengah pertama [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Multahadah, C. (2015). Penerapan teknik Metacognitive Scaffolding dengan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan motivasi berprestasi siswa SMA [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Offirstson, T. (2012). Inquiry approach with Cinderella software for improving students’ mathematical reasoning and problem solving abilities [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Polya, G. (1957). How to solve it. Doubleday & Company, Inc.
Rahmatudin, J. (2013). Penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis dan self concept siswa SMP Negeri 1 Kedawung [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Ruseffendi, E. T. (2006). Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Tarsito.
Ruseffendi, E. T. (2010). Dasar-dasar penelitian pendidikan & bidang non-eksakta lainnya. Tarsito.
Sumarmo, U. (2012). Proses berpikir matematik: Apa dan mengapa dikembangkan [Bahan Ajar]. STKIP Siliwangi.
Trends in International Mathematics and Science Study. (2011). Contextual framework chapter 3. TIMSS.
Yonandi. (2011). Meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika melalui pembelajaran kontekstual berbantuan komputer pada siswa sekolah menengah atas [Disertasi]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2016 Yanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.