Bahan ajar problem solving berbasis open-ended pada pembelajaran matematika untuk mengembangkan kemampuan penalaran mahasiswa PGSD

Authors

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v15i3.1439

Keywords:

bahan ajar, kemampuan penalaran, mahasiswa PGSD, open-ended, pembelajaran matematika, problem solving

Abstract

Problem solving menjadi fokus penting dalam pembelajaran matematika. Dalam banyak kasus, para siswa sering kali merasa bahwa suatu pendekatan aljabar merupakan satu-satunya pendekatan yang akan bekerja. Hal ini sangatlah beralasan kiranya karena dalam proses pembelajaran matematika selama ini siswa hanya diajarkan dengan pendekatan tersebut untuk menyelesaikan suatu soal cerita dan sejenisnya. Bahkan ada sejumlah guru yang mengajar matematika di SD melompati materi yang akan diajarkan ketika dalam proses pembelajaran berjumpa dengan soal-soal problem solving. Banyak buku teks matematika sekolah dasar juga cenderung menekankan peran soal cerita tradisional untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan problem solving. Dari masalah tersebut kiranya dapat dipahami bahwa merancang suatu bahan ajar yang di dalamnya memuat soal-soal untuk membangun kemampuan problem solving berbasis open-ended dan mengembangkan kemampuan penalaran mahasiswa PGSD Universitas Almuslim merupakan sesuatu hal yang sangat urgen. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa PGSD sebagai calon guru SD mempunyai bekal yang memadai mengenai pemahaman problem solving ketika akan mengajar di SD. Penelitian ini ingin menghasilkan bahan ajar problem solving dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan penalaran mahasiswa PGSD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Adapun hasil yang diperoleh sejauh ini pada tahun pertama adalah telah dilaksanakan 5 (lima) langkah dari 6 (enam) langkah yang direncanakan yakni; 1) mengumpulkan informasi mengenai proses pembelajaran matematika dalam aspek pemecahan masalah yang sudah dilakukan guru di SD dan di perkuliahan, 2) desain bahan ajar problem solving berbasis open-ended, 3) validasi desain bertujuan untuk menilai rancangan bahan ajar dengan menghadirkan 2 ahli (ahli materi dan ahli media) untuk mengetahui kelemahan dari bahan ajar yang dirancang, 4) perbaikan desain hasil validasi, 5) uji coba bahan ajar problem solving berbasis open-ended, baik uji coba secara terbatas maupun secara luas, dan 6) revisi bahan ajar berdasarkan uji coba secara terbatas dan luas (masih sedang dilaksanakan).

References

Alfeld, P. (1996). Understanding mathematics. http://www.math.utah.edu/~pa/math/polya.html

Anwar, N., Johar, R., & Juandi, D. (2014). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan open-ended untuk meningkatkan kemampuan berpikir [Makalah]. National Institute of Education, Nanyang Technological University Singapore.

Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Ringkasan kegiatan belajar mengajar. Depdiknas.

Devi, E., Darmawijoyo, & Putri, R. I. I. (2010). Pengembangan soal-soal open-ended materi lingkaran untuk meningkatkan penalaran matematika siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Palembang. Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2).

Jasmaniah, Fachrurazi, & Yeni, E. M. (2014). Pengembangan bahan ajar berbasis number sense dan RME terhadap kemampuan operasi hitung bilangan pada siswa kelas V SD. Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 14(1).

Kirkley, J. (2003). Principles for teaching problem solving. Plato Learning, Inc.

Murni, A. (2003). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan representasi matematis siswa SMP melalui pembelajaran metakognitif berbasis soft skills [Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.

National Council of Teachers of Mathematics. (1989). Curriculum and evaluation standards for school mathematics. NCTM.

National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and standards for school mathematics. NCTM.

National Council of Teachers of Mathematics. (2003). NCTM program standards: Programs for initial preparation of mathematics teachers. Standards for secondary mathematics teachers. http://www.nctm.org/uploadedFiles/Math_Standards/

Shadiq, F. (2004, Oktober 10–23). Penalaran, pemecahan masalah, dan komunikasi dalam pembelajaran matematika [Makalah]. Diklat Instruktur Matematika SMP Jenjang Dasar, PPPG Matematika Yogyakarta.

Sugiyono. (2009). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Supriadi. (2009, Desember 19). Analisis proses berpikir matematika antara dosen, mahasiswa (guru SD & non guru SD) PGSD dan siswa SD dalam pembelajaran matematika di Provinsi Banten. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, FPMIPA UPI Bandung.

Susetyo, B. (2010). Statistika untuk analisis data penelitian. Refika Aditama.

Turmudi. (2008). Landasan filsafat dan teori pembelajaran matematika (Berparadigma eksploratif dan investigasi). Leuser Cita Pustaka.

Wahyudin. (2010). Pembelajaran matematika dan pemecahan masalah. Mandiri Bandung.

Published

2015-12-18

How to Cite

Jasmaniah, J., Fachrurazi, F., & Yeni, E. M. (2015). Bahan ajar problem solving berbasis open-ended pada pembelajaran matematika untuk mengembangkan kemampuan penalaran mahasiswa PGSD. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(3), 1-10. https://doi.org/10.17509/jpp.v15i3.1439