Peningkatan kualitas kerja melalui pola pembinaan (capacity building) dosen muda pada Program Studi Administrasi Pendidikan SPs UPI

Authors

  • Djaman Satori Universitas Pendidikan Indonesia
  • Asep Suryana Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.3476

Keywords:

beban kinerja dosen, capacity building, dosen muda, kinerja dosen, team teaching, tridarma perguruan tinggi

Abstract

Ukuran kinerja dosen yang baik ditentukan oleh pencapaian setiap komponen dalam indikator akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya sering ditemukan hal-hal yang memposisikan bahwa distribusi ketiga indikator tersebut tidak memenuhi standar yang ditentukan, apalagi ketika didasarkan kepada ukuran/alat dalam bentuk Beban Kinerja Dosen. Beberapa hal yang ingin diangkat dalam penelitian ini meliputi kemampuan dosen muda dalam pembelajaran, kehadiran dosen muda dalam proses pembelajaran, dan kesiapan dosen muda dalam meneruskan estafet pembinaan mata kuliah. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Bagaimana kemampuan dosen muda dalam proses pembelajaran di dalam kelas? 2) Bagaimana komitmen dan tanggung jawab dosen muda terhadap tugas pokok dan fungsi sebagai tenaga dosen? 3) Bagaimana pola-pola kaderisasi dilakukan dalam pengembangan keilmuan dan pengembangan profesi? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kualitatif dengan menggunakan instrumen terbuka, wawancara, dan studi dokumentatif terhadap hasil-hasil kerja dosen. Hasil yang diperoleh meliputi; pemahaman dan kemampuan dosen muda dalam menerjemahkan tugas dan tanggung jawabnya menjadi ukuran dosen muda untuk memperoleh kesempatan mandiri dalam pembelajaran atau masih harus memperoleh bimbingan dari dosen senior/pembina. Dalam bidang akademik dibuktikan dengan proses pembelajaran dan bimbingan yang dilakukan di kelas, penelitian dibuktikan dengan karya ilmiah yang dihasilkan, dan pengabdian masyarakat dibuktikan dengan bentuk-bentuk pengembangan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, baik masyarakat umum maupun secara khusus masyarakat pendidikan.

References

Bates, R., & Holton, E. F., III. (1995). Computerized work performance monitoring: A review of human resource issues. Human Resource Management Review, 5(4), 267–288.

Brown, L., LaFond, A., & Macintyre, K. (2001). Measuring capacity building. Carolina Population Center, University of North Carolina.

Fattah, N. (1999). Landasan manajemen pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Mitchell, T. R. (1978). People in organizations: Understanding their behavior. McGraw-Hill.

Sagala, S. (2009). Kemampuan profesional guru dan tenaga kependidikan. Alfabeta.

Santrock, W. J. (2004). Educational psychology (2nd ed.). McGraw-Hill.

Senge, P. M. (1996). Leading learning organizations: The bold, the powerful, and the invisible. In M. Goldsmith & F. Hesselbein (Eds.), The leader of the future (pp. 41–54). Jossey-Bass.

Senge, P. M., & Carstedt, G. (2002). Innovating our way to the next industrial revolution. In M. Leibold, G. Probst, & M. Gibbert (Eds.), Strategic management in the knowledge economy. J. Wiley.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Uzer, U. M. (2001). Menjadi guru profesional. Rosdakarya.

Published

2013-06-28

How to Cite

Satori, D., & Suryana, A. (2013). Peningkatan kualitas kerja melalui pola pembinaan (capacity building) dosen muda pada Program Studi Administrasi Pendidikan SPs UPI. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 28-42. https://doi.org/10.17509/jpp.v13i1.3476