##navigation.skip##

Artikel

BerandaVol 22 No 2 (2022): Jurnal AbmasPelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa...

Pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung

Abstrak

Topographically, Cimaung is in the form of hills and mountains with slopes above 30%. Slopes above 30% should only be used for moderate grazing, designated as nature reserves or planted with perennials. However, the reality on the ground is that the conditions that occur in Cimaung District are used as agricultural land and intensive horticulture carried out by rural communities. Based on observations, the vegetable plants that dominate the Cimaung District are mustard plants. The majority of mustard greens farmers are very intensive in using chemical fertilizers. Increasing agricultural production intensively by using chemical fertilizers, pesticides and other chemical compounds on a large scale by farmers often causes damage to the soil and the environment. To reduce the risks that have been caused by the use of these chemicals, it is necessary to balance it with the use of organic materials such as post-harvest crop residues and livestock waste. Utilization of livestock waste which has a function as compost which can be applied directly without tilling the soil needs to be socialized to farming communities who have used chemical fertilizers a lot. Changing the habits of farmers will not be easy, but efforts must still be made. Based on this, it is necessary to socialize and train the utilization of livestock waste for agriculture without tillage in the form of community service. The method of community service activities is lectures to provide material and direct practice in the field.

 

Abstrak

Cimaung secara topografi adalah berupa perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan lereng di atas 30%. Kemiringan lereng di atas 30% seharusnya hanya digunakan untuk pengembalaan sedang, dijadikan cagar alam atau ditanami tanaman keras. Namun demikian kenyataan di lapangan kondisi yang terjadi di Kecamatan Cimaung banyak dijadikan lahan pertanian sawah maupun hortikultura secara intensif yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan. Berdasarkan pengamatan, tanaman sayuran yang mendominasi Kecamatan Cimaung adalah tanaman sawi. Mayoritas petani sawi sangat intensif dalam penggunaan pupuk kimia. Meningkatkan produksi pertanian secara intensif dengan pemakaian pupuk kimia, pestisida dan senyawa-senyawa kimia lainnya secara besar-besaran oleh petani sering menimbulkan kerusakan tanah dan lingkungan. Untuk mengurangi risiko yang sudah ditimbulkan dengan pemakaian bahan-bahan kimia tersebut, perlu diimbangi dengan pemakaian bahan organik seperti sisa tanaman pascakapen dan limbah ternak. Pemanfaatan limbah ternak yang memiliki fungsi sebagai kompos yang langsung dapat diaplikasikan tanpa mengolah tanah perlu untuk disosialisasikan pada masyarakat petani yang selama ini banyak menggunakan pupuk kimia. Untuk mengubah kebiasaan petani memang tidak akan mudah, akan tetapi tetap harus diusahakan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian tanpa olah tanah dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah untuk pemberian materi dan praktik langsung di lapangan.

Kata Kunci: limbah ternak; pertanian; tanpa olah tanah

Kata Kunci : livestock waste , agriculture , without tillage

Referensi

Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air. IPB Press.

Asdak, C. (2002). Hidrologi dan pengelolaan DAS. Gadjah Mada University Press.

BP3K Kecamatan Cimaung. (2018). Luas dan produksi sawi hijau di Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung tahun 2018. BP3K Kecamatan Cimaung.

Hakim, N., Nyapka, M. Y., Lubis, A. M., Nugroho, S. G., Saul, R., Diha, A., Hong, G. B., & Bailey, H. H. (1986). Dasar-dasar ilmu tanah. Universitas Lampung.

Hardjowigeno, S. (1987). Ilmu tanah. Medyatama Sarana Perkasa.

Kastolani, W., Setiawan, I., & Paramida, I. (2019). Development of microbial organic waste processing model in community of Sukasari sub-district Bandung. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 243(1), 012038. https://doi.org/10.1088/1755-1315/243/1/012038

Kohnke, H. (1968). Soil conservation. McGraw-Hill Book Company, Inc.

Pemerintah Desa Sukamaju. (2015). Profil Desa Sukamaju. http://desasukamajuc.blogspot.com/2015/06/profil-desa-sukamaju.html

Sarief, S. (1986). Kesuburan dan pemupukan tanah pertanian. Pustaka Buana.

Setiawan, A. I. (2002). Memanfaatkan kotoran ternak. Penebar Swadaya.

Sitorus, S. R. P. (2004). Evaluasi sumberdaya lahan. Tarsito.

Sutejo, M. M. (1992). Pupuk dan cara pemupukan. Rineka Cipta.

Tan, K. H. (2000). Dasar-dasar kimia tanah. Gadjah Mada University Press.

Untung. (2002). Prospek agribisnis penggemukan pedet. Penebar Swadaya.

Utomo, M. (2012). Tanpa olah tanah: Teknologi pengelolaan pertanian lahan kering. Universitas Lampung.