##navigation.skip##

Article

HomeVol. 5 No. 1 (2005): Jurnal AbmasAntara padalarang dan rajamandala (meningkatkan mutu...

Antara padalarang dan rajamandala (meningkatkan mutu estetik cengcelengan cinderamata dari Bandung Barat)

Abstract

Cengcelengan salah satu hasil seni kria tradisional, yang telah lama hidup secara turun temurun. Cengcelengan kini keberadaannya semakin tersisih bahkan hampir dilupakan oleh masyarakat. Ini disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah faktor pergeseran budaya menabung. Menabung yang dulunya menggunakan cengcelengan kini berubah ke bank sebagai penggantinya. Antara Padalarang dan Rajamandala di sepanjang jalan sebelah kiri dan kanan berderet kios-kios yang menyediakan sejumlah oleh-oleh, berupa berbagai cindera mata, makanan, dan benda-benda kerajinan lainnya. Di samping Peuyeum Bandung yang sudah terkenal, hampir di setiap kios menyediakan cindera mata benda kria yaitu cengcelengan. Timbul keluhan dari sejumlah pedagang, sebab jarang pengunjung yang tertarik terhadap cengcelengan, akibatnya barang menjadi tertumpuk dan tidak menguntungkan. Untuk mencari faktor penyebab dan sekaligus memberikan tawaran solusi bagaimana cara mengatasinya, di antaranya dengan meningkatkan mutu estetik dari benda tersebut, di samping menghimbau instansi pemerintah dan pihak yang sangat berhubungan dengan masalah tersebut, supaya ikut peduli, agar keberadaan cengcelengan tersebut dapat bertahan, lestari dan tetap digemari masyarakat.

Keywords : Bandung Barat , cengcelengan , deformasi , mutu estetik , pergeseran budaya

References

Dinas Provinsi Jawa Barat. (2002). Broad based education (Life skill). Bandung: Proyek Pengendalian Evaluasi Belajar, Kanwil Pendidikan Nasional Jabar.

Enday, T., dkk. (2004). Pendidikan seni rupa dan kerajinan. Bandung: Jurusan Pendidikan Seni Rupa, FPBS, UPI.

Gagne, R. M. (1974). Principles of instructional design. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Lowenfeld, V., & Brittain, W. L. (1982). Creative and mental growth. New York: Macmillan.

McFee, J. K., & Degge, R. M. (1977). Art, culture, and environment: A catalyst for teaching. California: Wadsworth Publishing Co.

Prawira, N. G., dkk. (2003). Pengantar estetika dalam seni rupa. Jakarta: DIKTI.

Supriadi, D. (1996). Kreativitas kebudayaan dan perkembangan IPTEK. Jakarta: Gramedia.

Yudoseputro, W. (1978). Pengantar sejarah seni rupa Indonesia. Jakarta: Dep. P & K.