##navigation.skip##

Article

HomeVol. 3 No. 1 (2003): Jurnal AbmasMagang kewirausahaan pada industri keramik sebagai model...

Magang kewirausahaan pada industri keramik sebagai model pembelajaran kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi akademis mahasiswa

Abstract

Magang Kewirausahaan (MKU) dalam konteks pendidikan merupakan suatu upaya untuk menjembatani adanya kesenjangan antara dunia akademis dengan realitas yang ada dan berkembang di masyarakat, dalam hal ini dunia industri. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mewujudkan relevansi sistem pendidikan dengan lapangan kerja (link and match). Penyelenggaraannya merupakan kolaborasi yang harmonis antara mitra dunia industri dengan perguruan tinggi. Dalam proses pendidikan, sistem magang (apprenticeship) merupakan sistem yang paling tua di dunia. Sistem ini banyak menghasilkan pakar-pakar bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan. Program magang bagi insan akademisi yang relevan dengan disiplin ilmu dan keterampilan yang dimiliki akan sangat berarti dalam rangka peningkatan jiwa entrepreneurship (kewirausahaan), yaitu sikap mental atau jiwa seseorang untuk meningkatkan karyanya/penghasilan yang berorientasi pada tindakan, percaya diri, memiliki motivasi tinggi, kreatif, berjiwa pembaharu, dan berani mengambil risiko dalam meraih tujuannya, serta memiliki self-reliance (kemandirian) yang mampu memberikan kecakapan untuk hidup, dalam kehidupan dan penghidupan. Tujuan kegiatan magang kewirausahaan pada industri keramik hias adalah agar mahasiswa dapat memiliki wawasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam kewirausahaan dalam bentuk karya nyata. Kegiatan ini bermanfaat bagi dunia industri sebagai mitra untuk menjalin kerja sama dengan dunia akademik. Selain itu, bagi perguruan tinggi, khususnya Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS UPI, kegiatan ini meningkatkan kualitas dan model pembelajaran yang terintegrasi antara pengetahuan teoritis dengan praktik. Metode pembelajaran yang digunakan berupaya memberikan kesempatan para peserta untuk ikut terlibat aktif secara langsung dalam proses kegiatan pembelajaran yang dipadukan dengan metode umum pembelajaran seperti metode ceramah, tanya jawab, resitasi, demonstrasi, latihan, dan eksperimentasi. Teknis pelaksanaannya mencakup tugas terstruktur dan mandiri. Selain itu, kegiatan bimbingan dilakukan secara individual maupun secara kelompok.

Keywords : dunia industri , keramik hias , kewirausahaan , link and match , magang kewirausahaan

References

Baskara, R. 2002. "Broad Based Education sebagai Wahana Life Skill Education". Makalah disampaikan pada Seminar Sosialisasi Broad-Based Education, Life Skills, CBT, dan CBE di FPTK UPI, tanggal 27 Maret 2002. Bandung: FPTK.

Chourmain, I. dan Prihatin. 1994. Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: Proyek Pembinaan dan Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Diknas.

Delors, J. 2001. "Learning to Be" (Online). http://www.unesco.org/delors/ltobe.htm (Diakses 16 Februari 2003).

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Desain Kerajinan Keramik: Petunjuk Pelatihan Keterampilan Industri Kerajinan Keramik. Jakarta: Bagian Proyek Pendidikan Kejuruan Non-Teknik II.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas. 2001. Panduan Program Pengembangan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi, Edisi Keempat. Jakarta: Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

Hakim, R. 1998. Kiat Sukses Wirausaha. Jakarta: Grasindo.

Nitisemito, A.S. 1996. Manajemen Personalia (Manajemen Sumber Daya Manusia). Jakarta: Ghalia Indonesia.

Norton, F. 1956. Ceramics for the Artist Potter. USA: Addison-Wesley Publishing Company, Inc.

Somantri, M. 1995. "Corak Kurikulum Memacu Kreativitas". Mimbar Pendidikan, Jurnal Pendidikan No. 4 Tahun XIV 1995. Bandung: University Press IKIP Bandung.

Sudjana, D. 1993. Strategi Pembelajaran dalam Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Nusantara Press.

Tim Broad-Based Education Depdiknas. 2001. Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills Education), (Buku I). Jakarta: Depdiknas.

Tohar, M. 2000. Membuka Usaha Kecil. Yogyakarta: Kanisius.

Wibawa, S. 2002. "Pengembangan Income Generating Melalui Unit Produksi". Makalah disampaikan pada Forum Sastra dan Budaya II. Bandung: Panitia FSB II.