##navigation.skip##

Article

HomeVol. 26 No. 1 (2026): Jurnal AbmasCreative writing training as a therapeutic tool for...

Creative writing training as a therapeutic tool for individuals with bipolar disorder

Abstract

This community service is a collaborative activity carried out by the Indonesian Language and Literature Study Program, Universitas Pendidikan Indonesia, together with Rumah Kita (Komunitas Peduli Bipolar Indonesia). The purpose of this community service is to build synergy in human resource development by providing literacy support to people with bipolar disorder. This community service takes the form of training for Rumah Kita members. The training materials covered expressive writing and creative writing as therapy, creative writing guidelines, and illustration as a complement to journaling. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about attending each session of this community service. The participants were actively involved in discussions and practices facilitated by the committee and each presenter. Based on pre-test and post-test measurements of participants' knowledge and awareness of “Writing Therapy sebagai Penyembuh” and “Menulis Kreatif sebagai Terapi Jiwa” assessed through 13 indicators, participants' average knowledge and ability increased after receiving training and lectures from resource persons. This shows that this community service activity had positive results for the participants. 

 

Abstrak

Pengabdian masyarakat ini sebagai kegiatan kolaboratif yang dilakukan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia bersama dengan Rumah Kita (Komunitas Peduli Bipolar Indonesia). Adapun tujuan pengabdian ini ialah membangun sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui dukungan literasi bagi orang dengan bipolar. Bentuk kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan yang menyasar anggota Rumah Kita sebagai partisipannya. Adapun dalam pelatihan, materi yang disampaikan yaitu terkait menulis ekspresif dan menulis kreatif sebagai terapi, panduan menulis kreatif, dan pembuatan ilustrasi sebagai pelengkap journaling. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipan memiliki antusias yang sangat tinggi untuk mengikuti setiap sesi pematerian dalam pengabdian ini. Partisipan terlibat aktif dalam diskusi dan praktik yang difasilitasi oleh panitia dan setiap pemateri. Berdasarkan pengukuran (pretest) dan (posttest) mengenai pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai “Writing Therapy sebagai Penyembuh” serta “Menulis Kreatif sebagai Terapi Jiwa” yang diukur melalui 13 indikator, rata-rata kemampuan dan pengetahuan peserta meningkat setelah diberikan pelatihan dan pematerian dari narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil positif bagi peserta.

Kata Kunci: bipolar; menulis kreatif; pengabdian masyarakat; terapi menulis

Keywords : bipolar disorder , community service , creative writing , writing therapy

References

Adventinawati, M. K. (2025). Pencegahan kesehatan mental dalam upaya mengurangi stigma kesehatan mental di masyarakat. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora, 2(1), 110-116.

Agustin, A. (2020). Gambaran karakteristik pasien bipolar di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 4(1), 1-10.

Anggoro, L. S. (2025). Efektivitas expressive writing untuk menurunkan kecemasan penderita gangguan bipolar. Jurnal Integrasi Riset Psikologi, 3(1), 12-20.

Arnone, D., Karmegam, S. R., Östlundh, L., Alkhyeli, F., Alhammadi, L., Alhammadi, S., ... & Selvaraj, S. (2024). Risk of suicidal behavior in patients with major depression and bipolar disorder–a systematic review and meta-analysis of registry-based studies. Neuroscience and Biobehavioral Reviews, 159(1), 1-12.

Astawa, I. G. N. P., & Trisnowati, R. (2023). Perilaku bunuh diri pada gangguan afektif bipolar: sebuah tinjauan pustaka. Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP), 1(3), 184-191.

Astriliana, M., & Kustanti, E. R. (2024). Pengalaman sebagai pasien dengan gangguan bipolar tipe I (sebuah interpretative phenomenological analysis). Empati, 13(1), 78-89.

Cahyani, T. D., Nursalam, N., Sudarmaji, W. P., & Priyantini, D. (2022). Teknik relaksasi napas dalam kombinasi guided imagery berbasis teori comfort terhadap intensitas nyeri pasca bedah sectio caesarea. Journal of Telenursing (JOTING), 4(2), 932-940.

Chiang, M., Reid-Varley, W. B., & Fan, X. (2019). Creative art therapy for mental illness. Psychiatry Research, 275(1), 129-136.

Fachrozy, D., & Panjaitan, B. S. (2023). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku penyakit bipolar dalam penyebarluasan tindak pidana pornografi. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 657-648.

Fathurohman, I., Khamdun, K., Nugraheni, L., Fajrie, N., & Rohmah, I. F. (2024). Terapi puisi religi untuk meningkatkan ekspresi jiwa disabilitas mental. Jurnal Muria Pengabdian Masyarakat, 1(2), 127-136.

Faustina, E. (2021). Memoar penyakit mental dalam seni lukis. Journal of Contemporary Indonesian Art, 7(1), 33-41.

Firmawati, F., Febriyona, R., & Rengkung, R. (2023). Stigma masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Limboto Barat. Jurnal Anestesi, 1(3), 1-12.

Handayani, I., Harlina, H., Manaf, A., & Maman, L. O. (2021). Penyuluhan deteksi gangguan bipolar pada remaja di masyarakat Pesisir Baubau. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 3(2), 27-37.

Hasanah, U., & Saleh, M. (2024). Efektivitas model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan menulis kreatif teks editorial bahasa Indonesia. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(3), 1446-1452.

Idaiani, S., Yunita, I., Tjandrarini, D. H., Indrawati, L., Darmayanti, I., Kusumawardani, N., & Mubasyiroh, R. (2019). Prevalensi psikosis di Indonesia berdasarkan riset kesehatan dasar 2018. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 3(1), 9-16.

Kähmi, K. (2022). Advances in poetry therapy. Scriptum: Creative Writing Research Journal, 2(4), 1-14.

Katuuk, H. M., Wahyuni, S., & Buhang, M. (2024). Pengaruh terapi menulis ekspresi terhadap kesehatan mental remaja di Madrasah Aliyah Muhamadiyah Talawaan Bajo Minahasa Utara. Jurnal Kesehatan Amanah, 8(2), 87-101.

Lianawati, A., Setiawati, D., & Wirastania, A. (2024). Systematic Literature Review (SLR): terapi seni dalam mendukung perubahan psikososial pada anak dan remaja. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 10(2), 207-238.

Maharani, F. N. T. (2024). Penerapan terapi kognitif perilaku untuk meningkatkan kepatuhan obat pada individu dengan gangguan bipolar: studi kasus. Jurnal Empati, 13(2), 20-31.

Mustofa, F. A., & Wahyuni, E. S. (2024). Pengaruh expressive writing therapy terhadap self esteem pada pasien skizofrenia di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang-Malang. Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa, 2(2), 690-696.

Nasution, F. N., Syahrin, N. H. A., Hasibuan, N. F., Tanjung, Z. F. U., & Al-Hadid, N. H. (2023). Peran bimbingan konseling dalam perkembangan sosial-emosional anak. Anthor: Education and Learning Journal, 2(5), 668-675.

Nurfitriani, A., Hardini, T. I., & Mulyadi, Y. (2025). Penggunaan media gambar berseri untuk keterampilan menulis kreatif bahasa Prancis tingkat A2. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 8(1), 11-24.

Palupi, G. R. P., Rahmanto, S. W., & Lestari, S. (2020). Art as a catharsis medium for people with bipolar disorder and synesthesia. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(2), 175-194.

Pragholapati, A., Muliani, R., & Yulianti, M. A. (2021). Pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat depresi pada lansia. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 13(1), 55-64.

Prihati, D. R., Juanmita, M., & Kustriyani, M. (2025). Efek terapi menulis ekspresif terhadap kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa. Jurnal Keperawatan Duta Medika, 5(1), 16-22.

Puspita, K. (2024). Perancangan buku ilustrasi interaktif sebagai media katarsis untuk komunitas Bipolar Care Indonesia. BARIK-Jurnal S1 Desain Komunikasi Visual, 6(3), 96-112.

Ramadani, I. R., Fadila, A. N., Aulia, R., Khairiyyahni, S., & Lestari, W. (2024). Gangguan bipolar pada remaja: studi literatur. EduSociety: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 1219-1227.

Safithry, E. A., & Dewi, I. S. (2020). Terapi menulis ekspresif untuk menurunkan tingkat stres akademik peserta didik di sekolah full day school. Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(2), 40-47.

Saputri, R., & Rahayu, D. A. (2020). Penurunan resiko bunuh diri dengan terapi relaksasi guided imagery pada pasien depresi berat. Ners Muda, 1(3), 165-171.

Supriatna, E., Rahmi, K. H., Andayani, R. H. R., Susilawati, S., Vonika, N., & Fahrudin, A. (2025). Penguatan kelembagaan unit informasi layanan sosial dalam pelayanan kepada keluarga dengan anggota ODGJ di Desa Jambenenggang Kabupaten Sukabumi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UBJ, 8(1), 1-12.

Syahrizal, S., Eljatin, M. R. A., Yurnailis, Y., & Lubis, N. H. (2024). Penatalaksanaan gangguan afektif bipolar episode kini depresif berat tanpa gejala psikotik melalui pendekatan kedokteran keluarga. Abdikan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, 3(1), 13-19.

Tulandi, E. V., Rifai, M., & Lubis, F. O. (2021). Strategi komunikasi akun Instagram ubahstigma dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental. Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, 7(2), 136-143.