##navigation.skip##

Article

HomeVol. 26 No. 1 (2026): Jurnal AbmasOptimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators through...

Optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators through capacity building training

Abstract

The Social Welfare Center-Integrated Service and Referral System (Puskesos-SLRT) is a community-based institution designed to improve access to social welfare services for poor and vulnerable populations at the village and sub-district levels. In practice, the implementation of Puskesos-SLRT services has encountered major challenges, particularly the limited capacity of facilitators in managerial skills, social service delivery, and social data management. Therefore, this community service program aimed to enhance the capacity of Puskesos-SLRT facilitators in Sumedang Regency to enable them to perform their roles more effectively. The program was implemented through structured training, continuous mentoring, and capacity-building activities involving facilitators from 277 villages and sub-districts. The evaluation of capacity improvement was conducted using a descriptive qualitative approach through observation, reflective discussions, and assessments of facilitators’ understanding of their roles and service functions before and after the program. The results indicate an improvement in facilitators’ understanding of social welfare service management, increased responsiveness to community needs, and strengthened coordination with local government institutions. Overall, this community service activity contributed to optimizing the role of Puskesos-SLRT facilitators in delivering more effective and integrated social welfare services at the local level

 

Abstrak

Pusat Kesejahteraan Sosial-Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (Puskesos-SLRT) merupakan lembaga berbasis masyarakat yang berperan dalam mendekatkan layanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan di tingkat desa dan kelurahan. Dalam praktiknya, pelaksanaan layanan Puskesos-SLRT masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia fasilitator, khususnya pada aspek manajerial, keterampilan pelayanan sosial, dan pengelolaan data. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator Puskesos-SLRT di Kabupaten Sumedang agar mampu menjalankan perannya secara lebih optimal. Pengabdian dilaksanakan melalui pelatihan terstruktur, pendampingan, dan pembinaan berkelanjutan yang melibatkan fasilitator dari 277 desa dan kelurahan. Metode evaluasi peningkatan kapasitas fasilitator dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi, diskusi reflektif, serta evaluasi pemahaman terhadap tugas dan fungsi layanan sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman fasilitator terhadap manajemen layanan kesejahteraan sosial, meningkatnya responsivitas dalam menangani kebutuhan masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan perangkat pemerintah daerah. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada optimalisasi peran fasilitator Puskesos-SLRT dalam penyelenggaraan layanan kesejahteraan sosial yang lebih efektif dan terpadu di tingkat lokal.

Kata Kunci: fasilitator; peningkatan kapasitas SDM; pusat kesejahteraan sosial

Keywords : facilitator , HR capacity building , social welfare center

References

Abd Fatah, R. (2024). Peningkatan kapasitas (capacity building) badan pengawasan obat dan makanan Sofifi Maluku Utara. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 2267-2273.

Al Giffari, M. G. Q., & Sukarno, D. (2024). Kapasitas kelembagaan pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan desa. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 10(2), 154-169.

Amami, N. K., Pranajaya, I. K., & Trisna, N. M. S. W. (2025). Implementasi tema sanctuary dan konsep wellness berbasis Evidence-Based Design (EBD) sebagai strategi inovatif dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan: studi kasus di Puskesmas 1 Baturiti, Tabanan, Bali. Waca Cipta Ruang, 11(1), 32-41.

Aminudin, N., Aprilia, F., Wicaksono, S. B., & Ardhy, F. (2025). Inovasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) bersahaja di Kabupaten Pringsewu: evaluasi dan kontribusinya terhadap pengentasan kemiskinan. Jurnal Fasilkom, 15(1), 40-48.

Aritonang, P. A. R., & Trimurni, F. (2024). Akuntabilitas kinerja Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dalam penyediaan data peserta program keluarga harapan di Kelurahan Kampung Seraya Kota Batam. Jurnal Penelitian Inovatif, 4(3), 1399-1410.

Ashari, R., Arum, H. F. S., Nabila, F., Amalina, F. N., Wulan, T. R., Nugroho, H. S., & Dasril, M. A. (2025). Optimalisasi sumber daya manusia dalam upaya peningkatan potensi dan mutu desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 2102-2108.

Dwiansyah, A., Putri, S. A. E., Cahyani, A., Agustina, A., Apriani, G., Pernandes, J., & Lestari, R. P. (2024). Pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumber Arum Dusun 1. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(4), 5444-5453.

Fonataba, Y., Hombore, E., Nathan, I. A., & Konorop, S. Y. (2024). Penguatan kapasitas manajemen sumber daya manusia untuk peningkatan kinerja masyarakat di lingkungan kampung. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(2), 76-86.

Handrian, E., & Novita, M. (2025). Adopsi inovasi kebijakan digital yang inklusif: studi kasus aplikasi SIPINTAR PEDULI di Kota Pekanbaru. Publika: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 11(1), 105-119.

Harinurdin, E., Laksmono, B. S., Kusumastuti, R., & Safitri, K. A. (2025). Community empowerment utilizing open innovation as a sustainable village-owned enterprise strategy in Indonesia: a systematic literature review. Sustainability, 17(8), 1-30.

Herlinda, D., Nielwaty, E., & Elsi, M. (2025). Implementasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Al-Mikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 6(1), 1708-1722.

Kardeti, D., Rusmana, A., Susanto, E., & Pratiwi, D. A. G. (2021). Faktor pendukung dan penghambat dalam penanggulangan kemiskinan melalui perlindungan sosial terpadu di daerah otonom Jawa Barat, Indonesia. Praktik Pekerjaan Sosial dengan Kelompok dan Komunitas, 1(1), 77-92.

Kurniawan, I., & Nasution, I. (2025). Transformasi pengembangan kompetensi sumber daya manusia berbasis digital: studi kasus aparatur sipil negara pada BPSDM Kementerian Dalam Negeri. Governance: Journal of Public Management, 1(1), 17-27.

Laili, N. (2025). Adaptive governance dalam pengembangan kapasitas perangkat desa (studi di Desa Kendang Dukuh Kecamatan Wonorejo). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 375-385.

Lutfiana, L. (2025). Sinergi pendampingan ekonomi, kesehatan, dan hukum dalam meningkatkan kesejahteraan warga Desa Lekor Janapria. Journal of Community Development and Empowerment, 1(3), 60-65.

Maulana, A., Fauzi, L. M., & Kurnia, D. (2025). Pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah oleh pemerintah desa melalui digitalisasi di Desa Cimalaka Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Praxis Idealist: Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, 1(2).

Meifiana, S., Siregar, H., & Ganiadi, M. (2025). Praktik pekerjaan sosial: PKK sebagai agen kesejahteraan masyarakat di RW 05 Kelurahan Malaka Sari. Jambura Journal of Community Empowerment, 226-246.

Murni, R., & Setiawan, H. H. (2022). Pengaruh kompetensi petugas sistem layanan dan rujukan terpadu terhadap kualitas pelayanan bagi masyarakat miskin. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 11(2), 1-15.

Nofriyanti, L., & Mubarak, A. (2024). Efektivitas implementasi Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Sabiduk Sadayung di Kota Pariaman. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 5(2), 1-12.

Paramita, S. G. D., & Setyowati, E. (2024). Peran fasilitator pendamping terhadap pengembangan usaha nasabah prasejahtera BTPN Syariah. Determinasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Akuntansi, 2(2), 110-117.

Rahayu, U., Asim, A., & Puspitasari, A. (2025). Analisis inovasi pelayanan publik digital, LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) dan peranannya dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan. Journal of Agricultural and Rural Economy, 1(2), 31-39.

Rusli, R., Badaruddin, B., & Firman, A. (2023). Pengaruh penerapan SLRT terhadap penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pinrang. Jurnal Pelopor Manajemen Indonesia, 2(2), 212-224.

Salsadila, N., & Irman, A. A. J. G. (2025). Penyusunan standar pelayanan pada Puskesos SLRT Dinas Sosial Kabupaten Maros dalam rangka peningkatan kualitas layanan. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan, 12(2), 441-456.

Saufi, M., Rizqina, S., & Cahya, N. (2025). Transformasi budaya Bapukung: dari kearifan lokal menuju strategi efektif dalam pemberdayaan dan manajemen peran ganda ibu rumah tangga. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(12), 2807-2817.

Sukoco, D. H. (2021). Efektivitas pusat kesejahteraan sosial “As Salam” Desa Katapang Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung. Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial, 20(1), 18-36.

Tampubolon, J. (2026). Transformasi penyuluhan sosial berbasis sistemik untuk penguatan pilar-pilar sosial di era disrupsi. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 11-23.

Widjaja, G., & Dhanudibroto, H. (2025). Koordinasi antar-lembaga pemerintah dan efektivitas kebijakan kesejahteraan. Sibatik Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 4(7), 1323-1332.

Wirata, G., Pamungkas, T. H., Sulandari, S., Putera, P. D. P. M., & Indrayana, C. P. (2026). Pemberdayaan masyarakat Banjar Gemeh melalui sosialisasi dan pendampingan administrasi kependudukan, jaminan sosial, dan layanan pos pengaduan. Journal of Community Research & Engagement, 2(2), 102-111.

Yesnat, T. F., & Widowati, N. (2025). Analisis inovasi layanan aplikasi Sistem Informasi Dokumen Online Kependudukan (SI D’NOK) di Kota Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 14(2), 183-196.

Zubaidi, A., & Syafakhorrahman, M. (2024). Peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital melalui capacity building. Sinar: Sinergi Pengabdian dan Inovasi untuk Masyarakat, 1(1), 87-94.