##navigation.skip##

Article

HomeVol. 26 No. 1 (2026): Jurnal AbmasIn-House Training on HOTS-based media literacy for EFL...

In-House Training on HOTS-based media literacy for EFL teachers in Pangandaran Regency

Abstract

The rapid development of digital technology has introduced new challenges in instructional practices, particularly in relation to media literacy. Empirical conditions in Pangandaran Regency indicate that many English teachers still utilize digital media primarily as instructional support tools, with limited integration of critical analysis and Higher Order Thinking Skills (HOTS) in classroom activities. This community engagement program aimed to enhance English teachers’ understanding and professional competence in implementing a HOTS-oriented media literacy instructional model. The program employed an action research approach conducted through four stages: preparation, implementation, evaluation, and follow-up. Data were collected qualitatively through in-depth interviews, participant observation, and analysis of training documents. The participants consisted of 60 individuals, including school supervisors, principals, and junior secondary English teachers affiliated with the teachers’ professional forum (MGMP). The findings demonstrate improvements in teachers’ conceptual understanding of media literacy, shifts toward more reflective and analytical instructional strategies, and increased awareness of ethical and social dimensions of media use. The program highlights that structured HOTS-based training contributes positively to strengthening teachers’ professional competence in responding to the demands of digital-era learning environments.

 

Abstrak

Perkembangan teknologi digital yang pesat menghadirkan tantangan baru dalam praktik pembelajaran, khususnya terkait literasi media. Kondisi empiris di Kabupaten Pangandaran menunjukkan bahwa sebagian besar guru Bahasa Inggris masih memanfaatkan media digital sebagai alat bantu penyampaian materi, dengan integrasi analisis kritis dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) yang masih terbatas dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi profesional guru Bahasa Inggris dalam menerapkan model pembelajaran literasi media berbasis HOTS. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan kaji tindak melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pelatihan. Partisipan kegiatan berjumlah 60 orang yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru Bahasa Inggris tingkat SMP yang tergabung dalam MGMP. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual guru terhadap literasi media, perubahan strategi pembelajaran yang lebih reflektif dan analitis, serta meningkatnya kesadaran terhadap dimensi etika dan sosial dalam penggunaan media. Program ini menegaskan bahwa pelatihan terstruktur berbasis HOTS berkontribusi positif dalam memperkuat kompetensi profesional guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran di era digital.

Kata Kunci: HOTS; in-house training; kompetensi profesional guru; literasi media.

Keywords : higher order thinking skills , in-house training , media literacy , teacher professional competence

References

Aisyah, P. N., & Ningsih, T. (2025). Literature review: Kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan critical thinking di era Society 5.0. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 458-468.

Ali, E. Y., & Takdir, M. (2021). Penyelenggaraan program in-house training sebagai upaya membentuk guru profesional. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 457-470.

Arbi, Z. F., & Amrullah, A. (2024). Transformasi sosial dalam pendidikan karakter di era digital: Peluang dan tantangan. Social Studies in Education, 2(2), 191-206.

Aziz, Z. A. (2025). Peran literasi media dalam menangkal penyebaran hoaks di era digital. Iqtida: Journal of Da'wah and Communication, 5(2), 248-264.

Bahri, S., & Maujud, F. (2025). Pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam pengajaran Bahasa Arab. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 12(4), 80-99.

Dinova, A., & Mustika, D. (2025). The relationship between creativity and the ability to solve HOTS science problems. Inovasi Kurikulum, 22(3), 2199-2210.

Fahik, Y. S. (2022). Peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran melalui in house training (IHT) dengan metode pendampingan teman sejawat di SMK Negeri Nibaaf. Almufi Jurnal Pendidikan, 2(2), 38-49.

Fakhri, M. N., Zakiah, F. N., & Novia, L. (2025). Literasi digital dan kesadaran budaya sebagai solusi tantangan atemporalitas dalam komunikasi antarbudaya. Al-Jamahiria: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam, 3(1), 89-102.

Fathin, D. U., & Utami, I. I. S. (2025). Transformasi value learning dalam memecahkan masalah pada peserta didik yang aktif menggunakan media sosial. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar, 4(1), 91-102.

Gufran, G., Ruslan, R., & Ilham, I. (2025). Pengaruh pembelajaran berbasis higher order thinking skills (HOTS) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa II SD Julasfi Warraihan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(3), 1394-1400.

Halik, A. (2021). Layanan bimbingan literasi media (upaya peningkatan berpikir kritis mahasiswa). Jurnal Eduscience, 8(1), 1-11.

Handican, R., Saputra, R., Hayat, A. P., Prasetia, A. T., & Saputra, S. (2025). Pelatihan penerapan model RHOMI (Realistic and Holistic Mathematics Integration) bagi guru dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMPN 8 Kota Sungai Penuh. Rangguk: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 123-132.

Hasan, K., Husna, A., Muchlis, M., Fitri, D., & Zulfadli, Z. (2023). Transformasi komunikasi massa era digital antara peluang dan tantangan. JPP Jurnal Politik dan Pemerintahan, 8(1), 41-55.

Insani, M. H., & Safitri, D. (2025). Efektivitas dan tantangan penilaian berbasis HOTS sebagai sarana penguatan keterampilan berpikir kritis di abad 21. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 16(1), 91-100.

Julhadi, J., & Herdi, H. (2022). Penggunaan teknologi di era pandemi Covid-19: A systematic literature review. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(1), 104-110.

Karengga, F. I. (2025). Analisis tantangan pengembangan media serta bahan ajar berbasis teknologi dalam peningkatan kompetensi literasi digital siswa MI. Mubtadi: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah, 6(2), 156-169.

Khoriidah, N., Arzeki, S., & Munawir, M. (2025). Analisis profesionalisme guru dalam implementasi media pembelajaran untuk meningkatkan karakter siswa sekolah dasar. Didaktika Dwija Indria, 13(2), 168-178.

Kinanthi, G. S., Saputri, N. F., & Rosita, N. A. (2024). Pentingnya pengembangan kompetensi profesionalisme guru dalam menghadapi transformasi pendidikan abad 21. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 7(3), 729-738.

Nurhijrah, N., & Suryana, S. (2025). Pengembangan profesionalisme guru melalui pembelajaran deep learning dalam kelas. Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan, 4(2), 327-333.

Oktiningrum, W. (2025). Peran literasi digital dalam pengembangan kompetensi calon guru sekolah dasar. Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 2(2), 331-341.

Putri, I. T. A., Agusdianita, N., & Desri, D. (2024). Literasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar era digital. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 7(3), 2057-2066.

Rahayu, P., & Ningsih, T. (2025). Strategi pengembangan kompetensi profesional guru dalam menjawab tuntutan abad 21 di sekolah dasar. Pedagogik Journal of Islamic Elementary School, 8(3), 973-987.

Rahma, R. D. (2025). Tinjauan literatur kualitatif tentang penilaian kognitif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran PPKn SMP. Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan, 5(2), 73-80.

Ramli, R., Misbah, M., Alex, K., & Amin, F. M. (2026). Peran budaya berpikir dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi, 1(6), 54-65.

Rany, R. M., Lusiana, E., & Perdana, F. (2025). Peran literasi digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis di era teknologi informasi. Philosophiamundi, 3(4), 47-56.

Rensiyana, J. F., Khairuddin, K., & Agil, I. (2025). Pentingnya literasi media dalam menghadapi informasi hoaks. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 319-328.

Rizki, N. (2024). Analisis strategi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis: Studi perpustakaan dan sumber referensi. Al-Ijtima'i: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 58-82.

Rudini, M., & Saputra, A. (2022). Kompetensi pedagogik guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK masa pandemi Covid-19. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 8(2), 841-852.

Sari, Y., & Prasetya, H. (2022). Literasi media digital pada remaja di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 8(1), 12-25.

Siska, E. U. (2025). Teacher competence development through in-house training and cooperative learning: Pengembangan kompetensi guru melalui in-house training dan pembelajaran kooperatif. Indonesian Journal of Innovation Studies, 26(4), 1-10.

Wati, S. W. S. (2025). Transformasi kurikulum terhadap pembelajaran abad 21 dalam perspektif guru. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 316-325.

Widyawati, E. R., & Sukadari, S. (2023). Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi sebagai alat pembelajaran kekinian bagi guru profesional IPS dalam penerapan pendidikan karakter menyongsong era Society 5.0. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 10(1), 215-225.

Wirawan, A., Tristi, D. A., & Admaja, A. (2026). Integrasi literasi media dan informasi dalam praktik jurnalisme di Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 7(1), 170-194.

Wulandari, H., & Nurhaliza, I. (2023). Mengembangkan potensi guru yang profesional dalam proses belajar mengajar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 2487-2509.