##navigation.skip##

Article

HomeVol. 26 No. 1 (2026): Jurnal AbmasThe importance of increasing awareness among Cibarengkok...

The importance of increasing awareness among Cibarengkok villagers regarding stunting

Abstract

Stunting has become a significant national health issue in Indonesia, requiring the active participation of various parties, including university students, in prevention efforts. This community service activity was conducted in Cibarengkok Village, Bojongpicung District, Cianjur Regency, which has been identified as a stunting-prone village. The main objective was to determine the level of awareness of stunting among Cibarengkok Village residents and identify efforts to increase it. Participants in this community service activity were toddlers and pregnant women in the area. Using descriptive qualitative methods, data were collected through in-depth field observations. The results showed that community awareness of stunting in Cibarengkok Village remains relatively low. This is evident in the fact that many residents still do not understand the definition, causative factors, or long-term impacts of stunting on child health and development. As a solution, efforts were made to increase community awareness by implementing counseling programs at 7 integrated health posts (Posyandu), which serve as the main forum for preventing and addressing nutritional problems. Through the "YES Project" activities and educational seminars, it is hoped that behavioral changes and increased public understanding will lead to a healthier, stunting-free generation.

 

Abstrak

Stunting telah menjadi isu kesehatan nasional yang signifikan di Indonesia yang memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa, untuk melakukan upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, yang diidentifikasi sebagai salah satu desa rawan stunting. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran warga Desa Cibarengkok terhadap stunting serta mengidentifikasi upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tersebut. Partisipan pada kegiatan pengabdian ini adalah anak balita dan ibu hamil di wilayah tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan yang mendalam. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Cibarengkok terhadap stunting masih tergolong cukup rendah. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya warga yang belum memahami definisi, faktor penyebab, maupun dampak jangka panjang stunting terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Sebagai langkah solusi, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga adalah dengan melaksanakan program penyuluhan di tujuh posyandu sebagai wadah utama pencegahan dan penanggulangan masalah gizi. Melalui kegiatan "YES Project" dan seminar edukasi, diharapkan terjadi perubahan perilaku dan peningkatan pemahaman masyarakat demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting di masa depan.

Kata Kunci: edukasi gizi; kesadaran stunting; posyandu; upaya pencegahan

Keywords : nutrition education , posyandu , preventive efforts , stunting awareness

References

Anggraini, P. D. F., Tandirogang, N., Yadi, B. R., & Pramudia, C. R. (2025). Program intervensi 1000 hari pertama kehidupan di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Abdimas Mandiri, 9(2), 260-267.

Ansori, M. (2022). Pengaruh penyuluhan gizi terhadap peningkatan pengetahuan stunting pada kelompok masyarakat di Desa Kelampaian, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 1(1), 1-4.

Dewi, K., Anggriani, L., Ritonga, P. M., Azmi, C., Samosir, R. S., & Hutauruk, N. F. (2023). Stunting dan pencegahannya. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas), 1(1), 18-26.

Handika, D. O. (2020). Keluarga peduli stunting sebagai family empowerment strategy dalam penurunan kasus stunting di Kabupaten Blora. Dinamisia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(4), 685-692.

Has, S. F. D., Ariestiningsih, E. S., & Mukarromah, I. (2021). Pemberdayaan kader posyandu dalam program pencegahan stunting pada balita di masa pandemi COVID-19. Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH), 1(2), 7-14.

Hasanah, R., Aryani, F., & Effend, B. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting pada anak balita. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(1), 1-6.

Hasnawati, H., AL, J. P., & Latief, S. (2021). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan. Jurnal Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan, 1(1), 7-12.

Jalpi, A., Rizal, A., & Fahrurazi. (2020). Pemberdayaan kader posyandu terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Kelurahan Sungai Miai, Kota Banjarmasin. Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas, 68(2), 205-219.

Kusuma, C., Fatmasari, E., Wulandari, J., Dewi, P., Pahlevi, R., & Katmawati, S. (2021). Literature review: peran kader posyandu terhadap pemberdayaan masyarakat. Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021(1), 108-116.

Kusumasari, T. F., Lathifah, S., & Thohiroh, E. L. (2024). Pemanfaatan aplikasi INSIST (Integrated Solution for Stunting) untuk mendukung penanganan dan prevalensi stunting di Kota Tangerang Selatan. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(2), 169-176.

Kuwa, M. K., Mane, G., Ferni, E. N., Watu, E., & Wega, M. O. (2021). Penyuluhan stunting kepada ibu balita di Desa Magepanda, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 89-92.

Lestari, A., & Hanim, D. (2020). Edukasi kader dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Agrihealth: Journal of Agri-Food, Nutrition and Public Health, 1(1), 7-13.

Lukitasari, D., Pratama, O., & Nurhidayah, I. (2025). Hubungan peran ibu dengan status gizi balita di Kelurahan Padasuka. HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(1), 14-24.

Marni, M., & Ratnasari, N. Y. (2021). Penyuluhan pencegahan risiko stunting 1000 hari pertama kehidupan pada generasi muda. Indonesian Journal of Community Services, 3(2), 116-125.

Muhaling, J. C., Sanggelorang, Y., & Punuh, M. I. (2025). Hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(10), 3233-3238.

Novianti, R., Purnaweni, H., & Subowo, A. (2021). Peran Posyandu untuk menangani stunting di Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Journal of Public Policy and Management Review, 10(3), 378-387.

Oktaviasari, D. I., & Nugraheni, R. (2021). Pentingnya pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dalam upaya mendukung gerakan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Journal of Community Engagement and Empowerment, 3(1), 24-29.

Pradana, P. A., & Rong, J. R. (2021). Parenting functioning in stunting management: a concept analysis. Journal of Public Health Research, 10(2), 1-7.

Qodrina, H. A., & Sinuraya, R. K. (2021). Faktor langsung dan tidak langsung penyebab stunting di wilayah Asia: sebuah review. Jurnal Penelitian Kesehatan "Suara Forikes" (Journal of Health Research "Forikes Voice"), 12(4), 361-365.

Rahadiyanti, A. (2022). Pemberdayaan ibu pada 1000 hari pertama kehidupan untuk generasi lebih baik. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 139-143.

Ramadhan, A., Wardani, A. D., Lisnawati, P. N. M., & Safitri, N. A. N. (2023). Analisis kesadaran masyarakat terhadap urgensi stunting mempengaruhi peningkatan pertumbuhan balita (pengabdian masyarakat di Desa Tegal Sari). Jurnal Program Studi PGMI Modeling, 10(1), 166-178.

Saraswati, D., Gustaman, R. A., & Hoeriyah, Y. A. (2021). Hubungan status ketahanan pangan rumah tangga dan pola asuh terhadap kejadian stunting pada baduta: studi pada baduta usia 6-24 bulan di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 12(2), 226-237.

Sari, N. P., Djide, N. A. N. S. S., & Syahruddin, A. (2022). Peran ibu pada 1000 hari pertama kehidupan dalam pencegahan gangguan tumbuh kembang anak. Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 5(6), 1839-1845.

Setiadi, H. , K. S., & Fifi, D. S. K. M. (2020). Pentingnya kesehatan masyarakat, edukasi dan pemberdayaan perempuan untuk mengurangi stunting di negara berkembang. Jurnal Seminar Nasional, 2(1), 16-25.

Simbolon, D., Soi, B., & Ludji, I. D. R. (2022). Pelatihan pengukuran antrometri dan edukasi gizi seimbang sebagai upaya revitalisasi posyandu dalam rangka menurunkan angka stunting di Kelurahan Cawang/Jakarta Timur. Jurnal ComunitA Servizio: Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Terkhusus Bidang Teknologi, Kewirausahaan, dan Sosial Kemasyarakatan, 4(1), 786-794.

Turrahmi, L., Tahlil, T., & Diba, F. (2022). Pelatihan antropomentri balita dan komunikasi efektif pada kader posyandu: suatu studi kasus. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 6(2), 1-11.

Utami, E., & Kencana, N. (2026). Peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi gizi seimbang dalam pencegahan stunting Desa Sri Kuncoro Bengkulu Tengah. Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat (Juribmas), 4(3), 577-583.

Widiyanto, A., Wahyu, A. S., & Mubarok, A. S. (2022). Pengabdian masyarakat pendidikan kesehatan tentang manfaat senam diabetes pada lansia di Desa Garangan, Wonosanmodro, Boyolali. Buletin Abdi Masyarakat, 2(2), 44-48.

Yusran, R., Nanda, A., Amalda, A., Luthfia, R., & Fadlan, R. (2023). Upaya pemenuhan kesadaran masyarakat dan pemenuhan gizi seimbang untuk mencegah peningkatan angka stunting di Nagari Pariangan 2023. Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 131-140.

Zubair, M., Ndapamede, P. U. R., Fadhila, R. N., Diaâ, M., Dewi, N. S., Akbar, M. Y. Z., ... & Faturahman, M. (2022). Pencegahan stunting dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(3), 96-104.