Abd Fatah, R., & Rasai, J. (2021). Model pendidikan kader berbasis wawasan kebangsaan di era-post-trust: Studi kasus Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Sang Pencerah, 7(1), 40-62.
Arieli, S., Sagiv, L., & Roccas, S. (2020). Values at work: The impact of personal values in organisations. Applied Psychology, 69(2), 230-275.
Brown, C., & Shay, M. (2021). From resilience to wellbeing: Identity‐building as an alternative framework for schools’ role in promoting children’s mental health. Review of Education, 9(2), 599-634.
Budiwibowo, S. (2016). Revitalisasi pancasila dan bela negara dalam menghadapi tantangan global melalui pembelajaran berbasis multikultural. Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 4(2), 565-585.
Budiyono, B. (2017). Memperkokoh idiologi negara Pancasila melalui bela negara. Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 55-63.
Costa, E., & Alinejad, D. (2020). Experiencing homeland: Social media and transnational communication among Kurdish migrants in northern Italy. Global Perspectives, 1(1), 12783.
Dan Efriza, R. M. J. I. (2017). Bela negara sebagai metode pencegahan ancaman radikalisme di Indonesia. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 7(3), 1-18.
Dwintari, J. W. (2018). Urgensi pendidikan kewarganegaraan berbasis multikultural dalam pembinaan keberagaman masyarakat Indonesia. Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya, 2(1), 1-4.
Jazuli, A. (2016). Pembangunan pertahanan dan keamanan demi penegakan hukum di Indonesia: Kewibawaan suatu negara. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 16(2), 187-199.
Matondang, E. (2015). Kurikulum bela negara di tingkat pendidikan tinggi: Prospektif ketimpangan dalam sistem pertahanan Indonesia. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 5(3), 21-42.
Mcfulvia, H. Y. (2021). Subaltern dan Nasionalisme dalam Novel Nyai Dasima (1960) Karya SM Ardan. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1), 78-93.
Muhajir, A. A. (2022). Inclusion of pluralism character education in the Islamic modern boarding schools during the pandemic era. Journal of Social Studies Education Research, 13(2), 196-220.
Mulyono, B. (2017). Reorientasi civic disposition dalam kurikulum pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya membentuk warga negara yang ideal. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 14(2), 218-225.
Nadiyah, A. H., & Pusposari, L. F. (2022). Pengaruh pendidikan Kewarganegaraan dan lingkungan sekolah terhadap nasionalisme. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(1), 21-31.
O'Keeffe, P. (2013). A sense of belonging: Improving student retention. College Student Journal, 47(4), 605-613.
Otaboevich, K. M. (2021). Model of developing ideological competence in students. Annals of the Romanian Society for Cell Biology, 25(4), 1284-1292.
Salleh, S., Mohd Yunus, A., & Embong, R. (2021). The framework of integrated civic education for fostering multicultural tolerance. Journal of Tourism, Hospitality and Environment Management, 6(25), 15-27.
Suaedy, A. (2018). Pancasila, nahdlatul ulama dan kewarganegaraan Bhinneka. Tashwirul Afkar, 37(1), 13-29.
Subagyo, A. (2015). Syarat-syarat kesiapan penyelenggaraan program bela negara. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 5(3), 1-20.
Sulistiyono, S. T. (2018). Nasionalisme, negara-bangsa, dan integrasi nasional Indonesia: Masih Perlukah?. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 3(1), 3-12.
Tracy, J. D. (2015). Dutch and English trade to the East: The Indian Ocean and the levant, to about 1700. The Cambridge world history, 6(1), 240-262.
Trung, N. S., & Van, V. H. (2020). Vietnamese cultural identity in the process of international integration. Journal of Advances in Education and Philosophy, 4(6), 220-225.
Utomo, N., Joko, H., Saepudin, A., & Arofah, K. (2020). Membangun model budaya organisasi berbasis bela negara menuju Perguruan Tinggi Negeri Pengelolaan Keuangan-Badan Layanan Umum (PTN PK-BLU) UPN “Veteran” Yogyakarta. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 10(1), 19-36.
Yuniyati, W. A., Sutimin, L. A., & Warto, W. (2017). Sikap sosial anggota organisasi pergerakan Boedi Oetomo: Suatu tinjauan historis. Jurnal Artefak, 4(2), 87-94.